Read Me

Kamis, 09 April 2015

Secuil Kisah Ku


Hai, aku Fitria. Kini aku bukan seorang gadis kecil lagi dan sekarang kau bisa panggil aku wanita. Wanita yang berusia 22 tahun sejak 26 Maret yang lalu. Belakangan aku merasa bahwa aku adalah wanita yang tak memiliki prestasi apapun, hanya menghabiskan waktu sekedar menulis dan mengisi bagian blog yang kebanyakan hanya berisi curahan hatiku, sesekali juga menghabiskan waktu untuk merekam suara yang tak begitu berkualitas yang kemudian di upload di soundcloud. Yah, seperti inilah hidupku sementara di usia 22 tahun. Pengangguran? Tidak juga. Meskipun belum memiliki pekerjaan jelas dan terikat oleh suatu instansi, setidaknya aku ada pekerjaan disela-sela penantianku. Penantian pekerjaan ku yang sesungguhnya.
Beberapa orang mengatakan aku keras kepala, yah memang aku keras kepala. Perfectionist? Yah, memang begitulah adanya kebanyakan orang bergolongan darah A. Tapi dibalik itu semua beberapa orang melihatku sebagai orang yang pandai. Hal ini terjadi hanya karna aku lulus lebih awal dibandingkan teman-teman lainnya. Banyak yang bilang kalau lulus pertama atau 3,5 tahun bukan jaminan buat karirnya sukses. Yah, aku paham betul akan hal itu. Tapi 1 hal yang harus kamu tau, setidaknya aku yang tidak terlalu pintar ini bisa lebih rajin dan gigih ketimbang kamu.
Semasa kuliah, sering aku merasa berada di posisi dimana aku tak punya kawan/sahabat karib. Bukan karna aku tak punya teman, bukan. Namun, aku tak punya sahabat yang dimana dia ada di tempat A, pasti ada aku disana. Jika kamu tanya kenapa, aku hanya ingin menjawab,”karena aku ingin punya banyak teman, tidak selalu bersama sebagian kecil orang yang terkesan kuat karna bersatu dengan mereka, memihak satu bagian tertentu. Aku hanya lebih suka bersikap independen”. Namun ada kalanya aku merasa pilihan ku salah. Kenapa? Karena pada akhirnya aku sering terlupakan dan terabaikan.
Sampai akhirnya perhatian itu mulai tertuju pada ku. Setelah aku bisa membuktikan aku pun bisa meskipun tanpa berpangku tangan kepada orang lain, banyak yang memberiku selamat dan mulai banyak nomor baru dan pin bbm baru yang hadir di kontak HP ku. Apakah aku senang? Jelas aku senang!! Hanya saja aku menyayangkan, kenapa perhatian itu baru datang sekarang. Kemudian aku yang keras kepala ini mencoba untuk berlapang dada dan tak ingin orang lain merasakan hal yang sama denganku.
Mungkin aku memang pantas menerima semua ini, tapi aku yakin bahwa selalu ada cerita indah dan hikmah dibalik semua perih dan tangis yang selama ini pernah aku rasakan. Tapi go ahead.. semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan tanpa dia sadari. Maka, jika kau pernah menilai bahwa orang itu salah, janganlah melakukan kesalahan yang sama.

Itu sedikit cerita pribadiku. Maaf apabila ada pihak yang mungkin kurang berkenan, yang pasti terimakasih telah menguatkan ku dan menjadi kawan bahkan saudara ku. Aku bukan lah orang baik, tapi aku akan selalu mencoba untuk selalu menjadi orang yang lebih baik. :)

Rabu, 08 April 2015

Gunung Api Purba, Jogjakarta

Pernah denger yang namanya Gunung Api Purba nggak? Gunung ini terletak di daerah Nglanggeran, Wonosari, Jogjakarta. Buat kesana sih bagusan pas sore, soalnya kita bisa menikmati keindahan sunset. Ada 5 pos dalam pendakian gunung purba. Ketinggian gunung ini hanya tujuh ratusan mdpl, jadi nggak capek-capek banget lah pas naik. Cuman karena buat naik kesana kita harus mendaki berbagai tangga-tangga dan beberapa bagian letaknya diapit oleh tebing batu, jadi jalan lewatnya agak sempit. So buat yang ngerasa gendut, aku saranin diet dulu lah mending. Hehehe

Selain gunung api, ada juga embung. Nah dari embung akan terlihat gunung api purba yang tampak dari bawah. Nggak bakalan rugi deh kalo kesana. Selamat mencoba J


Ini beberapa foto aku pas di Gunung Api Purba





Rabu, 25 Maret 2015

Aku Mengikhlaskanmu

Gemericik air hujan meramaikan kesunyian malam. Kegelisahan hati semakin memuncak dan tak terkendali. Suara jangkring tlah tergantikan dengan suara kodok yang teramat keras dan saling bersahutan, seakan tak menginginkan aku terbelunggu dalam lamunan akan masa lalu.

Masa lalu itu kini hadir kembali setelah sekian lama aku menutup pintu hati dan berhasil memulihkan luka hati. Luka teramat dalam yang dulu sempat menyiksaku kini seakan tergores kembali. Yah, dia sosok yang pernah aku cintai setulus hati dan meninggalkan ku tuk bisa bersama wanita lain, dengan seenak hatinya kembali menampakkan wajahnya setelah sekian lama lenyap dari kehidupanku.

Aku percaya, bukan hanya aku tapi ribuan bahkan jutaan wanitia di bumi ini pernah mengalami hal serupa. Wanita hakikatnya tercipta dari tulang rusuk seorang pria yang terletak didekat hati. Sehingga tak dapat dipungkiri segala perbuatan dan tindakan dari seorang wanita didasarkan pada hati dan mengesampingkan logika.

Tapi kali ini seakan aku kehilangan kunci kepercayaan. Namanya telah begitu sulit aku tuliskan kembali dalam hatiku. Meskipun tak terhitung usahanya tuk memenangkan hatiku kembali, aku tetap tak bergeming. Keras kepala? Mungkin. Tapi itu pilihanku, karna tak sedikit alasan yang kupertimbangkan. Aku memilih untuk mengikhlaskan dia sepenuhnya, setelah semalaman aku berpikir keras dan teramat sulit memejamkan mata.

Mungkin aku bukan lah sosok yang luar biasa yang cantik dan menarik tuk mendapatkan sesosok pria yang ku idamkan. Tapi aku yakin, akan ada sesosok pria yang tulus mencintai ku dan memenangkan hatiku seutuhnya, selamanya, hingga hembusan nafas terakhirku, dan kan menjagaku hingga ajal menjemput. Jadi untuk dia, masa lalu yang sempat menghiasi hari-hariku, TERIMA KASIH DAN MAAF.



Catatan: Bahagialah dengan apapun yang kau miliki dan ikhlaskan lah apapun yang memang tak seharusnya kau miliki.

Jumat, 13 Maret 2015

Love is So Blind? Stop, it!!!


PicSource: www.masden18.files.wordpress.com

Banyak orang yang bilang kalo cinta itu buta. Menurut kamu bener nggak tuh? Aku mah nggak soalnya emang sih cinta itu lebih mengutamakan adanya perasaan dan hati, tapi masak iya logika nggak maen? Aisy...aisy..sangat disayangkan kalo keduanya nggak berjalan bendampingan.
Buat siapapun ya, aku kasih tau. Boleh sih mencintai seseorang dengan tulus, tapi cintailah sewajarnya. Karena kalo kamu mencintai seseorang secara berlebihan, bisa jadi kamu bakalan kena batunya. Sebagai seorang Muslim aku sadar, cinta yang paling kekal dan abadi dari kita hendaknya hanya untuk Allah. Nggak muna sih, hal itu emang nggak gampang, tapi cobalah sedikit demi sedikit untuk menerapkan pemikiran tersebut.
Hal ini serupa dengan, kita sebenernya nggak boleh percaya sepenuhnya sama seseorang, karena hal itu hanya akan membuat kita kecewa. Kita hanya boleh percaya kepada Allah yang nggak akan pernah ngecewain kita. Terus gimana sama orang-orang yang suka bilang Allah itu nggak adil pas lagi ngadepin masalah?

PicSource: www.mywordwizard.com
Sebenernya mereka itu hanyalah kebawa emosi, jadi dengan menutup mata hatinya mereka hanya bisa seperti itu. Yah doain aja moga orang-orang semacam itu cepet disadarin. Amin...
Balik lagi ke soal “Cinta Buta”. Mungkin buat para remaja hal ini masih sangat sulit dihindari, secara remaja identik dengan masa puberitas. Nah itu tugas kita yang udah lebih dewasa buat ngingetin dan bimbing mereka. Terlebih kamu yang berperan sebagai figur seorang kakak. Nggak mau dong adeknya kayak kakaknya yang dulu punya kehidupan kelam? Ya kali dulunya kamu banyak ulah pas masih muda. Eh, sekarang emang udah tua? Ehmmm....aku diem aja deh, emang udah mulai berumur kok. O..ooo...

Terlebih kita kan para calon orang tua, insyaAllah. Jadi harus mulai sejak awal belajar menularkan pola pikir yang bener. Tapi inget, jangan sok-sokan bener. Yang ada bukannya ngedengerin malah orang lain ngejauhin kamu.
Hidup itu penuh misteri. Kapan kita mati, siapa jodoh kita, hanya Allah yang tau. Buat para jomblo, nggak mesti kok ntar kamu  nikahnya lebih lama dari para mereka yang udah punya pacar. Ya kali aja besok yang sekarang punya pacar belum berjodoh sama pacarnya, jadi nggak jadi nikah deh. Pernah denger istilah, “Pacaran Tidak Mendekatkan Diri Pada Jodoh”? nah aku sependapat dengan istilah itu. Bukan berarti aku jomblo ato pengen jomblo lho, tap aku juga nggak tau sampe kapan aku bisa bersamanya dan bakalan sampe nikah nggak sama dia. Sebagai manusia aku cuman bisa usaha buat mertahanin hubungan kami. Selebihnya, kami serahkan kepada-Nya. :)