Read Me

Minggu, 15 Februari 2015

Pulau Sempu, Malang

Stasiun Kota Batu
Malang emang salah satu kota di Indonesia yang punya banyak banget destinasi wisata. Mulai dari pantai, pegunungan, maupun di pusat kotanya. Walopun nama kotanya “Malang”, tapi kota itu tak semalang namanya. *ngomong apaan sih aku?? Abaikan sajalah. Yang pasti kamu nggak bakalan kecewa deh kalo jelong-jelong (dibaca: jalan-jalan) kesana.
Contohnya aja kota batu. SeBATU itu aja punya banyak banget tempat wisata, apalagi seMALANG. Tapi di sini aku bakalan cerita soal tempat-tempat yang udah aku kunjungin bareng temen-temen bolang aku sekitar 8 bulan lalu sih. Sebelumnya aku udah pernah ke Malang sebelumnya, tapi waktu itu pas acara rekreasi SMP gitu deh. Dulu akunya ke Coban Rondo sama Jatim Park 3 kayake. Duh, aku lupaaaa...kalo nggak 3 ya 1 deh.
Oke lupain aja cerita SMP aku di Malang, karena waktu itu aku masih amat polos dan cuman bisa follow guru-guru ku yang ntah melangkahkan kakinya kemana. Beda cerita sama jalan-jalanku 8 bulan yang lalu. Secara aku yang udah jadi seorang mahasiswa, nyoba buat ngebolang dengan duwit hasil tabungan aku selama ini. Semarang-Malang kita tempuh dengan kereta kelas ekonomi dengan harga tiket Rp 65.000 (*seinget ku). Rombongan kita yang hampir berjumlah 20 anak mendarat di kota Batu dan langsung nego-nego harga sama kendaraan pribadi yang kita sewa secara murah meriah, gratis tour guide (dibaca: angkot dan sopirnya) selama beberapa hari di Malang. Setibanya di sana aku bareng temen-temen langsung nyari penginapan. Banyak banget pilihan penginapan, tinggal pinter-pinter kita milihnya aja. Dan malam itu juga kita menemukan tempat yang pas banget buat kita. Pas di dompet, pas di hati, pas juga fasilitas dan lokasinya. Abis naruh barang-barang, kita pun berjalan manuju Batu Night Spectacular (BNS). Cukup menapakkan beberapa kaki dari penginapan, kita udah sampe di sana. Saking deketnya malahan bisa liat BNS dari balkon penginapan. :D Nih foto kita di BNS:
Batu Night Spectacular

Keesokan harinya pas lagi nyari sarapan di pasar deket sana, kita pun mampir ke Batu Sekret Zoo, Jatim Park 2. Gegara belum buka, kita mah bebas-bebas aja foto didepannya. Hehehe, baru siangnya kita ke sana bareng serombongan bolang. Mampir juga ke Masjid Turen yang katanya dibangun sama jin. tapi sebenernya sih nggak. ke Bakso Presiden juga lho kita. warungnya di pinggiran rel kereta. rasa dan suasanya, beuhhhhh....nagih!! Foto kita ada banyak nih...
 
Bakso President

Batu Secret Zoo

Masjid Turen (Tampak Atas)

Pulau Sempu adalah tujuan utama kita. Pulau Sempu sebenernya bukanlah tujuan wisata, karena Pulau Sempu merupakan salah satu cagar alam atau semacam tempat yang dilindungilah. Setiap orang yang mau ke sana harus melalui beberapa prosedur dan ngantongin ijin dari pihak berwenang. dan pada umumnya yang pasti diijinin buat ke sana adalah dalam rangka melakukan penelitian. Aku denger-denger juga mulai 2015, wisatawan nggak boleh ke sana lagi alias nggak di buka buat umum. Yah, dengan alesan perlindungan itu tadi.

Buat ke segara anakan, perlu sekitar sejam (tergantung orangnya juga sih) buat tracking menelusuri hutan. Terlebih kalo pas musim ujan, kamu patut ati-ati banget. Licin, cyiiiin. Tapi yang pasti nggak bakalan nyesel dan perjuangan kamu nggak bakalan sia-sia. Inget, jaga kebersihan, bawalah sampahmu pulang setelah kamu juga akan pulang. Kasihan sodara-sodara kamu di sana kalo makan sampah-sampah kamu itu (dibaca: kera). Hehehe, soalnya banyak banget kera disana. Ketenangan bakalan kamu dapetin di sana. Super deh suasananya. Dulu sih gegara ke sananya weekend jadinya pas rame banget. Tapi tetep asoy Cuy...:* Nih aku liatin foto-fotonya aku bareng temen-temen pas di Sempu.
Kadang ombaknya sampai naik tebing dan tingginya beberapa meter, so be careful

Perkemahan dari atas tebing
Swim..swim..swim..makin ke tengah makin dalem
Di tengah tracking nih

Baru turun dari kapal penyeberangan, siap tracking

Jumat, 13 Februari 2015

Pejuang Surga

picture by: kaskus

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya sakit, sampe-sampe belakangan ada lagu yang ngehits, “Sakitnya tu disini...”.
Nggak sedikit orang yang suka ngeluh pas dia ngerasain sakit. Keluh kesah yang ada itu seringkali membuat orang lain risih. Mungkin orang seperti itu salah satu orang yang kurang perhatian, jadi ingin meluapkan segalanya disosmed ato orang lain.
Sering kita temui sosok-sosok pengemis yang menengadahkan tangannya untuk berharap belas kasihan orang lain. Tapi sosok-sosok itu sekarang tidak mampu menggetarkan hatiku, ya mungkin aku bukan orang yang memiliki jiwa sosial tinggi, hanya saja bukan karna itu. Rasa percaya yang dulu sempat ada, seakan telah sirna. Aku pun tak mau sosok itu selalu berharap dan berpangku tangan tanpa berusaha tuk endapat semuanya sendiri. Ntahlah, mungkin karna banyak pemberitaan miring mengenai hal tersebut. Pengemis yang sebenarnya kaya, dan lain sebagainya. Terlebih ketika para pengemis tersebut mengajak anaknya buat ngemis, itu adalah hal paling tragis yang dilakukan orang tua kepada anaknya selain penganiayaan.
Sebagai orang tua yang baik, hendaknya dia mengajarkan anak-anaknya untuk tetap berjuang dan bekerja keras untuk menghapuskan kemiskinan dari keluarganya. Bahkan orang tua yang baik akan melakukan apapun agar anaknya tak senasib dan merasakan kesakitan yang sama yang dia rasakan.
Seringkali kita dipertemukan kepada orang-orang yang berjuang dengan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki. Banyak juga tulisan-tulisan yang membantu kita sadar akan posisi kita dan melihat orang-orang disekitar kita. Seorang tua renta yang berjalan di antara derasnya hujan dan dinginnya malam dengan menjajakan barang dagangannya yang mungkin tak kita butuhkan. Akan tetapi semua itu hanya dilakukan buat menghindari rasa pasrah dan menyerah akan kehidupannya. Sosok yang luar biasa di mataku, sosok pejuang yang hebat yang senantiasa memperjuangkan hidupnya hanya dengan mendapatkan beberapa rupiah atas peluh yang telah menetes dari sekujur tubuhnya.

Terkadang aku berpikir, kemana keluarga dan anak-anaknya. Ntahlah, hanya saja aku berdoa, semoga meskipun sulit dan sakit, sosok itu akan senantiasa tersenyum dan diberikan kesehatan. Dan aku yakin dan percaya bahwa Allah akan selalu melindunginya dan InsyaAllah menyediakan surga untuknya. Amin

Senin, 29 Desember 2014

Resolusi 2015? Oh, Penghujung 2014

Hey, Fitria come back!!
Apa kabarmu, Teman-temanku?
Lama terasa tidak bertemu.
Walau pun aku selalu  sok sibuk.
Kini ku datang hanyalah untukmu. (Long Live Familiy-Endank Soekamti)

Source: arryrahmawan.net

Iyap, kali ini Fitria pengen ngebahas soal kata mainstream, “RESOLUSI” yang biasa dipake menjelang pergantian taun kayak gini. Resolusi menurut aku sendiri adalah upaya seseorang buat ngerubah ato merbaikin idupnya. Yah itu menurut aku, ya kalo kamu, dia, dan mereka punya definisi lain soal itu ya silakan (*bisa nulis di kolom komentar-sekalian promo. :D). Tapi bukan kah kita harusnya ngelakuin perbaikan diri tiap hari, bukan harus nunggu pergantian taun kayak sekarang ini?
Ya emang sih aku bukan orang baik, tapi kamu harus percaya kalo aku selalu mencoba lebih baik kok walo banyak melesetnya. (*Cie aku kamu) Ahihihihi......semua orang kan mang cuman bisa ngerencanain, Allah lah yang mengijabahi. (ngeles doang sukanya).
Balik lagi ke topik semula soal “RESOLUSI”. Oke resolusi 2015 aku sendiri yang pasti aku belum pengen nikah (:D) yaiyalah, modal idup aja belum ada, mau wisuda dulu dong, kerja, kuliah lagi mungkin kalo ada kesempatan (Amin), jadi tambah rajin, nggak emosian, makin meningkat juga ibadahnya. Satu lagi, moga ditahun 2015 aku bisa deket sama orang yang sayang ma aku. Hehehe, kayaknya itu malah kayak harapan ya?
“RESOLUSI” itu kayak aku sama kamu yang kemaren belum sempet nemu kejelasan, tapi kali ini harus diperjelas. Kayak kamu yang dulu nggak bahagia ma dia dan sekarang lebih memilih mencoba menjalani semua bersamaku dan mencari kebahagiaan bareng. Kayak kamu yang dulu selalu enggan nerima ato milih aku, tapi sekarang kamu sadar kalo akulah yang terbaik buat kamu. Kayak aku yang selalu setia nungguin kamu dan akhirnya perjuangan tak sia-sia dengan abisa bersamamu saat ini. Kayak dulu aku dan kamu sering bertengkar dan mencoba berpisah, tapi sekarang kita masih bisa bersama dan hubungan kita semakin membaik dan luar biasa. Singkat kata sih kalo pengen bahagia bersamanya ato berhasil memenangkan hatinya, kamu harus pantang menyerah dan kalo kata orang jawa “Wani Perih” (*Ini kalo RESOLUSI diliat/diibaratin sebagai cinta)
“RESOLUSI” itu kayak mahasiswa tingkat akhir yang sekuat tenaga, otak, dan doanya buat ngajuin topik/judul skripsi dimana harus dimulai dari mencari jurnal dan membuat matriks hingga setia menanti tanda tangan dosen yang entah kapan tibanya dan kapan selesai bertugasnya di luar sana, tapi tetep harus ditolak beberapa kali, hingga akhirnya diterima. Kayak mahasiswa tingkat akhir yang lagi mencoba setia buat bisa bimbingan skripsi bersama dosen pembimbingnya meskipun terkadang harus menguatkan tekad dan mental terlebih dulu. Iya, soalnya terkadang kita harus siap buat nerima konsekuensi kesalahan yang kita lakukan atas kekurangpahaman. Pada initinya kalo pengan cepet wisuda, mahasiswa semester akhir harus gigih dan senantiasa kuat dalam berusaha. (*Ini RESOLUSI kalo diliat/diibarat perjuangan mahasiswa semester akhir)

Jadi, kalo ngomongin soal “RESOLUSI” cukup dengan dibarengin usaha keras, nggak cuman OmDo (Omong Doang) hingga akhirnya semua “Resolusi” yang kamu bikin nggak cuman sekedar wacana yang nggak terealisasi. Sekian dari Fitria, makasih kamu yang mau baca tulisanku dan mampu ngobatin rasa rinduku buat ngeblog lagi. Maklum, aku kan maren abis berpaling sama skripsweet ku (dibaca: skripsi)

Rabu, 27 Agustus 2014

Tangisan Seorang Pria

Cengeng merupakan sebutan yang melekat bagi setiap manusia yang mudah tersentuh dan gampang nangis. Isilah ini kerap diidentikkan dengan seorang wanita, akan tetapi jika kita pahami sebuah perasaan, pria pun akan bisa menangi, karena dia juga adalah seorang manusia. Beruntunglah kita para wanita karna bisa dengan bebas menangis. Lihatlah para pria! Sesakit apapun yang dia rasakan, dia sangat sulit tuk mengeluarkan air mata. Dan hal itu bisa menambah deretan rasa sakit yang saat itu dia rasakan.
Menangis itu bisa sangat bermanfaat buat kita. Dari segi kesehatan pun, menangis bisa ngebantu pembersihan mata. Tapi moga aja bukan menangis dengan air mata buaya aja. :D menangislah selama kau bisa menangis, sebelum menangis itu dilarang.
pic by: bantentasi-2113.blogspot.com
 Okta adalah seorang mahasiswa seorang akhir. Dia adalah sesosok pria yang agak pendiem tapi sangatlah setia. Kesetiaannya membuatnya terlihat sangat bijak dan tampan. Rasa percaya yang dia tanamkan kepada Nola, pacarnya. Berbeda dengan Okta, Nola adalah Wanita yanng cerewat dan punya banyak teman. Dia sering keluar bareng cowok lain, dengan seijin Okta pastinya. Rasa cemburu tak pernah tampak di wajak Okta, hanya saja dia menyimpan semuanya di dalam hatinya yang terdalam hingga tiba malam itu.
Cinta ibarat pasir yang digenggam oleh tangan. Selama kau memegangnya erat-erat, dia nggak bakal bisa bertahan lama melainkan akan cepat habis. Begitupun ketika kau tak menggenggamnya dengan baik, dia akan terbang terbawa angin dengan mudah. Jadi, genggamlah dia dengan baik, jangan terlalu mengekang atau bahkan terlalu membiarkannya.
Nola, wanita yang lebih pandai bergaul itu cenderung mulai merasa bosan atas perlakuan Okta yang dirasanya cuek. Padahal dibalik kecuekan Okta, dia sangat menyayangi Nola. Hey para pria, janganlah kalian malu atau bahkan takut untuk menunjukkan rasa sayangmu kepada wanita mu. Karna hal itu akan membuat mereka makin menyayangimu, terlebih jika kau berani menunjukkan ke dunia bahwa dia adalah orang yang kau sayangi dan telah memenangkan hatimu selama ini.
Semuanya telah terjadi. Nola mutusin buat pergi, sedangkan Okta yang sebenernya masih menyayangi Nola tapi telah lama memendam rasa sakit karna sikap Nola yang udah sering jalan bareng cowok lain, memnbuatnya tak mampu menahan air matanya lagi. Rasa sakit itu bertambah ketika Nola meneteskan air matanya dan meluapkan isi hatinya seakan dia lelah atas semua sikap Okta yang selama ini cuek. Yah, akhir cerita mereka setelah 5 tahun pacaran ini kandas dengan sebab yang sebenernya sepele. Kurangnya kejujuran dan luapan isi hati, satu sama lainnya. Satu sisi Nola lebih berpikir ke depan tuk berusaha menanfaatkan peluang tuk bisa mengenal pria lain (lagi), sedangkan Okta, pria pendiem dan lebih terkesan pasrah itu memilih tuk belajar ikhlas dan berharap Nola kan bisa lebih bahagia bersama pria lain. Padahal pada kenyataannya, dialah pihak yang sangat tersiksa karna sifat pendiem yang membuatnya menyimpan semua rasa sakit itu sendiri. Hingg akhirnya Okta menyadari, masa lalunya bersama Nola beserta semua kenangannya adalah hadiah terbesar Tuhan tuk menyadarkannya, betapa selama ini dia lemah di depan wanitanya.
Mulai saat itu, dia selalu berusaha keras tuk berubah menjadi sosok pria yang lebih baik, lebih tegas, lebih bersahabat dengan wanita lain, dan yang paling penting adalah lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Yah, selama ini sifat pemalu dan niatan menjaga perasaan Nola, membuat dia enggan tuk sekedar beramah sapa dengan wanita lain. Banyak waktu yang harus dia habiskan hingga akhirnya dia berhasil mengobati rasa sakit yang selama ini tertanam di hatinya. Bahkan dia tak pernah menyadari bahwa banyak wanita yang selama ini menantikan perpisahannya dengan Nola. Febby, wanita cantik bertubuh tinggi dan gemar memakai celana pendek, kaos oblong lengan panjang, sepatu sporty, dan mengikat rambut panjangnya layaknya ekor kuda itu adalah satu diantara puluhan pasang mata wanita yang selalu memperhatikan Okta.
Febby tak pernah memperlihatkan kekagumannya terhadap Okta. Karna dia adalah wanita yang terkesan cuek, jutek, dan nggak banyak ngomong. Walopun dia punya banyak temen pria, tapi Febby adalah wanita setia. Setia pada sahabat-sahabatnya dan setia kepada pasangannya (pasangannya pada saat dulu ngejalin hubungan). Febby hanya bersikap layaknya secret admirer. Tapi dia sebenernya mulai ngedeketin Okta dengan caranya sendiri. Cara dia buat bisa ngeliat okta ngelihat dunia yang lebih luas dan akhirnya nanti Okta mampu melihat dunianya di Febby adalah dengan ngajak Okta gabung sama temen-temennya. Febby tak pernah takut tuk dibilang wanita gampangan, karna menurutnya saat ini, yang terpenting adalah dia bisa mengenal banyak orang. Karna dia menyadari bahwa di dunia ini dia nggak bakal bisa hidup sendiri. Mungkin dia bakalan tetep mampu hidup tanpa Okta sebagai pacarnya, tapi belum pasti Febby bisa hidup tanpa Okta sebagai sahabatnya (soalnya bisa jadi Febby dibunuh sama Okta, kan artinya Febby nggak bisa idup. Hehehe, cuman pengen melepaskan ketegangan kamu sejenak kok).
pic by:banyobiroe.wordpress.com
Hari itu pun tiba. Okta mulai mempertanyakan alesan Febby yang selama ini belum pernah menyapanya, tiba-tiba mendekatinya dan bersahabat baik dengannya hingga saat ini. Tapi ucapan Febby mampu menyadarkan Okta, meskipun sangant singkat. “Aku hanya ingin melihatmu tersenyum kembali bersama dunia mu yang lebih luas dan bebas.” Ucapan itulah yang membuat Okta sadar bahwa Febby udah merhatiin Okta sejak lama. Selain itu, senyum ceria dan ucapan menyenangkan walo terkesan seenaknya yang terucap dari bibir Febby mampu mencerminkan ketulusan hatinya. Sejak saat itu Okta pun sering merhatiin Febby dan sesekali menatap Febby dalam. Ntah apa yang dipikirkan Okta, hanya saja mungkin dia baru menyadari betapa besar Kuasa Tuhan yang telah mempertemukannya dengan Febby yang selama ini udah sabar dan tulus meskipun dia tak pernah bersikap spesial kepadanya. Dan rasa sayang pun mulai tumbuh diantara mereka hingga akhirnya mereka memutuskan tuk menjadikan persahabatan mereka lebih spesial. Sahabat tuk berbai keluh kesah, sahabat tuk menjalani hidup bersama, sahabat dalam satu visi dan misi yang sama, dan nantinya bisa menjadi sahabat dalam satu atap bersama sahabat-sahabat kecil yang nantinya akan ada dan muncul dari kasih sayang persahabatannya (di baca: anak-anak mereka).
pic by: laiyyinurhariri.wordpress.com