Read Me

Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 April 2017

Hijab Syar’i

 ("sholihah.co")
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Khimar 2 Layer & Pet sholihah.co

Sebelum ngebahas lebih dalam mengenai “sholihah.co”, kali ini Fitria bakalan ngebahas soal hijab syar’i. Di tulisan-tulisan sebelumnya, Fitria sering nyeritain soal perjalanan Fitria dan nulis cerita bernuansa romance, ntah itu pengalaman pribadi atau pun cerita-cerita karangan Fitria sendiri. Nah kali ini, Fitria bakal ngebahas soal Fenomena Hijab Syar’i.

Fitria sendiri nggak ngerti mulai kapan istilah itu muncul. Yang pasti kalo menurut kacamata Fitria sendiri (walaupun Fitria bukan si kerudung berkacamata), yang biasa disebut hijab syar’i itu adalah hijab atau jilbab yang ukurannya relatif besar, menutup dada dan tubuh bagian atas wanita (muslimah). Disini Fitria nggak bakal ngebahas mendalam menurut pandangan dalam Agama Islam, tapi lebih ke memadu padankan pandangan masyarakat secara umum. Karna menurut Fitria sih, ini semua soal proses. Memang wanita muslim di wajibkan berhijab, akan tetapi pada kenyataannya, tidak sedikit wanita muslim yang belum berhijab dan nggak nutup auratnya. Biarlah itu menjadi urusannya bersama Sang Pencipta (Allah S.W.T), karna itu bukanlah kapasitas kita untuk ngejudge dan ngehukum mereka. Daripada ngejudge nggak jelas dan malah bikin kita nambah dosa, mending ngedoain aja biar kita semua bisa lebih baik lagi, termasuk mereka, semoga segera disadarkan dan dibukakan pintu hatinya buat nutup aurat. Bukan kah kewajiban kita untuk saling ngingetin?? Inget ya, sekedar ngingetin, bukan maksa, menggurui atau bahkan menghakimi.
Allah berfirman di dalam Q.S Al-Ahzab Ayat: 59 yang artinya:

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Di era yang serba modern ini, nggak sedikit orang yang ngomong kalo ngapain berhijab kalo mang kelakuannya nggak bagus. Yah menurut Fitria sih itu jangan disamain. Tau kenapa?? Karna kalo pake hijab kan mang kewajiban kita sebagai wanita muslimah, sedangkan akhlak itu hubungannya sama sifat dan tingkah laku. Harusnya sih semua orang didunia emang baik akhlaknya, cuman kan di dunia juga ada setan yang selalu nyari sekutu dan menyebarkan paham-paham melencengnya. Ya biarinlah dia nyari sekutu ato sekedar tim pendukung dan tim hore. Balik lagi, serahkan semuanya kepada Allah. Karna Allah lah yang Maha Adil dan Maha atas segalanya, bukan kita yang hanya seorang hamba-Nya.

Jangankan yang belum berhijab, yang udah berhijab aja banyak kan yang disebut “Jilbobs” dan sebutan-sebutan negatif lainnya. Hargain aja prosesnya. Dosanya ditanggung sendiri kok, cukup jaga pandangan aja bagi kalian para lelaki. Sedangkan buat kalian para wanita, cukup jaga omongan dulu aja kali ya. Sesekali kita kudu bercermin juga.

Nah dari kesemua yang udah Fitria bicarain tadi, sekarang Fitria mau ngomongin soal “sholihah.co”.  Jadi apasih “sholihah.co” itu? Nama “sholihah” sendiri sih diambil dari nama Ibu, jadi Fitria ini anak Sholihah (Read: Ibu Sholihah). Aamiin.... Sementara “co”nya sediri kepanjangan dari collection, cuman kalo misal pada mau berpikir itu kepanjangan dari corporation mah Fitria aminin ae. Kan mang perusahaan Fitria bersama Ibu. Usaha rumahan sih lebih tepatnya. Hehehehe

Khimar pun Cocok Untuk yang Bertubuh Mini



Pashmina Instan 1 Lubang dan 2 Lubang

Udah ah, itu aja dari Fitria kali ini. Ya itung-itu perkenalan “sholihah.co” kan. Jangan lupa follow dan visit instagramnya ya (https://www.instagram.com/sholihah.co/). Bisa order juga via WA (081317929328) atau Line (dyfitria). Buat yang mau kenalan ama Fitria sebagai owner “sholihah.co” atau sebagi penulis blog ini juga bisa. Asal beli produknya dulu. Hahahhaaha....becanda doang itu mah. Mohon maaf juga kalo mungkin ada yang kurang berkenan sama tulisan Fitria diatas. Bukan maksud diri untuk itu. Semoga tidak ada yang tersinggung ato disalah artiin. Kayaknya sih cukup sekian aja dari Fitria. Jangan lupa berbelanja. Nggak apa-apa asal kagak berlebihan. InsyaAllah berkah kalo niatnya dalam hal kebaikan. Kebaikan buat nutup aurat misalnya.

Berikut beberapa koleksi produk dari "sholihah.co" :


Khimar 2 Layer Sholihah
(Bisa di Pakai Bolak Balik)

Khimar Simple Sholihah
(1 Layer)







































Instan Sholihah
(Bergo 2 Layer)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 02 Agustus 2016

Roda Cinta

images (2)
source: http://psikologid.com/
Orang bilang, hidup itu seperti roda yang selalu berputar. Menurut ku, hal itu tidaklah salah. Kalau kebanyakan orang memakai kata-kata itu untuk permasalahan perekonomian, kali ini Fitria mau pake analogi ini buat yang lain. Nggak lain nggak bukan adalah soal asmara atau romance yang paling mendominasi coretan Fitria di blog ini.

Cinta itu lucu. Ketika kau belum mendapatkannya, kau akan berjuang keras untuk dapat memilikinya. Tapi ketika kau tlah mendapatkan hatinya, kau sia-siakan begitu saja. Inilah yang sering terjadi dalam suatu hubungan. Bahkan tidak sedikit orang yang lebih memilih untuk mempertahankan hubungan tanpa status dibandingkan dengan hubungan berstatus jelas, pacaran misalnya (*maaf bukan maksud untuk pro pacaran daripada langsung nikah, tolong jangan terlalu sensitif. hiihiI). Apakah kamu tau apa alasannya? Yah, dia takut kehilangan perhatian yang lebih. Karena hubungan tanpa status (dibaca:pedekate) lebih bikin seseorang merasa romantis setiap saat. Coba kalo pacaran, dikit-dikit berantem lah apalah. Secara kan kalo pacaran sifat asli mulai keliatan, apalagi kalo udah nikah yang selalu hidup bareng. J

Well, kalo ada yang nggak setuju pendapat Fitria coba deh diinget-inget lagi. Pas kamu deketin cewek (yang dicontohin si cowok ya), kamu bakalan berusaha semaksimal mungkin buat bikin dia jatuh hati kepada mu. Behhhhh….bahasa nya eyy. Nah, mau si cewek jutek dan cuek juga bakalan gigih aja biar bisa memenangkan hatinya. Bahkan kejutekan dan cueknya si dia dianggep sebagai tantangan. Mikirnya tuh, pasti nanti bakalan setia pas udah jadi pacarnya. Soalnya ke cowok lain bakalan jutek dan cuek kan. Meskipun nggak semuanya mikir kayak gitu, tapi kebanyakan pasti akan berpikiran sama seperti pendapat Fitria.

Sayangnya dijaman sekarang lebih banyak cewek yang agresif, yang deketin si cowok lebih dulu dibandingkan cowok ngedeketin si cewek. Emang bukan masalah siapa yang deketin duluan selama perasaan kedua belah pihak, cuman masalahnya jika cara ngedeketin yang dilakuin terkesan agresif dan ngejar-ngejar banget. Itu yang kagak recommended. Kalem aja kalem, karna cuek itu lebih bikin orang penasaran soal sosok kamu sebenernya. Tapi jangan terlalu cuek juga, ntar kamu malah kehilangan orang yang sebenernya selama ini kamu cari. Eaaaa..

Dan orang yang suka sama kamu dan serius sama kamu sebenernya nggak melulu deketin kamu dengan cara kasih perhatian lebih, karna dia bisa pedekate dengan cara lain. Merhatiin apa yang selama ini kamu obrolin ato ceritain soal diri kamu pas ada dia misalnya. Karna itu adalah salah satu sumber informasi yang bisa dia dapetin soal kamu.

Dan ketika kamu berhasil mendapatkannya, memenangkan hatinya, kamu sia-siakan begitu aja? Seiring dengan berjalannya waktu, kamu lebih tertarik dengan orang lain? Itulah ciri orang kurang bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Haseeeekkkk… dan menyesal lah dia di kemudian hari. Karna sesungguhnya mencintai seseorang itu harus mulai dari kekurangangannya, bukan dari kelebihannya. Cuz…tak kan ada manusia yang sempurna dimuka bumi ini. Sedaaaaaaaap…..


Tapi pesen Fitria buat yang ngerasa pernah disia-siain, nggak usahlah kamu ngerasa terbuang atau semacamnya, karna percayalah….ada banyak orang yang mengharapkanmu selama ini. Hanya saja kamu tak menyadari kehadirannya dan menutup hatimu untuk orang lain. Padahal Tuhan mengerti apa yang kau butuhkan. Dan Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kau mau, tapi lebih ke apa yang kau butuhkan. Jangan lupa bahagia…..karna lebih baik patah hati daripada bikin orang patah hati. :D

Selasa, 24 Mei 2016

Masa Lalu ku Tlah Kembali

Source: www.bedenai.blogspot.co.id
Sebesar apapun kau berhasil dalam melupakan masa lalu mu, terkadang tiba-tiba masa lalu mu kembali, dan usaha mu selama ini untuk melupakannya seakan sia-sia. Masih teringat hangat bagi kita tentang cerita Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Beruntung baginya bahwa Rangga akhirnya kembali setelah sekian lama berpisah dengan Cinta. Bahkan setelah 14 tahun itu, Cinta akhirnya dia bertemu dengan sesosok pria lain yang akan menikahinya.

Yah, Rangga akhirnya kembali dengan kesuksesannya, meskipun dia meninggalkan Cinta dimasa lalu tanpa penjelasan yang jelas. Tapi setidaknya dia bertanggung jawab atas cinta yang telah ia miliki, bahkan yang telah ia sampaikan. Apakah kamu ingin seperti Rangga? Itu adalah sebuah pilihan, dimana kamu harus yakin dan siap untuk merelakan juga jika ending kisah cinta mu tak sebaik itu. Karna belum pasti Cinta mu seperti Cintanya Rangga yang mau memilih masa lalunya kembali daripada memilih seseorang yang telah menggantikanmu selama kau meninggalkannya.

Berbeda halnya dengan sebuah film yang berjudul, “You Are The Apple in My Eye” dimana mereka selalu bersama dan saling mencintai tapi tak pernah bisa bersatu karna sebuah ketakutan dan ketidakyakinan satu sama lain dan hanya mampu melihat wanita yang dicintainya selama ini dinikahi orang lain. Menyesal?? Mungkin. Setidaknya dia berhasil mencium sang mempelai (mempelai pria. Hahahaha, *mohon jangan ditiru adegan tersebut).

Semua kisah yang kau pilih adalah kisahmu yang nantinya dapat kau ingat bahkan kau ceritakan kepada anak cucumu. Langkah yang kau ambil adalah langkah awalmu untuk mengukir seribu kisah dimasa depan mu. Berdoa dan yakinlah sebelum kau melangkah, agar tidak akan ada penyesalan disuatu hari nanti. Dan yang harus kau ingat, terkadang cinta membutakan dan tak berlogika, akan tetapi perasaan dan logika harus lah berjalan beriringan. Seperti halnya sebuah melodi yang berjalan seirama akanlah terdengar sangat indah.


Selamat mengukir kisah cinta masa depanmu.:)

Selasa, 10 Mei 2016

Rindu Itu....

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam telah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada di satu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang separuh
Diriku
(Bimbang: Melly Goeslaw)
Source: www.hipwee.com
Rindu itu bagiku menyakitkan, tapi terkadang bisa menjadi sangat menyenangkan ketika dibalik rasa rindu ada sebuah pertemuan. Akan tetapi ketika kita dalam suatu kerinduan dan tak mampu mengobati rasa rindu itu, rasa ingin membenci pun mulai datang. Namun apalah daya jika rasa cinta telah menutup semua kebencian itu.
Semakin ingin membenci, semakin sulit pula untuk menghapus rasa cinta. Semakin menjauh, dia malah semakin mendekat. Hingga akhirnya kau ingin mengakhiri semuanya dengan pasrah dan membiarkannya menyelesaikan bagiannya yang selama ini dia tinggalkan begitu saja.
Rindu itu menyiksa, rindu itu perih, rindu itu sedih, rindu itu sesak, tapi rindu itu indah. Yah, indah. Karna rindu mengajarkan kita untuk tulus, kuat, dan sabar. Rindu akan membuat kita sadar betapa besar cinta kita kepadanya. Rindu itu akan membuat kita memilih, memilih untuk menunggu dan bertahan atau merelakan dan melepaskan. Rindu itu indah ketika akhirnya kamu akan dipertemukan dengannya. Karna semua rasa rindumu selama ini akan pecah dan meluap.
Jangan pernah salahkan rindu, karna dia adalah bagian dari sebuah cerita perjalanan hidupmu. Tanpa adanya rindu hidup mungkin akan membosankan dan tak akan ada penghargaan atas sebuah pertemuan. Rindu,…..adalah suatu misteri. Layaknya penantian, rindu mampu menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga dapat menghadirkan kekecewaan.

Jika saat ini kamu sedang kerinduan, pejamkan matamu, bernafas lega dan tersenyumlah, karna saat ini diapun sedang merindukanmu. Dan kau tak kan sendiri dalam kerinduan itu. J

Minggu, 08 Mei 2016

Cinta dalam Diam

Hay my secret reader, tidak kah kamu bosan menunggu postinganku seperti aku yang bosan menunggu kepastiannya? Becanda kok, aku sedang tidak dalam sebuah penantian saat ini. Hmmm…dalam penatian sih sebenernya, cuman nggak ngerti juga lagi menanti siapa, yang pasti menantikannya yang menganggapku pantas tuk menjadi pendamping seumur hidupnya, iya dia yang dikirimkan Tuhan untuk ku. Dear my secret reader, apa kamu terlalu pemalu untuk sekedar meninggalkan pesan di blog ku? Ato tulisanku nggak cukup baik buat kau nikmati? Ah sudahlah, mungkin kau terlalu keras kepala untuk melakukan itu.


Kali ini Fitria pengen nulis soal “Cinta dalam Diam”. Sepertinya lebih dari 90% orang di dunia ini pernah ngalamin yang namanya cinta dalam diam ini. Tapi banyak tipe orang yang mencintai seseorang dalam diam. Disini aku nyoba mengklasifikasikannya, let’s check this out:

1. Pengagum Rahasia yang Hanya Melihat dan Memperhatikan dari Jauh.

Tipe yang satu ini menurut aku adalah tipe cinta dalam diam yang paling banyak. Karna disini doi cuman berani merhatiin dari jauh, mengagumi bak idola tapi tak pernah berani untuk mendekati bahkan berusaha lebih keras buat lebih mengenal dia yang dicintainya. Jadi menurutku tipe yang satu ini sangat payah kalo dia adalah seorang pria. Karna menurut aku, segimanapun juga, pria itu dituntut untuk berani.

Satu hal yang sering aku bingungin sama pria. Dia bilang dia suka, sayang, bahkan cinta sama seseorang, tapi belum maju dan usaha aja udah minder duluan takut karna sering bokek lah, tampang pas-pasan lah bahkan ancur, ato nggak punya kendaraan pribadi buat nganterin dia yang dicintai pulang bareng. Hey, kalian para pria payah, ini pesen dari aku. Wanita baik itu nggak ngelihat itu semua, tau kenapa? Karna seorang wanita baik akan menerima mu apa adanya, nggak pernah nuntut macem-macem dan akan selalu setia menemanimu berjuang. Meskipun kebanyakan setelah ditemani berjuang, pas sukses si pria malah milih bersama wanita lain. Tapi itulah salah satu godaan pria. Yang pasti tips berharga buat kalian adalah, wanita sangat suka dihargai dan diperhatiin. Sekeras papun dia, dia akan luluh kok suatu saat. Asal kamu juga pantang menyerah untuk berusaha mendapatkannya.

Tapi masalahnya adalah, jodoh dan rejeki kan udah ada yang ngatur, jadi pas kamunya emang nggak berjodoh ama dia jangan langsung pengen bunuh diri juga, jangan sepesimis gitu. Kan ada peluang 50:50, siapa tau dia memang jodohmu, jadi nggak ada salahnya mencoba kan? Karna ketulusan itu tak ternilai harganya. Yang namanya tulus itu hampir serupa dengan ikhlas yang tak pernah meminta reward atas semua yang udah dilakuin.

2. Cuman Berani Ngodein dan Ngungkapin Perasaannya dengan Dibecandain.

Tipe ini nih yang ngeselin. Serius dibecandain, becanda diseriusin. Tipe yang satu ini biasanya tipe-tipe orang humoris. Jadi dia itu ngungkapin perasaan cuman lewat kode-kodean dan buat becandaan. Jadi si dia yang kamu taksir pasti bakalan takut kegeeran bahkan lebih memilih menganggap semua ucapan mu itu bener-bener becanda. Eh, pas kamu berani ngungkapinnya malah dia mikir kamu becanda dan maenin perasaannya selama ini. Ati-ati lho, karna ini banyak kejadian. Jadi jangan suka becanda pake perasaan ya, eh jangan suka becandain perasaan maksudnya. Mending daripada kode-kodean gitu, lebih baik blak-blakan aja. Itu lebih enak kok walo pasti deg-degannya juga lebih-lebih. Goodluck!!

3. Mencintai dalam Diam, Akhirnya Mengungkapkan Cintanya, Tapi Lebih Memilih Mengagumimu Tanpa Berani Berkomitmen.

Ada juga yang tadinya sebenernya udah suka tapi suatu ketika baru berani mengungkapkannya. Sayangnya, dia pun masih tetep ragu dan nggak yakin setelah mengungkapkannya. Alhasil tanpa mengajak komitmen dia lebih memilih untuk tetap menjadi pengagum rahasia saja. Padahal harusnya udah bukan rahasia lagi sih, karna toh si dia udah tau. Tapi itu adalah sebuah pilihan dan pastinya dia akan kecewa juga sama pilihan kamu itu. Tau kenapa? Karna dia yang tak tau menau sebelumnya dan akhirnya tau, pasti udah mulai membuka hatinya buatmu juga. Bahkan bisa jadi dia punya perasaan yang sama denganmu dan kamu lebih memilih untuk menjauh. Bukankah itu sangat disayangkan? Tapi mungkin kamu bukan yang terbaik untuknya dan dia bukan yang terbaik untukm juga. Ato bisa jadi hubungan kalian akan dipersatukan disaat yang lebih tepat, disaat sama-sama siap. Yang pasti tetep ngejaga hubungan kalian untuk selalu baik, bahkan lebih baik. Meskipun pasti akan canggung diawal-awal.

4. Dia Mencintai dengan Tulus Tapi Hanya Mampu Memberikan Perhatian dan Selalu Ada Untukmu.

Tipe ini ketulusannya lebih terbukti nih. Hampir sama kayak tipe 1, cuman tipe ini biasanya sering dialami dia yang mengalami friendzone. Tau kan friendzone? Yap, sahabat jadi cinta gitu deh. Jadi tipe ini selalu ada disaat dia yang dicintai lagi butuh temen buat apapun, termasuk buat sekedar curhat, bahkan curhat soal orang yang dia cintai. Sakit sih, sakit pastinya cuman ada kebahagiaan tersendiri yang dirasain orang yag mencintai dalam diam tipe ini. Dan perhatian yang diberikan tipe ini kebanyakan malah melebihi perhatian yang dikasih sama pasangan dia yang dicintai.

Pesen dari aku sih buat tipe ini, mau bagaimanapun kamu harus tetep ngungkapin perasaanmu. Karna gagal tapi pernah mencoba itu lebih baik daripada hanya diam dan gagal tanpa pernah mencoba. Takut merusak hubungan yang udah pernah ada? Nggak usah takut, karna pasti lambat laun dia akan mengerti. Dan biasanya kerusakan hubungan yang bakal terjadi akan terjadi di awal-awal aja dan itu karna faktor kaget aja. Nggak sedikit kok pasangan yang menikah diawali dengan persahabatan . J

5. Dia Mencintai dengan Tulus, Terkesan Cuek, Tapi Punya Komitmen yang Tinggi.

Nah tipe ini nih yang penuh dengan kejutan. Nggak disangka-sangka datengnya darimana, tapi langsung ngajak komitmen. Bahkan dia ada disekitarmu saat ini. Tipe ke-5 ini nggak jauh beda sama tipe 1 dan 4, cuman doi lebih komitmen dan serius untuk menjalin hubungan denganmu. Mungkin selama ini diapun terlihat tak pernah peduli dan cuek ke kamu, tapi dia ternyata memendam rasa yang begitu besar dan selalu menyebut namamu dalam doanya. Bersyukurlah jika kamu dicintai orang tipe ini. Karna sebenernya cinta bukan hanya soal memamerkan kebahagian mu bersama pasanganmu di sosial media, update status romantis buatnya dan selalu memamerkan kemesraanmu bersamanya, melainkan tentang bagaimana kamu menjaganya, menjaga hubungan kalian, dan berkomitmen untuk melangkah bersama untuk menghalalkannya. Karna tak sedikit pasangan yang bertahun-tahun pacaran dan putus di tengah jalan dan kalah sama orang yang baru dikenalnya beberapa bulan aja. Ya, itulah salah satu indahnya misteri cinta. Kadang kita pasti penasaran siapa jodoh kita, hingga kita lupa bagaimana kita mempersiapkannya sebelum dipertemukan dengannya, yah mempersiapkan diri dengan memperbaiki diri. Karna kita tidak akan pernah tau, jodoh ato ajal yang akan menjemput kita terlebih dahulu.

Jadi, termasuk tipe yang mana kamu?????? J
Source: www.elmina-id.com

Kamis, 18 Februari 2016

Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat

Pernahkah kau memiliki impian yang sebenarnya bisa kau capai tapi kau selalu menundanya karna berbagai alasan. Jika pernah, berarti kita sama. Cie, jangan-jangan kita jodoh (apaan sih ini. hahhaha). Sebenernya keinginan dan impian untuk mendaki gunung telah ada sejak aku menjadi seorang mahasiswa. Akan tetapi apalah dayaku yang tak mampu mengantongi restu orang tuaku yang teramat sangat menyayangi dan mengkhawatirkan ku. Terlebih dengan begitu banyaknya pemberitaan mengenai musibah yang menimpa beberapa pendaki gunung, mulai dari tersesat, hipotermia, terbakar, bahkan hingga meninggal dunia. Tapi Sobat, percayalah jika Allah mengijinkan, tak akan ada yang tak mungkin. Yang pasti adalah, sebagai umatnya, kita hanya harus berusaha, berdoa hingga akhirnya bertawakkal kepadanya.

Sebagai pendaki yang sangat awam, dalam pendakian pertama ku ini, aku harus mempersiapkan banyak hal. Persiapan yang dimaksud tak hanya fisik dan peralatan, tetapi juga mental. Yah, kita nggak boleh ragu dalam melangkah dan mengambil keputusan selama perjalanan. Sebagai seorang newbie aku banyak nanya sama tim ku yang emang dah jauh lebih pengalaman dan ngerti soal mendaki gunung. Dan pastikan kalo kamu orang baru juga kayak aku, kamu harus melakukan pendakian dengan tim yang pengalaman dan mengerti medan gunung yang akan kau daki. Karna naik gunung nggak cuman soal berani bahkan salah jika ada orang yang mau naek gunung cuman pengen dibilang keren ato ngehits. Tujuan kamu aja udah salah. Terlebih kalo sampe ninggalin sampah dan ngerusak alam sekitar, mending kamu ke mall ato ke tempat hits yang nggak berhubungan dengan alam. Tau kenapa? Karna ngejaga alam dan mempertahankannya buat tetep indah aja udah susah, apa lagi tambah dirusak? Nggak heran banyak bencana alam ini itu, karna semua kembali ke diri kita masing-masing.

Balik lagi ke topik utamanya, yah Gunung Guntur. Gunung ini terletak di kota Garut dan berdekatan dengan Gunung Cikuray serta Gunung Papandayan. Walo ketinggiannya hanya mencapai 2.249 mdpl, track untuk mendakinya cukup menguras tenaga. Karna dengan track baru (setelah terjadi longsor di sekitar jalur pendakian sebelumnya), untuk mencapai puncak 1 kita harus mendaki dari pos 3 (yang sekarang menjadi area camping) kita harus melalui jalur berkerikil dan terjal. Nggak sedikit yang terpeleset bahkan jatuh tergelinding dalam jalur ini. Selain itu, pernah ada korban yang meninggal dunia karna kepalanya terkena batu dari atas. Jadi ingat bahwa harus selalu sigap, fokus, dan hati-hati selama pendakian. Harus siap kuping untuk mendengar teriakan pendaki lain bahwa ada batu dari atas. Dan rekomen banget buat pake sepatu ketimbang sendal gunung. Enak lagi biar nggak kemasukan kerikil-kerikil ke sepatu, pakai penutup kaki yang dari lutut hingga kaki (dibaca:greter).

Sayangnya pada saat itu kabut cukup tebal hingga akhirnya aku nggak bisa ngeliat sunrise dan lautan awan. Tapi keindahan yang terpampang nyata di depan mata ku sudah cukup membuat ku puas menikmati perjalanan pertama ku buat mendaki gunung. Berbeda dengan gunung di daerah Jawa Tengah, gunung di daerah Jawa Barat tidak sedingin disana. Akan tetapi ingat tetap bawa jaket, sleeping bag dll, dan ketika turun hujan, non aktifkan data celluler handphone mu (fyi: dipuncak Gunung Guntur pun lu bakalan tetep mendapatkan signal yang kenceng) buat ngehindarin sambaran petir.

Selamat mendaki teman-teman pendaki…ingatlah bahwa puncak bukanlah tujuan utama dalam pendakian gunung, akan tetapi pulang dengan selamat ke rumah adalah tujuan utamanya. Berikut foto-foto ku bersama tim yang luar biasa selama di Gunung Guntur:

Awal Perjalanan Kita di Mulai (Masih Ber 7)

Kebayangkan gimana track turunnya??
Ini di titik GPS (Puncak 1)
*Abaikan mas-mas di sebelah
City Lightnya Kota Garut
Gunung Papandayan terlihat di sana

Tim yang ke Puncak cuman 6, karna yang satu asik tidur dan jaga tenda
Terakhir, jangan lupa untuk saling menjaga dan membantu pendaki lain ya, terlebih anggota tim kalian. (*tapi ini terlihat lebih sedikit agak romantis)

Kamis, 19 November 2015

Lintang Tak Lagi bersinar (2)

**Kalau ada yang belum tau ato lupa part I, baca disini yah



Seperti mimpi dan kisah romantis yang pernah ada di cerita kebanyakan, tapi inilah yang terjadi. Dody namanya. Dody adalah mahasiswa yang ternyata kuliah di universitas yang sama denganku. Dan tanpa ku sadari, dia ada di jurusan dan angkatan yang sama denganku, meskipun beda rombel. Jadi pantas kalo saat itu aku familiar dengan wajahnya. Dody adalah seorang yang humoris dan ringan tangan, tapi dia agak culun. Sebelum menjadi kekasih hatiku, dia memang seseorang yang nggak peduli sama sekali dengan penampilannya. Kumis tipis dan jambang yang terkesan tidak rapi, wajah yang kusam dan berminyak dengan sedikit titik jerawat di tepi pipi kanan dan kirinya membuat dia terlihat lebih tua dari umurnya yang sebenernya.

Tampilannya yang seperti itu bukanlah menjadi masalah bagiku, akan tetapi setelah dekat denganku dia memperlihatkan kepeduliannya terhadap penampilannya. Yang pasti aku nggak pernah memaksanya tuk merubah penampilan, hanya memberikan masukan dan memang dia nyaman dan menikmati perubahan itu. Tak sedikit cewek yang memang menilainya lebih terlihat tampan. Yah, dia memang seseorang yang bisa dibilang publik figur. Publik figur didunia maya tepatnya. Mulai dari aktif di instagram, twitter, blog, bahkan tampil di beberapa event sebagai MC dan Komika. Siapa sangka si culun menjadi semakin banyak penggemar sekarang?

Sebagai kekasihnya aku patut membanggakan diri karna memilikinya, hingga akhirnya rasa sakit ini membuatku berpikir bahwa ada wanita lain yang yang memang lebih pantas baginya. Betapa besarpun rasa sayang ini untuknya tidak membuatku ragu untuk akhirnya melepaskannya saat aku tahu bahwa ada wanita lain yang juga selama ini mencintainya secara tulus.

Aku mulai sadar bahwa kondisi fisikku semakin melemah dan karna dalam ukurun waktu hampir seminggu mendorongku untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter memeberikan rujukan ke rumah sakit, hingga akhirnya aku tahu bahwa ginjalku bermasalah dan aku harus melakukan cuci darah secara rutin. Awalnya aku sulit menerimanya tapi ketika aku menceritakan semuanya kepada Dody, I feel better.

Tanpa ku pungkiri, Lintang yang senantiasa bersinar terang perlahan semakin meredup dan sesekali bahkan tak bersinar. Sejak aku kembali ke daerah asalku, akupun menjalin hubungan jarak jauh alias LDR dengan Dody. Selain karna agar lebih mudah menjalani pengobatan dan dekat dengan keluarga, akupun telah diterima di salah satu perusahaan swasta di daerahku.

Setelah sekitar tiga bulan aku menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan Dody, dia agak berubah. Sikapnya lebih dingin tak sedingin biasanya. Meskipun aku tau bahwa Dody adalah tipe cowok cuek. Dan pada akhirnya aku tau dari sahabatnya bahwa dia mulai dekat dengan wanita lain. Sedikit kecewa mendengarnya namun aku berusaha untuk bersikap biasa dan tak mempercayai apa yang telah dikatakan Niko, sahabat Dody. Hingga akhirnya aku menanyakan hal tersebut kepada Dody dan jawabanya membuatku kecewa tetapi harus tetap mengikhlaskan.

Saat itu aku sadar bahwa dalam menjalani hubungan jarak memang tak seharunya menjadi suatu masalah, akan tetapi harunya dijadikan sebagai kekuatan tuk saling menguatkan. Mudahnya aku mendapatkan cintanya hingga akhirnya dipersatukan dengan mudahnya kita terpisahkan bukan merupakan sesuatu hal yang pantas dinilai aneh. Harusnya aku lebih bersyukur karna aku dan dia bukanlah pasangan yang awalnya dipersatukan dengan ketidakmudahan akan tetapi diakhir hubungan diakhiri dengan kemudahan untuk memutuskan jalinan kasih.



Meskipun aku mencoba mengikhlaskannya, namun tak bisa ku pungkiri aku senantiasa memikirkannya bahkan mendoakannya agar dia senantiasa bahagia. Meskipun kebahagiaannya sekarang tidaklah muncul karna keberadaanku disisinya, namun aku masih bersyukur karna sempat membuatnya tersenyum bahagia bahkan tertawa bersama. Dan jujur, kebahagiaan ku diiringi dengan perih. Yang pasti keluarga selalu mendorongku tuk terus tersenyum, meskipun pada kenyataannya senyuman ku tak lagi semanis dulu, senyuman ini berubah menjadi asam.

Aku hanya berdoa agar aku Tuhan selalu membuatku segera mengikhlaskannya dan dapat menjadi Lintang yang bersinar sebagaimana biasanya. Tapi sepertinya itu butuh waktu yang cukup lama. Sebagaimana teman-teman kerja ku bilang, sekarang aku berubah. Lintang semakin redup dan mudah tersinggung. Jujur, aku tak ingin seperti itu. Aku pun terkadang bingung harus bagaimana tuk kembali menjadi Bintang yang bersinar seperti dulu. Mungkin menunggu pengganti sosok Dody yang mampu membuatku bersinar kembali atau bahkan menunggu Dody kembali. Bodoh memang memikirkan semua yang kini telah menghilang akan kembali lagi, tapi aku pun tak tau apa yang telah direncanakan Tuhan untuk ku. Yang aku tau adalah aku harus bersabar, tetep kuat, dan ikhlas dalam mejalani kehidupan ini dengan doa dan semangat orang-orang yang menyayangiku selama ini, terlebih keluarga.

Meskipun Dody tak bersamaku lagi, namun aku masih menyimpan rasa ini untuknya. Ntah sampai kapan akupun tak tahu.


*** Mohon masukannya ya. Ayo, mau happy ending ato sad ending aja  nih? Mau Lintang move on ato tetep sabar nunggu Dody berubah pikiran? Terimakasih telah setia membaca. Meskipun selama ini kamu hanya menjadi secreat reader ku. Ayolah kasih kritikan bahkan masukan buat aku. Masih nanguung ini ceritanya nggantung.

Selasa, 17 November 2015

Lintang Tak Lagi Bersinar (1)


Niki Lintang Permata biasa dipanggil Lintang. Dalam Bahasa Jawa, Lintang berarti Bintang. Orang tuaku memberikan nama itu agar aku senantiasa bersinar seperti bintang yang setiap malam menyinari kegelapan. Dan karna doa yang tertanam dalam nama itu, aku pun tumbuh menjadi seorang gadis yang ceria sebelum saat itu tiba.

Sebelum aku nyeritain soal apa yang terjadi saat itu aku akan menceritakan tetang rasa syukur. Yah, rasa syukur yang seharusnya semua orang miliki akan tetapi tidak sedikit dari kita yang mengabaikan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Inget nggak kejadian tentang kabut asap sehingga banyak korban berjatuhan karna INSPA? Tanpa kita sadari, bisa menghirup udara bersip setiap haripun merupaka anugerah yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita. Dan mengingat tentang hal itu, aku nggak tau kapan terakhir kali Tuhan akan mengijinkan ku untuk bernafas.

Aku Lintang yang kini sudah tidak pantas lagi disebut sebagai seorang gadis akan tetapi lebih pantas untuk disebut seorang wanita di usia 22 tahun ini sedang mencoba sekuat tenaga dan sekuat hati untuk memperjuangkan hidup. Perjuangan hidup untuk melawan sakit ini. Dua organ yang seharusnya saling berdampingan dan melengkapi akhirnya harus terpisahkan satu sama lain. Ginjal.

Ginjal yang telah tak berfungsi selayaknya terpaksa harus diambil dan menjadikan ku lebih lemah dari biasanya. Awalnya keberadaan satu ginjal ini membuatku lemah secara fisik saja, akan tetapi lama kelamaan batin dan semangat hidupku juga semakin lemah. Hal yang paling membuatku lemah adalah sebelum ku korbankan satu ginjalku tersebut aku harus ke rumah sakit minimal satu kali seminggu. Tidak hanya lelah yang kurasa tapi juga beban. Beban karna aku semakin membebani orang tua dan kakakku dan beban memikirkan bagaimana bisa aku menghabiskan uang yang aku itu sendiri susah didapatkan.

Seringkali aku berfikir, mengapa Tuhan tak mengambil nyawaku saja kemudian hilang sudah beban keluargaku terhadapku. Hingga akhirnya Tuhan menyadarkanku bahkan keluargaku lebih bahagia jika aku masih senantiasa berada disisi mereka. Berada disisinya meskipun dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang kumiliki.

Sering kita berpikir, kita hidup hanyalah sebagai beban. Bahkan secara tidak sadar kita takut dulu sebelum melakukan usaha tuk meraih kesuksesan. Lihat dulu deh sebenernya apa yang kita takutin itu membuat kita jadi stagnan dan menyerah dengan keadaan. Sekarang perhatikan orang tua kita, seberapa keras dan pantang menyerahnya beliau dalam membesarkan kita sampai sekarang.


Keluarga adalah kekuatan terbesar yang mendorong aku tetap bersemangat. Namun dia juga salah satu kekuatan bagiku. Iya, dia yang selalu menemani dan mendukung ku. Saat itu aku yang masih berusia 20 tahun dipertemukan olehnya dalam keadaan hujan yang amat deras. Ntah kenapa saat itu ketika pulang dari magang, aku menerobos derasnya rintik hujan yang membasahi bumi dan menebar harumnya tanah kering yang tertimpa rintikan air hujan dengan payung biru muda favorit yang kubawa. Namun sepertinya kali itu aku agak sedikit lengah hingga akhirnya aku menabraknya dengan sepedaku.

Ya, aku suka ke tempat magang dengan sepedaku, karna jaraknya yang tak begitu jauh dari asrama ku. Akupun terjatuh dan seluruh badanku basah. Begitupun dia. Betapa bersalah, panik, dan malunya aku. Dengan sigap dia membantuku berdiri dengan sepeda yang menimpaku. Sejak saat itu aku mengenalnya setelah dia mengantarku sampai asrama karna kakiku yang kesulitan untuk mengayuh sepeda.


**to be continue

Rabu, 25 Maret 2015

Aku Mengikhlaskanmu

Gemericik air hujan meramaikan kesunyian malam. Kegelisahan hati semakin memuncak dan tak terkendali. Suara jangkring tlah tergantikan dengan suara kodok yang teramat keras dan saling bersahutan, seakan tak menginginkan aku terbelunggu dalam lamunan akan masa lalu.

Masa lalu itu kini hadir kembali setelah sekian lama aku menutup pintu hati dan berhasil memulihkan luka hati. Luka teramat dalam yang dulu sempat menyiksaku kini seakan tergores kembali. Yah, dia sosok yang pernah aku cintai setulus hati dan meninggalkan ku tuk bisa bersama wanita lain, dengan seenak hatinya kembali menampakkan wajahnya setelah sekian lama lenyap dari kehidupanku.

Aku percaya, bukan hanya aku tapi ribuan bahkan jutaan wanitia di bumi ini pernah mengalami hal serupa. Wanita hakikatnya tercipta dari tulang rusuk seorang pria yang terletak didekat hati. Sehingga tak dapat dipungkiri segala perbuatan dan tindakan dari seorang wanita didasarkan pada hati dan mengesampingkan logika.

Tapi kali ini seakan aku kehilangan kunci kepercayaan. Namanya telah begitu sulit aku tuliskan kembali dalam hatiku. Meskipun tak terhitung usahanya tuk memenangkan hatiku kembali, aku tetap tak bergeming. Keras kepala? Mungkin. Tapi itu pilihanku, karna tak sedikit alasan yang kupertimbangkan. Aku memilih untuk mengikhlaskan dia sepenuhnya, setelah semalaman aku berpikir keras dan teramat sulit memejamkan mata.

Mungkin aku bukan lah sosok yang luar biasa yang cantik dan menarik tuk mendapatkan sesosok pria yang ku idamkan. Tapi aku yakin, akan ada sesosok pria yang tulus mencintai ku dan memenangkan hatiku seutuhnya, selamanya, hingga hembusan nafas terakhirku, dan kan menjagaku hingga ajal menjemput. Jadi untuk dia, masa lalu yang sempat menghiasi hari-hariku, TERIMA KASIH DAN MAAF.



Catatan: Bahagialah dengan apapun yang kau miliki dan ikhlaskan lah apapun yang memang tak seharusnya kau miliki.

Jumat, 13 Februari 2015

Pejuang Surga

picture by: kaskus

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya sakit, sampe-sampe belakangan ada lagu yang ngehits, “Sakitnya tu disini...”.
Nggak sedikit orang yang suka ngeluh pas dia ngerasain sakit. Keluh kesah yang ada itu seringkali membuat orang lain risih. Mungkin orang seperti itu salah satu orang yang kurang perhatian, jadi ingin meluapkan segalanya disosmed ato orang lain.
Sering kita temui sosok-sosok pengemis yang menengadahkan tangannya untuk berharap belas kasihan orang lain. Tapi sosok-sosok itu sekarang tidak mampu menggetarkan hatiku, ya mungkin aku bukan orang yang memiliki jiwa sosial tinggi, hanya saja bukan karna itu. Rasa percaya yang dulu sempat ada, seakan telah sirna. Aku pun tak mau sosok itu selalu berharap dan berpangku tangan tanpa berusaha tuk endapat semuanya sendiri. Ntahlah, mungkin karna banyak pemberitaan miring mengenai hal tersebut. Pengemis yang sebenarnya kaya, dan lain sebagainya. Terlebih ketika para pengemis tersebut mengajak anaknya buat ngemis, itu adalah hal paling tragis yang dilakukan orang tua kepada anaknya selain penganiayaan.
Sebagai orang tua yang baik, hendaknya dia mengajarkan anak-anaknya untuk tetap berjuang dan bekerja keras untuk menghapuskan kemiskinan dari keluarganya. Bahkan orang tua yang baik akan melakukan apapun agar anaknya tak senasib dan merasakan kesakitan yang sama yang dia rasakan.
Seringkali kita dipertemukan kepada orang-orang yang berjuang dengan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki. Banyak juga tulisan-tulisan yang membantu kita sadar akan posisi kita dan melihat orang-orang disekitar kita. Seorang tua renta yang berjalan di antara derasnya hujan dan dinginnya malam dengan menjajakan barang dagangannya yang mungkin tak kita butuhkan. Akan tetapi semua itu hanya dilakukan buat menghindari rasa pasrah dan menyerah akan kehidupannya. Sosok yang luar biasa di mataku, sosok pejuang yang hebat yang senantiasa memperjuangkan hidupnya hanya dengan mendapatkan beberapa rupiah atas peluh yang telah menetes dari sekujur tubuhnya.

Terkadang aku berpikir, kemana keluarga dan anak-anaknya. Ntahlah, hanya saja aku berdoa, semoga meskipun sulit dan sakit, sosok itu akan senantiasa tersenyum dan diberikan kesehatan. Dan aku yakin dan percaya bahwa Allah akan selalu melindunginya dan InsyaAllah menyediakan surga untuknya. Amin

Rabu, 05 Maret 2014

Pengorbanan dan Perjuangan Cinta

Picture by Google
Cinta. Aku yakin semua orang pernah yang namanya jatuh cinta, bukan karna cintanya jatuh karna ditolak melainkan cintanya jatuh ke hati orang lain yang moga aja lawan jenisnya, bukan sesama jenis. Hihihi

Ngomongin cinta, sama seperti hal lain yang pengen kita dapetin, kita pasti kudu melakukan usaha buat berjuang ngedapetinnya. Begitu juga cinta, ntah perjuangan yang dilakukan adalah secara terang-terangan atau bahkan dilakuin secara gerilya seperti para pahlawan kita di masa lalu. Apa pun bentuknya, semuanya memiliki satu arti yaitu perjuangan.

Nah, kalo ngaku cinta tapi nggak ada perjuangan? Atau alasannya karna sebenernya sih itu bukan cinta, melainkan sayang. Nah, ini nih yang definisinya nggak begitu jelas tapi punya makna kandungan hampir sama. Kakak adik mungkin hubungannya.

Kalo pun kejadiannya demikian, pasti ada kok sebab tertentu yang bikin doi nggak berjuang. Sayangnya yang disayang/dicinta akan meragukan perasaan si doi. Meski pun mungkin doi pernah ngutarain perasaannya. Pernah nggak kamu ngalamin? Apesnya, aku pernah ,Men!

Pernah nih, pernah, pas aku laku. Karna mungkin kalian mikir aku jomblo bertaun-taun gara-gara nggak laku. Kamu pada salah besar Men. Karna aku males aja dan bingung harus milih satu dari puluhan calon yang daftar jadi calon pasangan idup aku. *HOAKS banget*.  Well, lupakan lah nggak penting. Mau percaya jangan, karna itu adalah musyrik, nggak percaya ya kebangetan, karna jujur, hmmm.. aku sih nggak mau sombong, tapi aku itu penuh pesona. Wuw....

Saat itu, ada 2 cowok yang deket sama aku. Nah, karna aku nggak mau jadi cewek tukang selingkuh, aku harus milih dong salah satu dari mereka. Dalam kebimbangan tersebut, kedua cowok tersebut pun aku ceritain kalo aku juga deket sama orang lain. Walau pun sebelumnya mereka bilang sayang ke aku, apesnya dari kedua belah pihak akhirnya lebih milih nggak sama aku. Ntah itu ngejalanin hubungan sama orang lain, atau pun karna hal lainnya.

Tapi alasan mereka bukan karna aku harus milih satu antara 2 itu lho, jangan sok tau dulu kamu. Mereka gitu karna males aja memperjuangkan aku. Ya udah lah ya, ngapain mikirin orang yang nggak mikirin kita atau berjuang buat kita. Buat para cewek nih, please jaim deh, jangan sampe situ ngejar-ngejar cowok. Kalo berjuang bareng Fitria dukung, tp kalo berjuang sendirian? No...no...no...

Ada lagi, berikutnya adalah pengorbanan. Korban perasaan. Arti korban perasaan bisa aja terjadi karna gejolak perasaan yang ada di hatinya sendiri. Misal, sebenernya kamu udah pacaran lama, tapi karna dalam perjalanan hidup kamu yang berliku, kamu nemuin satu sosok orang yang menurut kamu unik dan menarik yang bikin kamu khilaf. Di satu sisi kamu pengen tetep setia, tapi di sisi lain kamu pengen nyoba ngejalanin hubungan baru sama si orang baru tersebut.

Contoh berikutnya adalah ketika kamu menyayangi atau mencintai seseorang dan ada satu kondisi dimana kamu nggak bisa sama dia bahkan nggak berani memperjuangkannya dan lebih milih mundur. Kamu pun harus mencoba mngihlaskan dia bersama orang lain. Parahnya lagi kalo seumpama dia tau kalo sebenernya kamu masih cinta dan dia pun demikian, kamu masih belum bisa memilikinya. Bahkan lebih memilih menyuruhnya buat segera mendapatkan orang lain agar kamu bisa lebih gampang move on. Kedengerannya sih mustahil, tapi ada lho. Serius. Aku bisa ngejamin. Tapi kalo mau tau siapa tokoh utama di sini, aku punya asas kerahasiaan juga, Men. Sorry lho.

Dari semua perjuangan dan pengorbanan yang dah pernah kamu tau atau bahkan kamu alamin, Fitria cuman bisa ngingetin buat kamu sahabat-sahabat ku tercinta buat jangan takut memperjuangkan apa yang ingin kamu miliki dan kamu yakini, karna kemungkinan besar kau akan begitu menyesal di esok hari. Dan janganlah ragu untuk berkorban selama itu masih wajar dan patut untuk dikorbankan dengan harapan pengorbananmu nggak bakal sia-sia. Kita kan sebagai manusia cuman bisa berusaha, berdoa, dan bertawakkal.


Semoga sukses selalu... Amin

Sabtu, 22 Februari 2014

Gerimis Romantis

Nah, menurut kalian kanepa pas gerimis banyak yang bilang romantis. Iya kalo situ punya pacar dan pernah ujan-ujan atau berteduh bareng pas jalan bareng dan gerimis atau ujan menerpa. Atau bahkan payungan bareng, satu payung berdua kayak di drama-drama korea gitu. Lha bagi yang jomblo? Atau punya kenangan pas melewati gerimis bareng diputus pacar? Jangan kan romantis, gerimis nlekit ya iya. Hmmm...lagi-lagi istilah muncul nggak bersifat objektif.

Yang ngeselin lagi yang pada update di sosmed noh soal gerimis romantis. Ngeselin banget. Anatara dia pamer ataou mengenang masa lalunya, terutama yang masih pada belum k berhasil move on noh. Duh, kasian banget.
Tenang mblo, walau pun asal’ “Gerimis Romantis” ini muncul buat para mereka yang punya pacar, gebetan, dll termasuh HTSan, kamu bisa kok jadiin semuanya romantis juga. Lha kenapa nggak bisa? Nggak usah galau, kalo kamu galau malah jadi bahan tertawa mereka yang dah nggak jomblo lagi lho, atau apesnya lagi malah dikasihanin. Buktiin dong kalo kita jomblo terhormat dan predikat jomblo adalah pilihan kita, bukan kutukan.
Kamu bisa kok ngegunain gerimis jadi bahan inspirasi. Inspirasi buat nulis ato ngeblog semisal. Atau bisa juga ngelewatin gerimis dengan temen-temen ataou sahabat kamu. Pasti seru. Buat kamu yang punya adek, bisa juga maen sama dia, selain mempererat persodaraan kalian, kamu juga bisa mengenang masa-masa kecil mu yang bahagi dan nggak mungkin terulang kembali itu. Tapi inget, jangan sampe kamu kelamaan, yang ada malah ntar dimarahin bonyok lagi, karna bikin adek masuk angin, bahkan demam.

Demikian, bye....

Kamis, 20 Februari 2014

Tak Kenal Maka Tak Sayang is Nothing

Jujur, Fitria belum begitu paham dari mana asal isilah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Mungkin nih, mungkin, kalo dulu istilah ini berlaku. Secara jaman dulu masih banyak perjodohan yang awal ketemu belum saling kenalan, kemudian saling dikenalin dari dua belah pihak masing-masing keluarga , abis itu dinikahin, baru deh muncul rasa cinta. Atau mungkin buat taarufan yang awalnya belum saling mengenal dan nggak ada kata pacaran, karna dalam Islam hal semacam itu nggak diperbolehkan. Dari kedua contoh itu rasa sayangnya muncul karna kenal, bukan sayang dulu baru kenal. Ah, knotty banget.

Rabu, 27 November 2013

Cantik itu Mahal

Denger kata cantik, dalam pikiran kita terutama para kaum Adam pasti cewek putih, tinggi, seksi, body kayak gitar spanyol. Tapi ada beberapa yang mikir (walo cuman kaum minoritas) yang berpendapat kalo cewek cantik itu yang berkepribadian baik, setia, ramah, baik hati, pokoknya yang baik-baiklah, alias iner beauty.

Cantik sebenernya nggak cuman bertitik berat pada sosok cewek sebagai manusia doang, melainkan juga makhluk atau hal lainnya. Keindahan alam negeri kita tercinta misalnya. Gunung, laut, pantai, danau, air terjun, dan lain sebagainya di Indonesia bisa kita bilang cantik juga bukan?

Tapi disini Fitria lebih pengen bahas soal cantik itu identik dengan kata mahal. Pasti banyak dari kalian yang bakalan setuju sama pendapat Fitria. Coba amatin deh, banyak dari artis-artis itu kan cantik, model juga termasuk dalam kategori ini. Nggak mungkin dong kalo diantara mereka itu nggak pernah yang namanya perawatan di salon? Dan duwit yang mereka keluarin buat nyalon pun nggak sedikit. Kalo di kalangan mahasiswa juga kan udah mulai sadar penampilan n’care sama dandanan mereka, nggak sedikit pula yang menganggap itu adalah asset bagi kaum Hawa. Jadi mereka pun mati-matian nyisihin uang bulanan atau mungkin mingguan mereka buat bisa cukup dibuat ke salon.

Karna cantik itu menarik banyak perhatian, jadi orang-orang pun sering make kata cantik buat promoin produk-produk tertentu. Coba aja liat show room mobil, banyak cewek cantik bahkan seksi yang jadi SPG kan? Produk apapun lah, pasti banyak cewek seksinya yang jadi SPG. Ada lagi nomor perdana.

Kalo kalian pernah beli atau punya nomor perdana, pasti pernah tau yang namanya nomor cantik. Nilai intrinsiknya jauh beda dengan nilai nominalnya. Isi pulsa cuman Rp 2.000 atau Rp 3.000, harganya sampe Rp 50.000. apesnya lagi kalau niat kita beli dengan harga biasa sesuai nilai nominalnya, tapi ternyata ada miss komunikasi karna kurang adanya pengalaman. Duh, udah uang terbatas, anak kos, mau ngirit, malah ketlorop. Anggap kurang beruntung aja hari itu, atau berharap aja kalo nomor cantik itu bikin kamu tambah cantik (bagi cewek) atau bisa dapetin cewek cantik (bagi cowok). :D


Akhir kalimat, Fitria cuman mau bilang kalo cantik itu relatif, yang terpenting bukan cantik 
fisik, melainkan cantik hatinya. Dan ati-ati sama penampilan fisik, soalnya kadang apa yang kita liat itu jauh beda sama apa yang ada di dalemnya. Liat aja kasusu-kasus yang udah ada, banyak wanita operasi plastik dimana abis nikah ternyata anaknya jelek nggak kayak ibunya yang cantik. Abis aspal sih (asli palsu). Bye..bye.. J

Rabu, 11 September 2013

Kalian Berharga, Bukan Hanya Dia

Persahabatan bagi ku adalah suatu hal yang sangat berharga dalam hidup. Tanpa sahabat mungkin hidup kita akan terasa hambar, hampa, dan kelabu, tak berwarna. Untuk itu aku sangat bersyukur punya banyak teman dan sahabat di sekeliling ku, yang senantiasa menyayangi ku. Fitria yakin, kalian pun demikian.

Jujur, Fitria pribadi sering ngerasa sepi ketika kemana pun aku sering sendiri. Sebenernya bukan karna aku nggak punya kawan, tapi mungkin aku susah menemukan momen yang pas buat masuk ke dalam suatu pembicaraan tertentu. Mungkin karna minat, atau mungkin pula karna pola pikir. Jadi terkadang, aku lebih memilih untuk diam.

Perasaan ini pertama kali muncul ketika aku duduk di bangku SMP kelas IX. Aku ngerasa pola pikirku terlalu dewasa dibanding temen-temen ku, tapi saat itu aku masih bisa berbaur dan punya 3 sahabat deket, sebut aja mereka  Mrs. S, Mrs. N, n’ Mrs. Y. Kemana pun kita selalu berempat dan bisa dibilang tak terpisahkan. Diantara kami berempat, aku sering jadi dokter cinta buat mereka. Tak hanya mereka, tapi temen-temen lain juga, cowok sekali pun. Sampai-sampai, waktu itu aku punya 2 sahabat cowok dari SMP lain. Kita sering banget SMSan dan mereka sering curhat gitu ke aku, terlebih soal cewek mereka. Tapi apesnya, kedua cewek sahabat ku itu ngira kalo aku adalah selingkuhannya. Setelah dijelasin panjang x lebar x tinggi dan dibantu cowok mereka, mereka pun percaya n’ngerti. Dan akhirnya, mereka juga temenan sama aku. Hehehe

Saat SMA, aku pun punya temen-temen yang baik hati. Sejak kelas X sampe kelas XII, Alhamdulillah anak-anaknya pada seru. Anak-anak pada suka manggil aku Mbak Yayah. Ya, Yayah adalah nama kecilku, diambil dari nama depanku, Dyah. Nama itu sampai sekarang sering dipakai sama teman-temenku SMA. Dan nama itu mulai muncul di kelas sejak temen sekelasku yang juga tetangga aku, terbiasa manggil aku begitu. So, anak-anak pada ngikut deh. Tapi jauh lebih baik lah daripada sebutan dulu pas SMP. Ngatmi, plesetan dari Atmi (Dyah Atmi Fittrias Tuti, yang merupakan revisi nama untuk kelengkapan dokumen negara, dimana namaku yang sebenernya adalah Dyah Atmi Fitri Astuti). Walau aku dulu dari IPA, dimana menurut anak IPS anak-anaknya nggak asik n’individualismenya tinggi, tapi menurut aku, itu nggak berlaku buat temen-temen ku. Tergantung pribadi orang masing-masing sih sebenernya.

You are the best, Ganks :*
Dan semenjak kuliah, dimana aku pertama kalinya jadi anak kos yang jauh dari rumah, balik sebulan sekali, aku takut kalau sifat minderannya aku kian menguat. Hingga aku putuskan buat belajar jadi seorang akivis, dengan harapan public speaking ku bisa bagus n’bisa jadi orang yang PD nggak minderan lagi, bukan kePDan apalagi sombong, pastinya. Awal-awal semester berjalan lancar, tapi kira-kira menjelang semester 4 aku mulai bosan dikelas. Serasa orang-orang sibuk dengan dunianya masing-masing, sahabat-sahabat dekat mereka, dan aku agak takut buat mengusik keceriaan mereka. Mungkin hanya pikiranku aja, karna sebenernya siapapun yang hadir ditengah canda tawa mereka akan diterima dan malah diajak ketawa bareng. Hingga akhirnya aku lebih memilih diem saat dikelas, hanya sesekali pada momen tertentu cerewet n’humoris ku keluar. Masalahnya, image ku di kelas atau dikampus, kecuali orang-orang yang udah bener-bener kenal aku itu adalah cewek seriusan dan pendiem. Jadi aku pun bingung kalau mau ngeluarin sisi cerewet n’ agak sedikit lucuku.


Thank alot for all, Guys :)
I'm be glad to know you
Thanks for your purity, Bro
Hingga belakangan aku deket sama seseorang dari kelas sebelah, dimana dia adalah cowok yang gokil, humoris, dan punya banyak temen. Karna kita sempet sering jalan bareng sama temen-temennya juga, aku mulai akrab dengan mereka. Meskipun mungkin kedekatan kita nggak berlanjut, tapi aku harap hubungan baik ini akan senantiasa terjalin. Sebenernya bukan setatus pacar, kekasih, dan sejenisnya yang sekarang ini aku butuh kan, tapi lebih ke sosok orang-orang yang selalu nganggep aku ada, bisa ngajak aku ketawa bareng, dan nggak pernah ngebiarin aku sendiri. Harapan aku simple, aku nggak ingin dilupakan. Berat memang kedengarannya, tapi aku harap, ada orang-orang yang selalu ngerasa ada yang hilang ketika aku nggak ada dalam kebersamaan itu, bahasa gaulnya, “Nggak ada loe nggak rame”. Aku nggak mempermasalahkan gender dalam pertemanan, karna aku udah biasa deket sama cowok sekali pun sejak aku baru lahir sekalipun. Ya, karna aku adalah anak terakhir dari tiga bersaudara dengan dua kakak laki-laki yang usianya jauh diatasku. Mungkin itu alasan terbesarnya. Terimakasih untuk semua orang yang menyayangiku, yang selalu menganggapku ada, yang mau mengajakku tertawa bersama, menangis bersama, dan mengisi hari-hari kalian bersama. Aku harap, semua nggak akan pernah berakhir, tapi malah bisa lebih dekat seperti Saudara. Merci..