Read Me

Rabu, 08 April 2015

Gunung Api Purba, Jogjakarta

Pernah denger yang namanya Gunung Api Purba nggak? Gunung ini terletak di daerah Nglanggeran, Wonosari, Jogjakarta. Buat kesana sih bagusan pas sore, soalnya kita bisa menikmati keindahan sunset. Ada 5 pos dalam pendakian gunung purba. Ketinggian gunung ini hanya tujuh ratusan mdpl, jadi nggak capek-capek banget lah pas naik. Cuman karena buat naik kesana kita harus mendaki berbagai tangga-tangga dan beberapa bagian letaknya diapit oleh tebing batu, jadi jalan lewatnya agak sempit. So buat yang ngerasa gendut, aku saranin diet dulu lah mending. Hehehe

Selain gunung api, ada juga embung. Nah dari embung akan terlihat gunung api purba yang tampak dari bawah. Nggak bakalan rugi deh kalo kesana. Selamat mencoba J


Ini beberapa foto aku pas di Gunung Api Purba





Rabu, 25 Maret 2015

Aku Mengikhlaskanmu

Gemericik air hujan meramaikan kesunyian malam. Kegelisahan hati semakin memuncak dan tak terkendali. Suara jangkring tlah tergantikan dengan suara kodok yang teramat keras dan saling bersahutan, seakan tak menginginkan aku terbelunggu dalam lamunan akan masa lalu.

Masa lalu itu kini hadir kembali setelah sekian lama aku menutup pintu hati dan berhasil memulihkan luka hati. Luka teramat dalam yang dulu sempat menyiksaku kini seakan tergores kembali. Yah, dia sosok yang pernah aku cintai setulus hati dan meninggalkan ku tuk bisa bersama wanita lain, dengan seenak hatinya kembali menampakkan wajahnya setelah sekian lama lenyap dari kehidupanku.

Aku percaya, bukan hanya aku tapi ribuan bahkan jutaan wanitia di bumi ini pernah mengalami hal serupa. Wanita hakikatnya tercipta dari tulang rusuk seorang pria yang terletak didekat hati. Sehingga tak dapat dipungkiri segala perbuatan dan tindakan dari seorang wanita didasarkan pada hati dan mengesampingkan logika.

Tapi kali ini seakan aku kehilangan kunci kepercayaan. Namanya telah begitu sulit aku tuliskan kembali dalam hatiku. Meskipun tak terhitung usahanya tuk memenangkan hatiku kembali, aku tetap tak bergeming. Keras kepala? Mungkin. Tapi itu pilihanku, karna tak sedikit alasan yang kupertimbangkan. Aku memilih untuk mengikhlaskan dia sepenuhnya, setelah semalaman aku berpikir keras dan teramat sulit memejamkan mata.

Mungkin aku bukan lah sosok yang luar biasa yang cantik dan menarik tuk mendapatkan sesosok pria yang ku idamkan. Tapi aku yakin, akan ada sesosok pria yang tulus mencintai ku dan memenangkan hatiku seutuhnya, selamanya, hingga hembusan nafas terakhirku, dan kan menjagaku hingga ajal menjemput. Jadi untuk dia, masa lalu yang sempat menghiasi hari-hariku, TERIMA KASIH DAN MAAF.



Catatan: Bahagialah dengan apapun yang kau miliki dan ikhlaskan lah apapun yang memang tak seharusnya kau miliki.

Jumat, 13 Maret 2015

Love is So Blind? Stop, it!!!


PicSource: www.masden18.files.wordpress.com

Banyak orang yang bilang kalo cinta itu buta. Menurut kamu bener nggak tuh? Aku mah nggak soalnya emang sih cinta itu lebih mengutamakan adanya perasaan dan hati, tapi masak iya logika nggak maen? Aisy...aisy..sangat disayangkan kalo keduanya nggak berjalan bendampingan.
Buat siapapun ya, aku kasih tau. Boleh sih mencintai seseorang dengan tulus, tapi cintailah sewajarnya. Karena kalo kamu mencintai seseorang secara berlebihan, bisa jadi kamu bakalan kena batunya. Sebagai seorang Muslim aku sadar, cinta yang paling kekal dan abadi dari kita hendaknya hanya untuk Allah. Nggak muna sih, hal itu emang nggak gampang, tapi cobalah sedikit demi sedikit untuk menerapkan pemikiran tersebut.
Hal ini serupa dengan, kita sebenernya nggak boleh percaya sepenuhnya sama seseorang, karena hal itu hanya akan membuat kita kecewa. Kita hanya boleh percaya kepada Allah yang nggak akan pernah ngecewain kita. Terus gimana sama orang-orang yang suka bilang Allah itu nggak adil pas lagi ngadepin masalah?

PicSource: www.mywordwizard.com
Sebenernya mereka itu hanyalah kebawa emosi, jadi dengan menutup mata hatinya mereka hanya bisa seperti itu. Yah doain aja moga orang-orang semacam itu cepet disadarin. Amin...
Balik lagi ke soal “Cinta Buta”. Mungkin buat para remaja hal ini masih sangat sulit dihindari, secara remaja identik dengan masa puberitas. Nah itu tugas kita yang udah lebih dewasa buat ngingetin dan bimbing mereka. Terlebih kamu yang berperan sebagai figur seorang kakak. Nggak mau dong adeknya kayak kakaknya yang dulu punya kehidupan kelam? Ya kali dulunya kamu banyak ulah pas masih muda. Eh, sekarang emang udah tua? Ehmmm....aku diem aja deh, emang udah mulai berumur kok. O..ooo...

Terlebih kita kan para calon orang tua, insyaAllah. Jadi harus mulai sejak awal belajar menularkan pola pikir yang bener. Tapi inget, jangan sok-sokan bener. Yang ada bukannya ngedengerin malah orang lain ngejauhin kamu.
Hidup itu penuh misteri. Kapan kita mati, siapa jodoh kita, hanya Allah yang tau. Buat para jomblo, nggak mesti kok ntar kamu  nikahnya lebih lama dari para mereka yang udah punya pacar. Ya kali aja besok yang sekarang punya pacar belum berjodoh sama pacarnya, jadi nggak jadi nikah deh. Pernah denger istilah, “Pacaran Tidak Mendekatkan Diri Pada Jodoh”? nah aku sependapat dengan istilah itu. Bukan berarti aku jomblo ato pengen jomblo lho, tap aku juga nggak tau sampe kapan aku bisa bersamanya dan bakalan sampe nikah nggak sama dia. Sebagai manusia aku cuman bisa usaha buat mertahanin hubungan kami. Selebihnya, kami serahkan kepada-Nya. :)


Cintai Hidupmu, Cintai Profesimu


Sebagai seorang manusia, kita berkewajiban untuk berusaha, berdoa, dan bertawakkal. Untuk mau jadi apa kita nanti dan mau bekerja sebagai apa, itu semua akan sesuai dengan sebesar apa usaha yang telah kita lakukan. Kalo kita nggak mau usaha, jangankan bisa jadi apa yang kita inginkan, hidup nyaman aja rasanya bakalan susah.
Aku pernah denger kata-kata yang selalu aku ingat, “Jadi orang yang tidak hanya mengejar pekerjaan karena uang, sebab jika kita bekerja sebaik mungkin uanglah yang akan mengejar kita”, dan saya percaya itu. Mungkin sekarang aku belum menjadi orang yang memiliki pekerjaan tetap atau bisa dibanggakan, tapi suatu saat nanti aku yakin bakalan bisa jadi orang yang patut dibanggakan.
Pekerjaan apapun yang kita lakukan nantinya tidak hanya diukur dari seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, melainkan sebesar apa yang bisa kita lakuin buat tempat kita kerja. Pekerjaan itu pilihan, yang penting kita nyaman berada di sana. Semisal kalo kita adalah cewek, kita lebih milih jadi ibu rumah tangga. Apakah itu pilihan yang salah? Jawaban dariku adalah “TIDAK”. Karena selama kita bisa jadi ibu yang baik buat anak-anak kita dan juga jadi istri yang sholihah, insyaAllah kita bisa bekerja dengan baik dan keputusan yang diambil adalah tepat. Tapi ingat, jadilah ibu rumah tangga yang berwawasan luas dan modern. Jadi pas kita bertemu dunia luar rumah, kita bisa bersaing dan nggak kalah jauh.

Terus apakah harus punya jabatan dan gaji yang tinggi? nggak kok, bekerjalah dengan nggak hanya berorientasi dengan uang, tetapi juga ibadah. Jadi intinya nggak usah takut buat bakalan jadi apa kita, tapi tetep berusahalah yang terbaik. Kalo perlu jadilah wirausaha biar bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Semoga sukses buat kamu, aku, dan dia. Amin J