Read Me

Tampilkan postingan dengan label Geniustik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geniustik. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 April 2017

Hijab Syar’i

 ("sholihah.co")
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Khimar 2 Layer & Pet sholihah.co

Sebelum ngebahas lebih dalam mengenai “sholihah.co”, kali ini Fitria bakalan ngebahas soal hijab syar’i. Di tulisan-tulisan sebelumnya, Fitria sering nyeritain soal perjalanan Fitria dan nulis cerita bernuansa romance, ntah itu pengalaman pribadi atau pun cerita-cerita karangan Fitria sendiri. Nah kali ini, Fitria bakal ngebahas soal Fenomena Hijab Syar’i.

Fitria sendiri nggak ngerti mulai kapan istilah itu muncul. Yang pasti kalo menurut kacamata Fitria sendiri (walaupun Fitria bukan si kerudung berkacamata), yang biasa disebut hijab syar’i itu adalah hijab atau jilbab yang ukurannya relatif besar, menutup dada dan tubuh bagian atas wanita (muslimah). Disini Fitria nggak bakal ngebahas mendalam menurut pandangan dalam Agama Islam, tapi lebih ke memadu padankan pandangan masyarakat secara umum. Karna menurut Fitria sih, ini semua soal proses. Memang wanita muslim di wajibkan berhijab, akan tetapi pada kenyataannya, tidak sedikit wanita muslim yang belum berhijab dan nggak nutup auratnya. Biarlah itu menjadi urusannya bersama Sang Pencipta (Allah S.W.T), karna itu bukanlah kapasitas kita untuk ngejudge dan ngehukum mereka. Daripada ngejudge nggak jelas dan malah bikin kita nambah dosa, mending ngedoain aja biar kita semua bisa lebih baik lagi, termasuk mereka, semoga segera disadarkan dan dibukakan pintu hatinya buat nutup aurat. Bukan kah kewajiban kita untuk saling ngingetin?? Inget ya, sekedar ngingetin, bukan maksa, menggurui atau bahkan menghakimi.
Allah berfirman di dalam Q.S Al-Ahzab Ayat: 59 yang artinya:

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Di era yang serba modern ini, nggak sedikit orang yang ngomong kalo ngapain berhijab kalo mang kelakuannya nggak bagus. Yah menurut Fitria sih itu jangan disamain. Tau kenapa?? Karna kalo pake hijab kan mang kewajiban kita sebagai wanita muslimah, sedangkan akhlak itu hubungannya sama sifat dan tingkah laku. Harusnya sih semua orang didunia emang baik akhlaknya, cuman kan di dunia juga ada setan yang selalu nyari sekutu dan menyebarkan paham-paham melencengnya. Ya biarinlah dia nyari sekutu ato sekedar tim pendukung dan tim hore. Balik lagi, serahkan semuanya kepada Allah. Karna Allah lah yang Maha Adil dan Maha atas segalanya, bukan kita yang hanya seorang hamba-Nya.

Jangankan yang belum berhijab, yang udah berhijab aja banyak kan yang disebut “Jilbobs” dan sebutan-sebutan negatif lainnya. Hargain aja prosesnya. Dosanya ditanggung sendiri kok, cukup jaga pandangan aja bagi kalian para lelaki. Sedangkan buat kalian para wanita, cukup jaga omongan dulu aja kali ya. Sesekali kita kudu bercermin juga.

Nah dari kesemua yang udah Fitria bicarain tadi, sekarang Fitria mau ngomongin soal “sholihah.co”.  Jadi apasih “sholihah.co” itu? Nama “sholihah” sendiri sih diambil dari nama Ibu, jadi Fitria ini anak Sholihah (Read: Ibu Sholihah). Aamiin.... Sementara “co”nya sediri kepanjangan dari collection, cuman kalo misal pada mau berpikir itu kepanjangan dari corporation mah Fitria aminin ae. Kan mang perusahaan Fitria bersama Ibu. Usaha rumahan sih lebih tepatnya. Hehehehe

Khimar pun Cocok Untuk yang Bertubuh Mini



Pashmina Instan 1 Lubang dan 2 Lubang

Udah ah, itu aja dari Fitria kali ini. Ya itung-itu perkenalan “sholihah.co” kan. Jangan lupa follow dan visit instagramnya ya (https://www.instagram.com/sholihah.co/). Bisa order juga via WA (081317929328) atau Line (dyfitria). Buat yang mau kenalan ama Fitria sebagai owner “sholihah.co” atau sebagi penulis blog ini juga bisa. Asal beli produknya dulu. Hahahhaaha....becanda doang itu mah. Mohon maaf juga kalo mungkin ada yang kurang berkenan sama tulisan Fitria diatas. Bukan maksud diri untuk itu. Semoga tidak ada yang tersinggung ato disalah artiin. Kayaknya sih cukup sekian aja dari Fitria. Jangan lupa berbelanja. Nggak apa-apa asal kagak berlebihan. InsyaAllah berkah kalo niatnya dalam hal kebaikan. Kebaikan buat nutup aurat misalnya.

Berikut beberapa koleksi produk dari "sholihah.co" :


Khimar 2 Layer Sholihah
(Bisa di Pakai Bolak Balik)

Khimar Simple Sholihah
(1 Layer)







































Instan Sholihah
(Bergo 2 Layer)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 08 Mei 2016

Cinta dalam Diam

Hay my secret reader, tidak kah kamu bosan menunggu postinganku seperti aku yang bosan menunggu kepastiannya? Becanda kok, aku sedang tidak dalam sebuah penantian saat ini. Hmmm…dalam penatian sih sebenernya, cuman nggak ngerti juga lagi menanti siapa, yang pasti menantikannya yang menganggapku pantas tuk menjadi pendamping seumur hidupnya, iya dia yang dikirimkan Tuhan untuk ku. Dear my secret reader, apa kamu terlalu pemalu untuk sekedar meninggalkan pesan di blog ku? Ato tulisanku nggak cukup baik buat kau nikmati? Ah sudahlah, mungkin kau terlalu keras kepala untuk melakukan itu.


Kali ini Fitria pengen nulis soal “Cinta dalam Diam”. Sepertinya lebih dari 90% orang di dunia ini pernah ngalamin yang namanya cinta dalam diam ini. Tapi banyak tipe orang yang mencintai seseorang dalam diam. Disini aku nyoba mengklasifikasikannya, let’s check this out:

1. Pengagum Rahasia yang Hanya Melihat dan Memperhatikan dari Jauh.

Tipe yang satu ini menurut aku adalah tipe cinta dalam diam yang paling banyak. Karna disini doi cuman berani merhatiin dari jauh, mengagumi bak idola tapi tak pernah berani untuk mendekati bahkan berusaha lebih keras buat lebih mengenal dia yang dicintainya. Jadi menurutku tipe yang satu ini sangat payah kalo dia adalah seorang pria. Karna menurut aku, segimanapun juga, pria itu dituntut untuk berani.

Satu hal yang sering aku bingungin sama pria. Dia bilang dia suka, sayang, bahkan cinta sama seseorang, tapi belum maju dan usaha aja udah minder duluan takut karna sering bokek lah, tampang pas-pasan lah bahkan ancur, ato nggak punya kendaraan pribadi buat nganterin dia yang dicintai pulang bareng. Hey, kalian para pria payah, ini pesen dari aku. Wanita baik itu nggak ngelihat itu semua, tau kenapa? Karna seorang wanita baik akan menerima mu apa adanya, nggak pernah nuntut macem-macem dan akan selalu setia menemanimu berjuang. Meskipun kebanyakan setelah ditemani berjuang, pas sukses si pria malah milih bersama wanita lain. Tapi itulah salah satu godaan pria. Yang pasti tips berharga buat kalian adalah, wanita sangat suka dihargai dan diperhatiin. Sekeras papun dia, dia akan luluh kok suatu saat. Asal kamu juga pantang menyerah untuk berusaha mendapatkannya.

Tapi masalahnya adalah, jodoh dan rejeki kan udah ada yang ngatur, jadi pas kamunya emang nggak berjodoh ama dia jangan langsung pengen bunuh diri juga, jangan sepesimis gitu. Kan ada peluang 50:50, siapa tau dia memang jodohmu, jadi nggak ada salahnya mencoba kan? Karna ketulusan itu tak ternilai harganya. Yang namanya tulus itu hampir serupa dengan ikhlas yang tak pernah meminta reward atas semua yang udah dilakuin.

2. Cuman Berani Ngodein dan Ngungkapin Perasaannya dengan Dibecandain.

Tipe ini nih yang ngeselin. Serius dibecandain, becanda diseriusin. Tipe yang satu ini biasanya tipe-tipe orang humoris. Jadi dia itu ngungkapin perasaan cuman lewat kode-kodean dan buat becandaan. Jadi si dia yang kamu taksir pasti bakalan takut kegeeran bahkan lebih memilih menganggap semua ucapan mu itu bener-bener becanda. Eh, pas kamu berani ngungkapinnya malah dia mikir kamu becanda dan maenin perasaannya selama ini. Ati-ati lho, karna ini banyak kejadian. Jadi jangan suka becanda pake perasaan ya, eh jangan suka becandain perasaan maksudnya. Mending daripada kode-kodean gitu, lebih baik blak-blakan aja. Itu lebih enak kok walo pasti deg-degannya juga lebih-lebih. Goodluck!!

3. Mencintai dalam Diam, Akhirnya Mengungkapkan Cintanya, Tapi Lebih Memilih Mengagumimu Tanpa Berani Berkomitmen.

Ada juga yang tadinya sebenernya udah suka tapi suatu ketika baru berani mengungkapkannya. Sayangnya, dia pun masih tetep ragu dan nggak yakin setelah mengungkapkannya. Alhasil tanpa mengajak komitmen dia lebih memilih untuk tetap menjadi pengagum rahasia saja. Padahal harusnya udah bukan rahasia lagi sih, karna toh si dia udah tau. Tapi itu adalah sebuah pilihan dan pastinya dia akan kecewa juga sama pilihan kamu itu. Tau kenapa? Karna dia yang tak tau menau sebelumnya dan akhirnya tau, pasti udah mulai membuka hatinya buatmu juga. Bahkan bisa jadi dia punya perasaan yang sama denganmu dan kamu lebih memilih untuk menjauh. Bukankah itu sangat disayangkan? Tapi mungkin kamu bukan yang terbaik untuknya dan dia bukan yang terbaik untukm juga. Ato bisa jadi hubungan kalian akan dipersatukan disaat yang lebih tepat, disaat sama-sama siap. Yang pasti tetep ngejaga hubungan kalian untuk selalu baik, bahkan lebih baik. Meskipun pasti akan canggung diawal-awal.

4. Dia Mencintai dengan Tulus Tapi Hanya Mampu Memberikan Perhatian dan Selalu Ada Untukmu.

Tipe ini ketulusannya lebih terbukti nih. Hampir sama kayak tipe 1, cuman tipe ini biasanya sering dialami dia yang mengalami friendzone. Tau kan friendzone? Yap, sahabat jadi cinta gitu deh. Jadi tipe ini selalu ada disaat dia yang dicintai lagi butuh temen buat apapun, termasuk buat sekedar curhat, bahkan curhat soal orang yang dia cintai. Sakit sih, sakit pastinya cuman ada kebahagiaan tersendiri yang dirasain orang yag mencintai dalam diam tipe ini. Dan perhatian yang diberikan tipe ini kebanyakan malah melebihi perhatian yang dikasih sama pasangan dia yang dicintai.

Pesen dari aku sih buat tipe ini, mau bagaimanapun kamu harus tetep ngungkapin perasaanmu. Karna gagal tapi pernah mencoba itu lebih baik daripada hanya diam dan gagal tanpa pernah mencoba. Takut merusak hubungan yang udah pernah ada? Nggak usah takut, karna pasti lambat laun dia akan mengerti. Dan biasanya kerusakan hubungan yang bakal terjadi akan terjadi di awal-awal aja dan itu karna faktor kaget aja. Nggak sedikit kok pasangan yang menikah diawali dengan persahabatan . J

5. Dia Mencintai dengan Tulus, Terkesan Cuek, Tapi Punya Komitmen yang Tinggi.

Nah tipe ini nih yang penuh dengan kejutan. Nggak disangka-sangka datengnya darimana, tapi langsung ngajak komitmen. Bahkan dia ada disekitarmu saat ini. Tipe ke-5 ini nggak jauh beda sama tipe 1 dan 4, cuman doi lebih komitmen dan serius untuk menjalin hubungan denganmu. Mungkin selama ini diapun terlihat tak pernah peduli dan cuek ke kamu, tapi dia ternyata memendam rasa yang begitu besar dan selalu menyebut namamu dalam doanya. Bersyukurlah jika kamu dicintai orang tipe ini. Karna sebenernya cinta bukan hanya soal memamerkan kebahagian mu bersama pasanganmu di sosial media, update status romantis buatnya dan selalu memamerkan kemesraanmu bersamanya, melainkan tentang bagaimana kamu menjaganya, menjaga hubungan kalian, dan berkomitmen untuk melangkah bersama untuk menghalalkannya. Karna tak sedikit pasangan yang bertahun-tahun pacaran dan putus di tengah jalan dan kalah sama orang yang baru dikenalnya beberapa bulan aja. Ya, itulah salah satu indahnya misteri cinta. Kadang kita pasti penasaran siapa jodoh kita, hingga kita lupa bagaimana kita mempersiapkannya sebelum dipertemukan dengannya, yah mempersiapkan diri dengan memperbaiki diri. Karna kita tidak akan pernah tau, jodoh ato ajal yang akan menjemput kita terlebih dahulu.

Jadi, termasuk tipe yang mana kamu?????? J
Source: www.elmina-id.com

Sabtu, 07 Mei 2016

NgeHITSnya Jadi Anak Gunung (Dibaca: Pendaki Gunung)

Ntah sejak kapan tepatnya Mendaki Gunung menjadi salah satu hobi favorit kebanyakan orang (di Indonesia pada khususnya). Dulu pas aku masih make seragam putih abu-abu, rasanya hanya segelintir orang yang kalo bukan bener-bener pecinta alam nggak berani naek gunung. Honestly, aku ingin mendaki gunung sejak lama. Seperti halnya jadi seorang blogger, aku pun ingin mendaki gunung. Bisa dibilang itu adalah impian dan keinginan terpendamku. Terlebih kakak pertamaku adalah salah satu pecinta alam semasa kuliah, cuman setau ku karna terganjal restu orang tua, hanya pertama dan terakhir gunung yang pernah ia daki, yaitu Gunung Lawu.

Sayangnya mendaki gunung sepertinya hanyalah suatu impian yang nggak bakalan terwujud bagiku (pada saat itu). Banyak tawaran dari temen-temen kampus buat aku ikut gabung naek gunung bareng mereka, hanya saja karna dengan alasan klasik, yaitu tidak adanya restu orang tua, aku selalu mengurungkan niat ku untuk mewujudkan impianku selama ini. Tak seperti menjadi blogger yang bisa aku wujudkan diwaktu menjadi seorang mahasiswa, impian untuk menjadi seorang pendaki gunung aku wujudin ketika aku menjadi seorang pegawai. Yah seorang pegawai di ibukota.

Ibukota awalnya merupakan tempat yang sangat membosankan, keras, dan sesak bagiku. Bukan hanya karna jam kerja yang jauh dari kata normal serta kemacetan yang udah bukan merupakan rahasia publik lagi, ibukota tidak pernah membuatku merasa nyaman dengan padatnya kendaraan di jalan raya, gang-gang kecil dipenuhi tikus-tikus yang berlarian diantara selokan, sampah yang menggunung dimana-mana, gedung-gedung bertingkat, perkantoran yang sangat banyak dan sibuk, serta pusat-pusat berbelanjaan yang memang bukan merupakan tempat yang aku sukai. ALAM. Aku sangat merindukan keasrian, keindahan, dan kesegaran alam. Hingga aku dipertemukan dengan mereka, sebut saja MMG.

Banyak hal yang aku pelajari dari mereka, baik tentang persahabatan, persaudaraan, kekeluargaan, bagaimana menikmati keindahan dengan alam, bagaimana ketika kita berada di alam, apa yang harus dipersiapkan sebelum mendaki, apa saja yang tidak boleh dilakukan, bagaimana menjaga satu sama lain, bagaimana untuk saling menjaga ego, bagaimana saling mencintai,……*eh, kok cinta? Iya mencintai sebagai anggota tim, kalopun emang ada yang cinlok dan mungkin bakalan sah nantinya, jodohkan nggak ada yang tau.

Yang pasti kita bukan termasuk anak gunung yang cuman pengen ngehits dan ikut-ikutan tapi lebih tepatnya para pencari kebahagiaan karna beratnya tuntutan kerjaan dan bosan dengan hiruk pikuknya ibukota. Cuman sebelum aku gabung mah kebanyakan dari mereka adalah temen kampus, jadi naek gunung udah menjadi hobi mereka sejak masih dibangku kuliah bahkan ada yang sejak sekolah. Jadi sangat beruntung bisa dipertemukan dengan mereka. Jadi bisa belajar banyak dan dari sumber terpercaya serta terlatih tentang bagaimana mendaki gunung dengan baik dan benar. Karna keselamatan adalah yang paling utama.

Banyak yang bisa kita pelajari dari naek gunung, baik tentang bagaiman menahan ego dan pada saat tertentu kita juga harus cepat mengambil keputusan yang tepat, serta bagaimana kita bekerja dalam tim. Jangan sampai ada salah satu anggota tim yang tertinggal karna hal tersebut sangatlah berbahaya. Jangan pernah malu bertanya ketika tidak tau, bahkan meminta berhenti ketika kau lelah. Yang uni dari naek gunung adalah katanya sifat asli orang bisa terlihat ketika naek gunung. Karna seseorang yang mengatakannya padaku meskipun baru pertama ketemu dan kenal aku, udah bisa nebak gimana watak asliku, padahal bisa dibilang aku yang biasanya jauh berbeda dari aku yang sebenernya. Nggak percaya? Coba aja. J Tapi naek gunung bukan untuk coba-coba ya.

Saat ini fenomena anak hits macem-macem. Adanya meninggal karna melakukan pose dan pengambilan foto di area berbahaya, ada yang menginjak dan merusak tanaman hingga rusak dan mati, ada yang katanya pecinta alam tapi malah menebar dan meninggalkan sampah sembarangan hingga merusak alam tersebut, pokoknya aneh-aneh deh. Termasuk anak hits pendaki gunung. Mulai dari pakaian yang dikenakan, persiapan apa saja yang telah dilakukan, bekal apa saja yang dibawanya, tidak jarang mereka menggunakan pakaian yang tidak aman dan hanya menitik beratkan pada fashion, ada yang hanya naek gunung karna ikut-ikutan dan biar dibilang keren, pokoknya aneh-aneh deh. Sangat disayangkan jika segala sesuatu yang baik tidak diawali dengan niat baik pula, karna akhirnya akan berujung pada hal yang tidak baik. Sangat disayangkan, saat ini udah susah menikmati keindahan alam dengan ketenangan. Khususnya di gunung. Saat ini setiap weekend, terutama long weekend, gunung udah kayak pasar. Jadi rasanya udah beda dan malah pas libur mending di kota aja. Tau kenapa? Karna tempat-tempat wisata pasti bakalan penuh. Hahahaha….*padahal gegara semua planning harus dicancel.


Source: lamperantheexplorer.blogspot.com
Oke, Guys khusus dari aku, jangan sampe merusak lingkungan ya dan bawa sampahmu kembali pulang, kecuali sampah organik yang memang mudah terurai. Dan jangan ambil apapun kecuali gambar (dibaca:foto) juga kenangan. Sekian dari aku, Fitria yang sebenernya belum bisa dibilang anak gunung tapi cukup bilang aja aku penikmat alam. Karna sesedih apapun, alam selalu bisa membuatku tersenyum lebar, tertawa lepas dan melupakan sejenak semua masalah yang ada. Ohy, Guys…jangan pernah juga pergi bahkan mendaki gunung tanpa ijin pihak kluarga mu ya. Itu sangat tidak dianjurkan!!!! Have a nice holiday.

Selasa, 08 Desember 2015

“Thothok Lawang: Ketuk Pintu”

picture source: www.duniaku.net

Tibalah saatnya aku menginjak usia dimana mama tidak lagi minta pulsa tapi lebih dari itu, ya mama minta mantu. Kini usiaku 22 tahun menjelang 23 tahun dan status ku adalah wanita single (dibaca: jomblo). Jadi cewek itu serba salah, salah kalo pas punya pacar terlalu berharap segera dinikahin padahal si pacar masih belum ada keinginan untuk segera melangsungkan pernikahan dengannya karna alasan belum mapan dan sedang meniti karir. Salah juga kalo pas ada orang yang tiba-tiba datang ke rumah dan menanyakan ke orang tua apakah anak gadisnya sudah ada yang punya atau belum dan ingin meminangnya tapi si anak gadis masih enggan. Kenapa salah? Kalo menurut sudut pandangku pada kasus ini itu sih ada banyak alasan. Misalnya kalo diliat dari sudut pandang agama, kan emang harusnya menikah adalah melalui ta’aruf dan dipertemukan oleh pihak ketiga, kalo cocok langsung nikah. Kalo dilihat dari norma kesopanan ato adat istiadat nih (khususnya Jawa), kenapa nolak kalo nggak ada alasan tepat? Sekolah udah nggak, calon lain juga belum ada, terkadang juga buat yang nggak suka ada yang bilang matrelah apalah, banyak.hahahha, serba salah kan??? Padahal jadi cewek itu ribet, bukan? Kalo keseringan nolak pun juga orang yang mau datang meminang takut, jadi enggan dll, kalo asal terima juga nggak mungkin karna menikah adalah sekali seumur hidup (bagi aku pribadi, nggak tau juga kalo bagi kamu, secreat reader ku). Jadi gimana menurut kamu?

Jadi gini lho, yang panjang lebar itu tadi pengantar buat kali ini aku ngomongin soal thothok lawang alias nakokno alias indikasi melamar/awalan melamar. Ya gitu deh jadi cewek itu, “Ujian Bagi Seorang Wanita Adalah Kesabaran, Sedangkan Cobaan Bagi Seorang Pria Adalah Keberanian” itu adalah kata-kata yang pernah aku baca dan selalu aku ingat karna emang setuju banget sama kata-kata itu. Jadi buat kamu yang merasa pria, hendaknya lebih tegas dan jangan kebanyakan bimbang selagi kamu telah menemukan sosok wanita yang tepat untuk menemani sisa hidupmu. Nggak cuman bagimu, tapi juga bagi keluargamu. Karna kalo ngomongin soal nikah itu bukan soal aku dan kamu lagi tapi tentang keluarga mu dan keluarga ku yang akan menjadi keluarga kita.

Sebenernya ketika kamu nanya bagaimana kita tahu dia adalah jodoh kita, aku pun sering mempertanyakan hal tersebut. Sebatas yang aku tahu, jodoh telah ditentukan jauh sebelum kita dilahirkan dan seseorang pernah menjawab pertanyaan di atas itu dengan jawaban yang sebenernya benar tapi kuran grrrrrrrrrrrrr. Dia jawab bahwa kita tau dia jodoh kita ketika dia menikah dengannya. :D

Selama kita tau masih muda, single, dan belum nikah, menurutku sih bukalah hati untuk siapa pun yang ada niatan baik dengan kita. Nggak usah lah ngeliat dia tampan, cantik, ataupun kaya, karna semua itu nggak bakal dibawa mati kok. Carilah berdasarkan ajaran agama dan utamakan karna agamanya. Maukan nantinya ke JANNAH bersamanya? Kalo aku sih mau bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttt!!!!!! Kalo misal ngomongin soal kemapanan seseorang, wajar sih menurut ku. Jadi pantang menyerah aja buat berkarir dan berusaha. Kan memang sebagai manusia kita wajib beribadah seakan bakalan mati besok dan bekerja seakan bakalan hidup selamanya. Tapi kemapanan bukanlah alasan utama buat menunda pernikahan. Bukankah Allah menjamin rezeki kita selama kita berusaha? Danbukankah menikah akan memperlancar rejjeki kita? Karna memang menikah adalah ibadah dan sejatinya hukumnya sunnah, meskipun hukumnya dapat berubah sesuai niatan mereka masing-masing.

Balik lagi soal thothok lawang. Jika kamu adalah wanita dan mengalami kegalauan dimana ada orang datang kerumah, memiliki niatan baik untuk melamar atau baru sekedar berkenalan, tidak ada salahnya mencoba mengenal terlebih dulu. Ya kali doi adalah jodoh yang dikirimkan Allah buak kamu kan. Tapi untuk memutuskan apakah kamu memilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya atau tidak, mintalah petunjukNya, shalat istigharah misalnya. J

pict source: seulrara13.wordpress.com

Nah kalo bagi pria apalagi yang sudah cukup umur untuk menikah, carilah wanita yang memang baik menurutmu dan bisa membuatmu yakin dan memberanikan diri tuk datang ke rumahnya. Jika kamu memang memiliki niat baik dan sudah menemukan sosok wanita yang menurutmu tepat, pastinya kau tak akan membiarkannya berlama-lama menunggu. Karna dalam penantiannya, bisa jadi akan muncul sosok pria lain yang juga menginginkannya tuk menjadi pendamping hidup. Meskipun wanita tersebut memiliki perasaan yang sama denganmu, namun jangan lah kamu mengabaikannya dan hanya berserah diri karena semua manusia telah diciptakan berpasang-pasangan dan telah ditentukan siapa jodohnya, tapi bukan kah kita wajib untuk berusaha? Berusaha memperbaiki diri dan mendekatkan diri padaNya sudah pasti, akan tetapi bagiku sebagai seorang pria yang perlu dipegang adalah omongan dan komitmennya. Jika terlalu pasrah dan berserah diri sepertinya pria akan jauh dari kata wibawa. Itu sih menurutku pribadi, boleh dong berpendapat, toh aku juga belum nikah jadi semua hanyalah dari sudut pandang aku yang masih single ini (dibaca: jomblo).

pict source; www.gambar-katakata.com



Sekian dari aku, terimakasih sudah berkenan membaca. Dengan senang hati akan lebih bahagia jika ada kritik dan saran di kotak komentar dari kami untuk ku lebih belajar. J

Rabu, 27 Mei 2015

Semangat di Masa Kanak-Kanak


Pagi ini aku udah melebarkan senyuman karna suatu hal kecil. Sepele sih sebenernya. Pas berangkat ke kantor ada anak kecil yang lagi berjalan di jalan beraspal. Umur anak itu sekitar 2-3 tahunan, usia belajar jalan gitu deh. Nah sedangkan ibunya lagi asik mengobrol dengan yang lainnya. Pas aku melintas, ibu-ibu itu baru menyadari hal itu dan langsung triak takut anak itu tertabrak, tapi aku hanya tersenyum melihat anak itu karna si anak cuga tersenyum seakan berkata, “Yey, aku berhasil meloloskan diri dan berjalan sejauh ini. Mama, aku bisa”. Saat itu aku berpikir, betapa bersemangatnya kita dulu belajar dan berlatih. Sebelum bisa jalan, kita mau untuk ngesot (dalam bahasa Jawa: Nggangsur), kemudian mulai merangkak, merayap, dan akhirnya berdiri, berjalan, hingga berlari. Tapi sekarang, ketika sudah bisa semua itu, hanya untuk belajar dan mencari pekerjaan, kita sudah mengeluh. Betapa payahnya kita.


Ingatlah, betapa orang tua kita bersabar dalam berjuang melihat anak-anak mereka sukses. Tanpa menyerah memeras keringat. Esok, kita akan mengalami hal itu, karna kita adalah calon Bapak dan Ibu, Mama dan Papa, Ayah dan Bunda. Yes, we are. Jadi sekarang, ketika ingin menyerah, ingatlah masa kanak-kanak kita itu. Kenapa? Karna harusnya pas kita sudah sedewasa ini, kita harus bisa lebih baik, bahkan jauh lebih baik daripada semasa kecil. gampangnya masak iya kita kalah sama anak kecil? J yakinlah, kita pasti bisa!! Semangat dan Bismillah buat kita semua. Selalu bersyukurya, Sist, Bro. J

Selasa, 19 Mei 2015

Di Balik Kata: "Long Last ya"

Pernah nggak sih kamu didoain orang, “Long last  ya” ato “Happy Ending ya” ? Eh ternyata beberapa tahun kemudian kamu ato dia udah sama yang lain. Seringkan yang kayak gini. Nah, ya emang kayak gitu sih. Namanya juga masih nyari pelabuhan hati yang terakhir bener-bener terakhir. Well, nah dengan kejadian kayak gitu, cukup senyum aja lah. Anggap aja itu semua adalah perjalanan dan pelajaran hidup. Siapa sih orang yang niat jadian sama orang buat putus? Pasti pengennya buat lama, bahkan selamanya. Tapi apadaya, orang nikah aja bisa cerai gimana orang yang baru sekedar pacaran.
Awal-awal jadian: romantis, bahagia, ngerasa dunia milik berdua dan yang lain cuman ngontrak, sedangkan kurun waktu agak lama udah agak ribut-ribut, cemburuan, ini itu hingga akhirnya kalo pasangan tersebut nggak bertahan akhirnya hubungan merekapun kandas. Yang udah kandas gitu seringnya susah banget move on. Trauma gitu deh jadinya. Tapi pas udah ketemu sama orang baru yang dirasa lovable jadi nempel banget deh.
Nggak masalah sih sama yang baru bahkan dalam tempo yang relatif cukup cepet. Cuman jangan mpe komunikasi dan silaturahmi sama yang lama keputus. Jangan sampe deh. Ohy, pernah nggak kamu mikir kalo kamu nggak pantas buat siapapun? Aku pernah.

Tapi Allah menyadarkan ku melalui orang-orang baik bahwa semua orang pasti pernah punya masa lalu yang kelam sekalipun, tapi yang terpenting adalah gimana dia sekarang dan nanti. Karna masa lalu nggak mungkin bisa kembali, yang mungkin adalah memperbaiki semuanya. Semangat berjuang kamu, siapapun kamu yang ingin mengubah hidupmu buat jadi lebih baik dari kemarin dan saat ini. J

Jumat, 13 Maret 2015

Cintai Hidupmu, Cintai Profesimu


Sebagai seorang manusia, kita berkewajiban untuk berusaha, berdoa, dan bertawakkal. Untuk mau jadi apa kita nanti dan mau bekerja sebagai apa, itu semua akan sesuai dengan sebesar apa usaha yang telah kita lakukan. Kalo kita nggak mau usaha, jangankan bisa jadi apa yang kita inginkan, hidup nyaman aja rasanya bakalan susah.
Aku pernah denger kata-kata yang selalu aku ingat, “Jadi orang yang tidak hanya mengejar pekerjaan karena uang, sebab jika kita bekerja sebaik mungkin uanglah yang akan mengejar kita”, dan saya percaya itu. Mungkin sekarang aku belum menjadi orang yang memiliki pekerjaan tetap atau bisa dibanggakan, tapi suatu saat nanti aku yakin bakalan bisa jadi orang yang patut dibanggakan.
Pekerjaan apapun yang kita lakukan nantinya tidak hanya diukur dari seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, melainkan sebesar apa yang bisa kita lakuin buat tempat kita kerja. Pekerjaan itu pilihan, yang penting kita nyaman berada di sana. Semisal kalo kita adalah cewek, kita lebih milih jadi ibu rumah tangga. Apakah itu pilihan yang salah? Jawaban dariku adalah “TIDAK”. Karena selama kita bisa jadi ibu yang baik buat anak-anak kita dan juga jadi istri yang sholihah, insyaAllah kita bisa bekerja dengan baik dan keputusan yang diambil adalah tepat. Tapi ingat, jadilah ibu rumah tangga yang berwawasan luas dan modern. Jadi pas kita bertemu dunia luar rumah, kita bisa bersaing dan nggak kalah jauh.

Terus apakah harus punya jabatan dan gaji yang tinggi? nggak kok, bekerjalah dengan nggak hanya berorientasi dengan uang, tetapi juga ibadah. Jadi intinya nggak usah takut buat bakalan jadi apa kita, tapi tetep berusahalah yang terbaik. Kalo perlu jadilah wirausaha biar bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Semoga sukses buat kamu, aku, dan dia. Amin J

Senin, 29 Desember 2014

Resolusi 2015? Oh, Penghujung 2014

Hey, Fitria come back!!
Apa kabarmu, Teman-temanku?
Lama terasa tidak bertemu.
Walau pun aku selalu  sok sibuk.
Kini ku datang hanyalah untukmu. (Long Live Familiy-Endank Soekamti)

Source: arryrahmawan.net

Iyap, kali ini Fitria pengen ngebahas soal kata mainstream, “RESOLUSI” yang biasa dipake menjelang pergantian taun kayak gini. Resolusi menurut aku sendiri adalah upaya seseorang buat ngerubah ato merbaikin idupnya. Yah itu menurut aku, ya kalo kamu, dia, dan mereka punya definisi lain soal itu ya silakan (*bisa nulis di kolom komentar-sekalian promo. :D). Tapi bukan kah kita harusnya ngelakuin perbaikan diri tiap hari, bukan harus nunggu pergantian taun kayak sekarang ini?
Ya emang sih aku bukan orang baik, tapi kamu harus percaya kalo aku selalu mencoba lebih baik kok walo banyak melesetnya. (*Cie aku kamu) Ahihihihi......semua orang kan mang cuman bisa ngerencanain, Allah lah yang mengijabahi. (ngeles doang sukanya).
Balik lagi ke topik semula soal “RESOLUSI”. Oke resolusi 2015 aku sendiri yang pasti aku belum pengen nikah (:D) yaiyalah, modal idup aja belum ada, mau wisuda dulu dong, kerja, kuliah lagi mungkin kalo ada kesempatan (Amin), jadi tambah rajin, nggak emosian, makin meningkat juga ibadahnya. Satu lagi, moga ditahun 2015 aku bisa deket sama orang yang sayang ma aku. Hehehe, kayaknya itu malah kayak harapan ya?
“RESOLUSI” itu kayak aku sama kamu yang kemaren belum sempet nemu kejelasan, tapi kali ini harus diperjelas. Kayak kamu yang dulu nggak bahagia ma dia dan sekarang lebih memilih mencoba menjalani semua bersamaku dan mencari kebahagiaan bareng. Kayak kamu yang dulu selalu enggan nerima ato milih aku, tapi sekarang kamu sadar kalo akulah yang terbaik buat kamu. Kayak aku yang selalu setia nungguin kamu dan akhirnya perjuangan tak sia-sia dengan abisa bersamamu saat ini. Kayak dulu aku dan kamu sering bertengkar dan mencoba berpisah, tapi sekarang kita masih bisa bersama dan hubungan kita semakin membaik dan luar biasa. Singkat kata sih kalo pengen bahagia bersamanya ato berhasil memenangkan hatinya, kamu harus pantang menyerah dan kalo kata orang jawa “Wani Perih” (*Ini kalo RESOLUSI diliat/diibaratin sebagai cinta)
“RESOLUSI” itu kayak mahasiswa tingkat akhir yang sekuat tenaga, otak, dan doanya buat ngajuin topik/judul skripsi dimana harus dimulai dari mencari jurnal dan membuat matriks hingga setia menanti tanda tangan dosen yang entah kapan tibanya dan kapan selesai bertugasnya di luar sana, tapi tetep harus ditolak beberapa kali, hingga akhirnya diterima. Kayak mahasiswa tingkat akhir yang lagi mencoba setia buat bisa bimbingan skripsi bersama dosen pembimbingnya meskipun terkadang harus menguatkan tekad dan mental terlebih dulu. Iya, soalnya terkadang kita harus siap buat nerima konsekuensi kesalahan yang kita lakukan atas kekurangpahaman. Pada initinya kalo pengan cepet wisuda, mahasiswa semester akhir harus gigih dan senantiasa kuat dalam berusaha. (*Ini RESOLUSI kalo diliat/diibarat perjuangan mahasiswa semester akhir)

Jadi, kalo ngomongin soal “RESOLUSI” cukup dengan dibarengin usaha keras, nggak cuman OmDo (Omong Doang) hingga akhirnya semua “Resolusi” yang kamu bikin nggak cuman sekedar wacana yang nggak terealisasi. Sekian dari Fitria, makasih kamu yang mau baca tulisanku dan mampu ngobatin rasa rinduku buat ngeblog lagi. Maklum, aku kan maren abis berpaling sama skripsweet ku (dibaca: skripsi)

Minggu, 05 Januari 2014

TAMAN JOMBLO (Edisi Jomblo)

Belakangan ini kalangan anak muda digegerkan dengan adanya apa yang dinamakan “Taman Jomblo”. Sebelum Fitria ngomong lebih lanjut soal ini, ada baiknya kita telusuri bareng-bareng sisi historisnya. Taman Jomblo, terdiri dari taman dan jomblo. Menurut KBBI, taman adalah kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dsb. Tapi kita sendiri bisa mendefinisikan taman sebagai tempat yang cukup luas, enak dipakai buat santai bersama keluarga atau kesayangan mungkin (anjing peliaraan contohnya #sante mblo, nggak bakal bikin kalian envy tanpa ada pacar kok :D). 
Sedangkan jomblo? What is it? Jomblo itu sama kayak single kalo menurut aku. Yang mana dia nggak ngejalin hubungan lebih (soalnya kalo nggak jelas namanya HTS/TTM/digantung) dan jelas dengan orang (bisa jadi lawan jenis bisa jadi sejeni, seperti fenomena yang belakangan marak) yang dia pilih (karena belum tentu disayang).

Sabtu, 02 November 2013

Tuhan Maha Tau, tapi Ortu Cukup Tau

Guys, disini sebagai seorang anak, Fitria pengen deskripsiin soal kecukup tauan Bonyok (bokap nyokap) kita dan kesoktauan kita.

Well, first, I want to tell you why I said like that. Diliat dari umur aja udah keliatan kalo Bonyok lebih duluan ngerasain asam, manis, pahit, n’getirnya dunia ini. Sering kali sebagai anak muda (buat situ yang masih ngaku muda, tapi bukan karna udah tua ngaku muda) kita ngerasa pinter dan sok tau atas semua hal yang kita hadapi. Sering dalam pikiran kita, bonyok tuh punya pemikiran yang kolot n’ nggak ngertiin apa mau n’maksud kita.

Bonyok biasanya ngelarang kita ngelakuin sesuau hal yang kita pikir baik, tapi menurutnya malah sebaliknya. Apalagi sering pendapat itu muncul tanpa alasan yang jelas, hanya ada larangan. Sebagai pemuda yang berintelectual  aku yakin, kamu pada nggak terima kalo ada larangan tanpa alasan yang jelas atau bahkan bukti empiris. Sebenerny orang pinter debat sama pinter ngeles tuh beda tipis lho.

Based on that argument, we can summarize the conclusion that we need any explanation from anything which support the suggestion. While our parent often do the kebalikannya. So what must we do if we don’t want to be a rebellious child for them?

Aku pribadi pengen kasih saran walo sebenernya masih sulit Fitria terapin sendiri. Diem aja pas Bonyok ngomel ini itu, iyain aja apa maunya walo mungkin kita nggak suka. Tapi kalao kita punya pendapat lain, omongin aja abis Bonyok ngomong. Jangan sana ngomong, sini ngomong. Yang ada ntar malah adu mulut. And than, minta lah maaf atas apapun yang mungkin udah kamu lakuin n’nyakitin perasaan mereka.

Guys, sebenernya kebeneran ortu kita pun nggak mutlak, terkadang kita juga bisa lebih bener dari mereka. Tp sadar atau nggak sadar, pendapat ortu lebih sering bener n’tebakannya pun tepat. Apa yang mereka pikirkan mungkin nggak sejalan sama kita, tapi percaya deh, sebenernya mereka punya jalan lain yang bahkan bisa bikin kita ngerasa W.O.W gara-gara saking nggak nyangkanya. Fitria bakal kasih contoh real dalam kasus ini.

Pertama, ada aku sahabatan sama seseorang. Doi punya pacar beda agama. Keduanya bisa dibilang pacaran udah lama sekitar 5 taun. Keluarga kedua belah pihak selalu nentang hubungan mereka, terlebih karna dari kedua belah pihak nggak pengen pindah ke agama lain. Parahnya, si cowok yang merupakan sahabatku sendiri sempet nyalahin agama yang ngelarang pernikahan berbeda agama. Sebagai sahabat yang baik aku cuman bisa ngasih penjelasan ke dia semampu ku. Dan akhirnya mereka putus. Tapi walaupun galau cukup lama, doi dapet cewek baru dan Alhamdulilah Islam pula. Sampai saat ini. Sebenernya  Fitria pribadi nggak nentang adanya pacaran beda agama, selama mereka saling menghargai. Cuman kalau pas nikah nanti, sebagai orang Islam aku pribadi nyaranin buat kita kaum muslim mempertahankan agama n’keyakinanan kita sejak lahir ini lah. Bukankah penyebaran agama Islam di Indonesia juga dilakukan selain melalui perdagangan juga melalui pernikahan? Tapi yang namanya kepercayaan/agama kan tanggung jawab masing-masing individu kepada Allah/Tuhan. Buat yang nggak berani ambil resiko, jalin hubungan aja dengan pemeluk agama sama. Hehehe.

Kedua, Fitria punya  sahabat cowok yang bisa dibilang deket sekitar 6 tahun yng lalu. Doi pengen banget punya motor dan nggak jarang doi cekcok sama nyokapnya karna hal itu. Sbenernya nggak sepenuhnya doi pengen motor baru, tapi cukup motor lama yang diservice n’maybe rirombak juga biar lebih kece. Tiba saatnya dimana kejadian itu bermulai. Nyokap si doi sakit mendadak (yaiyalah, sakit selalu dateng dadakan kellleees, nggak pernah permisi dulu) dan hampir seminggu setelah nyokap sahabatku itu sakit, diketaui bahwa nyokap sakit stroke. Doi suka nangis setelah tau hal itu. Doi ngerasa selama ini nggak pernah jadi anak baik, selalu jadi bad boy n’selalu bikin ortu sedih.


Ketika doi nangis di kamar, tiba-tiba nyokap yang berbaring dikamar manggil dan bilang kalo ada uang di lemari, Rp 15.000.000,- buat beli motor. Mumpung ortunya masih idup n’bisa beliin motor. #bayangin aja kalo kalian ada di posisi sahabat Fitria itu, ngerasa makin bersalah pastinya. Tapi yang terpenting Guys, apa yang bisa kita lakuin buat bikin bahagia Bonyok n’keluarga kita saat ini, lakukanlah. Sebelum semua terlambat. Karna penyesalan selalu dateng terlambat. Good Luck, Guys. Salam sayang Fitria buat Keluarga kamu semuanya :*

Jumat, 04 Oktober 2013

Tulang Rusuk Takkan Tertukar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Fitria yakin kalau semua orang pasti pernah ngerasain kegalauan karna asmara. Kalau kamu bilang nggak, pasti kamu belum pernah ngerasain apa yang namanya jatuh cinta, atau mungkin pernah ngerasa jatuh cinta tapi nggak pengen milikin dia dalam waktu deket, melainkan tuk masa depan.

Well, sebenernya yang mau Fitria omongin ini lebih mengarah ke kasus yang sering dihadapin oleh para jomblower. Tapi jomblower nggak selamanya galauwer, walau kebanyakan sih gitu. :D Nah, berhubung Fitria juga dalam keadaan jomblo, jadi pernah juga ngerasain apa yang kalian rasain, Mblo.

Selama dua tahun ngejomblo, Fitria juga pernah ngerasain apa yang namanya galau, sering malah. Tapi belakangan Fitria mikir setelah dalam masa jomblo itu Fitria deket sama beberapa cowok dan punya gebetan juga, apa sih arti semua itu. Toh endingnya yang halal adalah suami/istri kita kan?

Mblo, nggak usah sedih atau pun minder karna kamu nggak punya pacar. Soalnya disisi lain, sebenernya Allah melindungi kita dari mara bahaya yang dinamakan nafsu. Emang nggak munafik kalau orang bilang pacaran itu penting buat kita tau sifat dan watak sang pacar, tapi kalau berlebihan dan ujung-ujungnya putus kan nyesek dan bikin sakit ati.

Buat kamu pada yang udah punya pacar, bukan berarti Fitria nentang. Cuman kalau bisa, pacarnya dijagain ya, bukan malah dinodain. J Kan banyak tuh sekarang, bilang sayang ujung-ujungnya malah ninggalin luka. Masih mending kalau luka hati, kalau luka-luka yang lain? Na’udzubillah. Satu hal lagi, jagalah hubungan kalian. Belajarlah jadi orang yang bertanggung jawab, dimana ngelakuin semua tindakan harus komitmen, nggak asal.

Lanjut soal kamu, Mblo.. eh, kita aja, kan aku juga termasuk jomblo. Kadang kita kangen buat dapet SMS dengan panggilan atau pun ucapan sayang. Atau mungkin hanya sekedar ngasih perhatian kecil seperti, “Udah makan? Cepetan makan, ntar sakit lho/ntar maghnya kumat lho” atau “Bobok gieh, udah malem. Jangan lupa mimpiin aku ya”. Bisa juga, “Pagi, sayang..tidurnya semalem nyenyak? Ayo cepetan mandi, biar nggak ncut lagi. Kan hari ini kita mau jalan bareng. Udah kangeee..n.” Ada yang pernah dapet SMS atau malah ngirim SMS sejenis itu? Hehehe, jangan malah tambah galau lho karna kangen diperhatiin gitu.

Besides,kita dengan status jomblo ini dapet SMS aja udah syukur. Soalnya biasanya seharian nggak ada yang namanya ring tone nyala. Giliran ada SMS masuk malah dari operator. Nggak tau harus seneng karna sebagai customer kita diperhatiin atau harus marah karna nggak ada yang ngarepin dapet SMS darinya. Jadi nggak heran kalau para jomblowers pada doyan maenan sosmed (sosial media), kayak mig33, friendster, facebook, twitter, line, kakao talk, bbm, dsb.

Mblo, selagi kita mampu bersyukur, marilah kita bersyukur kepada-Nya. Toh karna kita jomblo, kita nggak harus lapor 1x24 jam ketika kita mau ngelakuin sesuatu. Selain itu, kita juga lebih bebas deket atau pun kenal banyak orang tanpa ada yang terlalu ngekang atau ngebatasin karna cemburu. Ada lagi, kita bisa sesuka mungkin hangout bareng temen-temen kapanpun yang kita mau tanpa pusing atur jadwal ketemuan atau ngedate.

Tapi Mblo, is oke buat mereka yang udah punya pacar. Kita sebagai jomblo yang bijak n’kece haarus ngedukung mereka n’selalu ngingetin mereka tentang batas-batas yang ada. Bukan mengecam atau pun ngelarang-larang nggak jelas tanpa alasan mendasar. Hak mereka kok, hidup-hidup mereka. So, nggak masalah buet kita, asal mereka nggak cari masalah sama kita.

Tulang Rusuk Dekat dengan Hati
Kalau pun suatu saat Allah telah berkehendak, kita pasti akan dipertemukan dengan orang yang udah dipersiapin Allah buat kita jauh sebelum kita lahir. Dan insyaAllah, dialah yang terbaik buat kita. Ingat, “Tulang Rusuk Takkan Tertukar”, jadi nggak usah khawatir kita nggak akan ketemu sama jodoh kita. Yang penting, kita jalani n’hadapi semua yang ada dulu. Ingat firman Allah, “Berdoalah seakan-akan besok kau akan mati. Dan bekerjalah seakan-akan kau akan hidup selamanya.”


Demikian dari Fitria, semoga bermanfaat. Jangan lupa buat saling mengingatkan ya, kan yang namanya manusia suka khilaf. Wassalamu’alaiku..

Minggu, 07 Juli 2013

Serba-serbi Ramadhan (Puasa) Masa Kanak-kanak

Assalamu'alaikum..

Ingatkah kalian momen puasa ketika awal-awal belajar puasa? Bertepatan dengan bulan Ramadhan yang bentar lagi dateng, disini fitria bakal ngajak temen-temen semuanya buat nostalgia bareng.

Puasa merupakan ibadah wajib yang harus dijalanin oleh semua umat Islam yang udah baligh. Tapi untuk usia kanak-kanak yang belum diwajibkan, orang tua kita pasti bakalan ngajarin kita buat nyoba puasa. Banyak taktik yang dipakai buat ortu ngebujuk si anak untuk mau berpuasa, mulai dari bilang kalau puasa dapat pahala sampai ntar kalo mau puasa dibeliin mainan.

Ibadah puasa selalu di awali dengan sahur dan diakhiri dengan berbuka, yaitu dari sebelum imsak hingga maghrib tiba. Namun gaya puasa orang dewasa dan anak-anak dibawah umur umumnya  berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan nyata yang terlihat berdasarkan pengamatan fitria:

Pertama, sahur itu bebas. Nggak mesti harus sebelum imsak, jam kita sarapan pun bisa dijadiin jam sahur menurut mereka. Bukan salah mereka juga sih, karna mereka belum tau bener soal aturan puasa, maka nurut aja sama ortu. Padahal niat si ortu cuman belum begitu tega mengganti jam makan anak n’ membangunnya terlalu pagi ketika dia tidur terlelap dengan posisi tidur imut, memeluk hangat teddy bear mereka, sambil meneteskan mutiara cair dari dalam mulutnya.

Kedua, puasa tiga per empat hari. Hal yang  umum dilakukan dikalangan anak-anak TK adalah puasa setengah hari ,namun puasa ¾ hari pun tidak kalah pamornya dibanding dengan puasa ½ hari. Alih-alih telah berhasil melakukan puasa setengah hari dimana ketika adzan dzuhur berkumandang berarti tiba saat buat para kaum cilik berbuka puasa, mereka pun ingin naik level. Karna masih belum mampu puasa beneran yang harus menunda lapar hingga maghrib tiba, mereka pun berinisiatif untuk berbuka ketika tiba waktu ashar. It’s so briliant I think.


Ketiga, soal hal-hal apa saja yang dilarang n’disahkan ketika puasa. Nangis, dulu sih waktu aku kecil denger kalo puasa nggak boleh nangis. Padahal niat larangan itu biar kita nggak cengeng aja. Lagian sebenernya, yang bikin puasa kita batal saat kita nagis adalah air mata kita yang sewaktu-waktu bisa masuk ke mulut. Ngupil, bukan maksud aku buat jorok cuman emang kadang anak-anak mikir kalo ngupil itu nggak boleh pasa puasa. Sebenernya sih boleh-boleh aja, cuman jangan dalem-dalem aja. Karna Allah tau kok kalian semua kan nikmatin banget apa itu ngupil, bahkan gue yakin kalian juga doyan upil, selain doyan ngupil. :D

Keempat, kadang orang tua kita suka bilang kalau kalau kita nggak puasa, kita nggak boleh ikut lebaran. Jadi  karna masih polos n'lugunya kita, kita nurut aja kata BoNyok. kita kan anak penurut, berbakti kepada orang tua. Hehehe . Amin...

Selamat menjalankan ibadah puasa semuanya. semoga ibadah puasanya diterima oleh Allah SWT. Amin.. Perbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan yang suci n'penuh berkah ini ya Temans..Wassalamu'alaikum :)

Jumat, 05 Juli 2013

Tak Lekang oleh Korup

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaa, dsb) untu keuntungan pribadi atau orang lain. Dalam pengertian tersebut dapatkita pahami bahwa korupsi merupakan suatu tindakan yang dapat merugikan seorang atau negara (KBBI).

Belakangan banyak banget kasus soal korupsi, terutama yang terjadi di kalangan pemerintah. Tapi sadar nggak kalian kalau selama ini kita pasti pernah ngelakuin apa yang namanya korupsi itu. Ah, nggak usah ngelak deh, ngaku aja loe sebelum loe digebukin polisi buat mau ngakuinnya. (#Loe pikir terdakwa?) Termasuk orang-orang yang ngaku-ngaku anti n’pemberantas korupsi tuh.

Nggak cuman kasus gede seperti wisma atlet n’century, yang sebenernya paling banyak terjadi tuh sebenernya kasus kecil. Sebenernya korupsi itu udah mulai dilakuin sejak kita kecil. Inget nggak pas loe masih kecil suka disuruh bokap loe beliin rokok di warung. Bukannya loe beliin uang kembaliannya buat beli jajan. Korupsi bukan tuh namanya?

Lagi, jaman loe masih sekolah disuruh beli buku paket atau sekedar LKS buat literatur belajar kalian di sekolahkan? Nah, itu juga peluang emas bagi kalian buat ngelakuin tindakan korupsi kecil-kecilan. Harga LKS yang sebenernya Rp 4.500,- loe bilang ke BoNyok kalo harganya Rp 5.000,- bahkan lebih. Itung aja tuh kalo mapel (mata pelajarannya) 10 aja, udah untung minimal Rp 5.000,-. (#Kok dikit??? Namanya juga masih kelas teri. : )

Nambah lagi buat kalian yang suka dititipin temen buat fotocopy tugas atau buku. Uang kembaliane pasti dikantongin buat jajan, bilangnya sih sebagai ganti ongkos jalan. :D

Apa lagi ya kira-kira??hmm..amm...

Oh iya, seringkali kalian minjem alat tulis temen cuman nilai mereka berkurang, padahal kalo cuman pinjem kan harus balik secara utuh. Contohnya aja pas loe minjem tipe-x, pen, atau pensil. Pasti isi/tintanya berkurang, korupsi juga kan tuh. #maksa karna kehabisan bahan.

Buat cewek-cewek juga. Kalo pas minta minyak wangi n’alat make up kayak bedak, lipstik, maskara, blash on, so on, mereka suka bilang minta dikit biar dibolehin ama yang punya, tapi ujung-ujungnya mintanya banyak. Soalnya loe pasti nggak bakal puas kalo cuman make dikit, jadi ya sebenernya tetep banyak walo tadinya bilang dikit. Toh si pemilik nggak bakalan bilang nggak lagi karna make up dah kepake, nggak mungkin jg dong kalo make up yang udah di pake dibalikin lagi. Emang bisa?-”bisa”. Caranya? Hapus make up dengan air atau pembersih wajah cair, kemudian peres lagi di wadah make up. Haha, jorok banget ya.

Nah, itu sebagian kecil contoh korupsi yang kita lakuin saat kita masih bocah.  Walau pun kayak gitu, loe nggak usah ngerasa bersalah secara berlebihan. Soalnya yang terpenting gimana kita kedepannya. Jangan sampe korupsi makin menjadi, kalo makin menjadi loe bisa jadi penerus Gayus n’ Melinda Dee dong?? Cetarrrr....(^_^) Na’udzubillah deh. Lindungi kami dari segala godaan syaitan yang terkutuk ya Allah. Amin ya Robbal ‘Alamin


Minggu, 23 Juni 2013

Kenakalan Masa Remaja = Kecerdasan Masa Remaja


Hai Bro n’Sist, kali ini gue bakalan ngebahas soal masa remaja. Nah, masa remaja itu kan masa yang menggebu-gebu dimana kita selalu ingin keliatan wah n’wow. Di sini gue bakalan kupas tuntas soal kenakalan remaja. Sekarang hal yang kita butuhin cuman mengenang masa lalu, masa lalu kita di bangku SMP atau pun SMA. Alasannya adalah karna masa remaja itu identik dengan masa SMP n’SMA.
Tanpa disadari sebenernya yang dibilang remaja penuh dengan kenakalan itu salah. Mungkin banyak dari kalian nggak setuju sama pendapat gue ini. Tapi sebelum loe semua protes, gue bakal nyampein beberapa bukti kongkrit yang bersumber dari pengalam gue pribadi lewat analisis kehidupan sehari-hari para remaja. Karna gini-gini gue juga pernah muda, termasuk makan bangku SMP juga MA. (#jangan tiru adegan ini, karna adegan ini cuman bisa dilakuin oleh profesional)
Berikut adalah beberapa contoh nyata keberanian remaja SMP n’SMA yang sering dianggap sebagai kenakalan:
1.    Inget nggak jaman SMP dimana ada larangan bawa HP (khususnya yang berkamera) di sekolah? Nah, sering banget kan abis upacara bendera di hari Senin atau pun hari-hari biasa tiba-tiba guru-guru nggeledahin tas n’laci meja siswa buat SiDak (inspeksi mendadak) alias operasi. Dari kasus ini kecerdasan para murid terlihat jelas melalui cara mereka nyembunyiin HP, diantaranya nyemunyiin HP mereka di atas salon (sound sistem) yang biasanya dipasang di pojok atas kelas n’ berfungsi buat pengeras suara.

2. Waktu ulangan harian atau ujian jenis apapun (termasuk ujian akhir sekolah (UAS)/nasional (UN)) nggak sedikit dari para remaja melakukan fraud seperti nyontek temennya atau pun ngepek (bawa catatan kecil saat ujian). pernah nggak kalian dengerin crita guru kalian soal murid cewek yang nyimpen ataupun nulis catetannya di (maaf sebelumnya) paha. Guru yang baik sih langsung negur biar nggak diulangin lagi, tapi kalo guru yang pinter (khususnya cowok) dalam ngambil kesempatan atau menyikapi keadaan, pasti malah dinikmatin tuh momen kayak gitu. Astaghfirullahal’adzim. Untung guru gue dulu baik, jadi beliau langsung minta ke guru cewek buat gantiin ngawas. Ngakunya sih gitu.. (^_^)

 3.  Poin ketiga ini soal sepatu. Kadang di beberapa sekolah ngewajibin siswanya buat make sepatu item. Seperti halnya HP, sepatu pun sering di operasi. Buat murid yang udah terlanjur punya sepatu bukan item kayak abu-abu atau bahkan putih mensiasatinya dengan nyemir sepatu mereka dengan warna item. Mungkin ini nggak begitu lazim, cuman gue pribadi pernah kok ngelakuinnya, tapi jaman gue SD. Hehe :D

 

4.  Abis sepatu, sekarang naik ke rok, bagi cewek yang pasti. Buat para murid kan rok mini atau diatas lutut bagi yang nggak berjilbab itu dilarang. Nah, murid cewek yang kreatif n’pengen slalu tampil trendy itu bikin rok mereka tetep pendek, aslinya diatas lutut, tapi bagian pinggangnya agak turun (istilah di tempat gue sih medel). Tapi anehnya sekolah juga belakangan ngelang adanya rok medel ini. Lha terus gimana harunya, terlalu pendek nggak boleh, tapi medel n’udah nutupin lutut tetep nggak boleh? Kadang orang dewasa membingungkan, suka ngelarang tanpa alesan.

Dari kesemua contoh kecerdasan para remaja semasa SMP n’SMA diatas, loe ngalamin yang poin berapa aja? Setuju nggak ama gue? So, mulai sekarang jangan deh kalian sekali-kali bilang mereka itu anak-anak nakal. Karna sebenernya mereka itu cerdas n’kreatif, sudut pandang loe aja yang terlalu negatif ke mereka. :p


(Demikian coretanku kali ini, nantikan coretan-coretanku selanjutnya. Yang pasti semua ini nggak niat buat bikin perdebatan, melainkan cuman buat bikin kalian senyum atas sisi positif yang kita liat. Kalau ada salah-salah kata mohon maafin fitria ya).