Read Me

Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu

Taken by: Rheza Mahesa
Destinasi selanjutnya yang aku dan temen-temenku explore lagi adalah Pulau Karang Congkak di Kepulauan Seribu. Yah, Kepulauan Seribu yang secara administratif masih termasuk ke dalam wilayah Jakarta Utara tersebut recommended buat disinggahi, terutama untuk ngecamp. Lihat dong kebahagiaan, keakraban, serta kebersamaan kita memasak di pulau.


Buat singgah ke Pulau Karang Congkak, kita harus ke transit dulu dengan menggunakan Kapal Kecil. Lebih enaknya sih ke Pulau Pramuka dulu yang memiliki waktu tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan dari Muara Angke. Nah, setelah dari Pulau Pramuka masih harus menempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan kapal lebih kecil (kapal nelayan). Dan ini dia kebersamaan kita yang kesekian.



Sekitar Pulau Pramuka terdapat penangkaran ikan. Ada juga penangkaran ikan hiu, hanya saja berbeda dengan penangkaran hiu di Karimunjawa yang digunakan khusus untuk penangkaran ikan hiu. Pengunjung juga dapat berenang bersama ikan-ikan hiu tersebut. Berikut suasana di penangkaran ikan, dekat Pulau Pramuka.

 

Hal yang akan menjadi tantangan pada saat di Pulau Karang Congkak itu adalah angin. Aku ngerasain banget gimana hebatnya angin disana. Meskipun malam itu cerah (tidak hujan), akan tetapi sekitar pukul 02.00 WIB (dini hari) angin berhembus begitu hebatnya (bisa dibilang terjadi badai). Sepanjang malam itu, jantungku dag dig dug dan segala bacaan doa yang aku inget aku lantunkan. Boro-boro tidur, nafas aja jadi berasa sesek.  Padahal pas tengah malem aku dan temen-temen bangun bua nyari angin gegara kepanasan di dalem tenda, angin yang berhembus masih sangat damai dan syahdu (caile syahdu). Tapi mungkin angin disana bergantung pada keadaan iklim dan kelembaban udara serta pengaruh alam lainnya kali ya.

Selama di Pulau Karang Congkak, kita bisa menikmati keindahan alam bawah laut dengan snorkling. Buat yang nggak bisa renang, nggak perlu takut lah buat nggak bisa menikmatinya. Kan ada pelampung, insyaAllah aman kok. Tapi inget ya, jangan sentuh terumbu karang yang masih hidup, karna butuh beberapa tahun untuknya  agar bisa tumbuh. Ini adalah penampakannya, yang jago renang vs yang nggak bisa renang.

In Frame: Rheza Mahesa
Taken by: Arif Adi .S
Me, taken by: Arif Adi .S
Oke Sobat, sekian pengalaman Fitria di alam untuk kesekian kalinya. Doakan semoga bisa explore alam-alam selanjutnya dan senantiasa menjaganya. Amiin….

Thanks to:
Eca, Gopur, Arip, Marbun, Ryan, Jep, Gani, Qurben, Nurul, dan Mahar.



Kamis, 18 Februari 2016

Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat

Pernahkah kau memiliki impian yang sebenarnya bisa kau capai tapi kau selalu menundanya karna berbagai alasan. Jika pernah, berarti kita sama. Cie, jangan-jangan kita jodoh (apaan sih ini. hahhaha). Sebenernya keinginan dan impian untuk mendaki gunung telah ada sejak aku menjadi seorang mahasiswa. Akan tetapi apalah dayaku yang tak mampu mengantongi restu orang tuaku yang teramat sangat menyayangi dan mengkhawatirkan ku. Terlebih dengan begitu banyaknya pemberitaan mengenai musibah yang menimpa beberapa pendaki gunung, mulai dari tersesat, hipotermia, terbakar, bahkan hingga meninggal dunia. Tapi Sobat, percayalah jika Allah mengijinkan, tak akan ada yang tak mungkin. Yang pasti adalah, sebagai umatnya, kita hanya harus berusaha, berdoa hingga akhirnya bertawakkal kepadanya.

Sebagai pendaki yang sangat awam, dalam pendakian pertama ku ini, aku harus mempersiapkan banyak hal. Persiapan yang dimaksud tak hanya fisik dan peralatan, tetapi juga mental. Yah, kita nggak boleh ragu dalam melangkah dan mengambil keputusan selama perjalanan. Sebagai seorang newbie aku banyak nanya sama tim ku yang emang dah jauh lebih pengalaman dan ngerti soal mendaki gunung. Dan pastikan kalo kamu orang baru juga kayak aku, kamu harus melakukan pendakian dengan tim yang pengalaman dan mengerti medan gunung yang akan kau daki. Karna naik gunung nggak cuman soal berani bahkan salah jika ada orang yang mau naek gunung cuman pengen dibilang keren ato ngehits. Tujuan kamu aja udah salah. Terlebih kalo sampe ninggalin sampah dan ngerusak alam sekitar, mending kamu ke mall ato ke tempat hits yang nggak berhubungan dengan alam. Tau kenapa? Karna ngejaga alam dan mempertahankannya buat tetep indah aja udah susah, apa lagi tambah dirusak? Nggak heran banyak bencana alam ini itu, karna semua kembali ke diri kita masing-masing.

Balik lagi ke topik utamanya, yah Gunung Guntur. Gunung ini terletak di kota Garut dan berdekatan dengan Gunung Cikuray serta Gunung Papandayan. Walo ketinggiannya hanya mencapai 2.249 mdpl, track untuk mendakinya cukup menguras tenaga. Karna dengan track baru (setelah terjadi longsor di sekitar jalur pendakian sebelumnya), untuk mencapai puncak 1 kita harus mendaki dari pos 3 (yang sekarang menjadi area camping) kita harus melalui jalur berkerikil dan terjal. Nggak sedikit yang terpeleset bahkan jatuh tergelinding dalam jalur ini. Selain itu, pernah ada korban yang meninggal dunia karna kepalanya terkena batu dari atas. Jadi ingat bahwa harus selalu sigap, fokus, dan hati-hati selama pendakian. Harus siap kuping untuk mendengar teriakan pendaki lain bahwa ada batu dari atas. Dan rekomen banget buat pake sepatu ketimbang sendal gunung. Enak lagi biar nggak kemasukan kerikil-kerikil ke sepatu, pakai penutup kaki yang dari lutut hingga kaki (dibaca:greter).

Sayangnya pada saat itu kabut cukup tebal hingga akhirnya aku nggak bisa ngeliat sunrise dan lautan awan. Tapi keindahan yang terpampang nyata di depan mata ku sudah cukup membuat ku puas menikmati perjalanan pertama ku buat mendaki gunung. Berbeda dengan gunung di daerah Jawa Tengah, gunung di daerah Jawa Barat tidak sedingin disana. Akan tetapi ingat tetap bawa jaket, sleeping bag dll, dan ketika turun hujan, non aktifkan data celluler handphone mu (fyi: dipuncak Gunung Guntur pun lu bakalan tetep mendapatkan signal yang kenceng) buat ngehindarin sambaran petir.

Selamat mendaki teman-teman pendaki…ingatlah bahwa puncak bukanlah tujuan utama dalam pendakian gunung, akan tetapi pulang dengan selamat ke rumah adalah tujuan utamanya. Berikut foto-foto ku bersama tim yang luar biasa selama di Gunung Guntur:

Awal Perjalanan Kita di Mulai (Masih Ber 7)

Kebayangkan gimana track turunnya??
Ini di titik GPS (Puncak 1)
*Abaikan mas-mas di sebelah
City Lightnya Kota Garut
Gunung Papandayan terlihat di sana

Tim yang ke Puncak cuman 6, karna yang satu asik tidur dan jaga tenda
Terakhir, jangan lupa untuk saling menjaga dan membantu pendaki lain ya, terlebih anggota tim kalian. (*tapi ini terlihat lebih sedikit agak romantis)

Rabu, 21 Oktober 2015

Lovable Raja Ampat, West Papua, Indonesia

Do you know about Raja Ampat? If you haven’t know that, I will introduce for you.
Raja Ampat is located in the Papua (West Papua Province), Indonesia. To go to there, you must go to Sorong first, then across to the Waisei-Waigeo Island (one of Raja Ampat Island) by ship. The port is located there. Here is the picture:

 









The best view which be well known by Raja Ampat are located at Pianemo Island and at the further you can the other island with reef corals whose star shape. Besides, you can also see the wild sharks and rayfishes.










At the Waisei there is Waiwo beach to give meat to fishes, you can also diving there. There are a lot of beautiful fishes there and the most beatiful for me is which called “Kakak Tua Fish” Because it like “Kakak Tua Bird” which is colorful.

Besides, there is “Kampung Wisata Arborek” which really nice for diving or snorkling. Hereis it:












If you want to see sands in the center of the sea, you can meet it at Raja Ampat. Believe it:




I am so sorry because of my english. I can’t speak and write English well. So that I try to more practice. Thanks...:)

Kamis, 09 April 2015

Secuil Kisah Ku


Hai, aku Fitria. Kini aku bukan seorang gadis kecil lagi dan sekarang kau bisa panggil aku wanita. Wanita yang berusia 22 tahun sejak 26 Maret yang lalu. Belakangan aku merasa bahwa aku adalah wanita yang tak memiliki prestasi apapun, hanya menghabiskan waktu sekedar menulis dan mengisi bagian blog yang kebanyakan hanya berisi curahan hatiku, sesekali juga menghabiskan waktu untuk merekam suara yang tak begitu berkualitas yang kemudian di upload di soundcloud. Yah, seperti inilah hidupku sementara di usia 22 tahun. Pengangguran? Tidak juga. Meskipun belum memiliki pekerjaan jelas dan terikat oleh suatu instansi, setidaknya aku ada pekerjaan disela-sela penantianku. Penantian pekerjaan ku yang sesungguhnya.
Beberapa orang mengatakan aku keras kepala, yah memang aku keras kepala. Perfectionist? Yah, memang begitulah adanya kebanyakan orang bergolongan darah A. Tapi dibalik itu semua beberapa orang melihatku sebagai orang yang pandai. Hal ini terjadi hanya karna aku lulus lebih awal dibandingkan teman-teman lainnya. Banyak yang bilang kalau lulus pertama atau 3,5 tahun bukan jaminan buat karirnya sukses. Yah, aku paham betul akan hal itu. Tapi 1 hal yang harus kamu tau, setidaknya aku yang tidak terlalu pintar ini bisa lebih rajin dan gigih ketimbang kamu.
Semasa kuliah, sering aku merasa berada di posisi dimana aku tak punya kawan/sahabat karib. Bukan karna aku tak punya teman, bukan. Namun, aku tak punya sahabat yang dimana dia ada di tempat A, pasti ada aku disana. Jika kamu tanya kenapa, aku hanya ingin menjawab,”karena aku ingin punya banyak teman, tidak selalu bersama sebagian kecil orang yang terkesan kuat karna bersatu dengan mereka, memihak satu bagian tertentu. Aku hanya lebih suka bersikap independen”. Namun ada kalanya aku merasa pilihan ku salah. Kenapa? Karena pada akhirnya aku sering terlupakan dan terabaikan.
Sampai akhirnya perhatian itu mulai tertuju pada ku. Setelah aku bisa membuktikan aku pun bisa meskipun tanpa berpangku tangan kepada orang lain, banyak yang memberiku selamat dan mulai banyak nomor baru dan pin bbm baru yang hadir di kontak HP ku. Apakah aku senang? Jelas aku senang!! Hanya saja aku menyayangkan, kenapa perhatian itu baru datang sekarang. Kemudian aku yang keras kepala ini mencoba untuk berlapang dada dan tak ingin orang lain merasakan hal yang sama denganku.
Mungkin aku memang pantas menerima semua ini, tapi aku yakin bahwa selalu ada cerita indah dan hikmah dibalik semua perih dan tangis yang selama ini pernah aku rasakan. Tapi go ahead.. semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan tanpa dia sadari. Maka, jika kau pernah menilai bahwa orang itu salah, janganlah melakukan kesalahan yang sama.

Itu sedikit cerita pribadiku. Maaf apabila ada pihak yang mungkin kurang berkenan, yang pasti terimakasih telah menguatkan ku dan menjadi kawan bahkan saudara ku. Aku bukan lah orang baik, tapi aku akan selalu mencoba untuk selalu menjadi orang yang lebih baik. :)

Rabu, 08 April 2015

Gunung Api Purba, Jogjakarta

Pernah denger yang namanya Gunung Api Purba nggak? Gunung ini terletak di daerah Nglanggeran, Wonosari, Jogjakarta. Buat kesana sih bagusan pas sore, soalnya kita bisa menikmati keindahan sunset. Ada 5 pos dalam pendakian gunung purba. Ketinggian gunung ini hanya tujuh ratusan mdpl, jadi nggak capek-capek banget lah pas naik. Cuman karena buat naik kesana kita harus mendaki berbagai tangga-tangga dan beberapa bagian letaknya diapit oleh tebing batu, jadi jalan lewatnya agak sempit. So buat yang ngerasa gendut, aku saranin diet dulu lah mending. Hehehe

Selain gunung api, ada juga embung. Nah dari embung akan terlihat gunung api purba yang tampak dari bawah. Nggak bakalan rugi deh kalo kesana. Selamat mencoba J


Ini beberapa foto aku pas di Gunung Api Purba





Jumat, 13 Maret 2015

Love is So Blind? Stop, it!!!


PicSource: www.masden18.files.wordpress.com

Banyak orang yang bilang kalo cinta itu buta. Menurut kamu bener nggak tuh? Aku mah nggak soalnya emang sih cinta itu lebih mengutamakan adanya perasaan dan hati, tapi masak iya logika nggak maen? Aisy...aisy..sangat disayangkan kalo keduanya nggak berjalan bendampingan.
Buat siapapun ya, aku kasih tau. Boleh sih mencintai seseorang dengan tulus, tapi cintailah sewajarnya. Karena kalo kamu mencintai seseorang secara berlebihan, bisa jadi kamu bakalan kena batunya. Sebagai seorang Muslim aku sadar, cinta yang paling kekal dan abadi dari kita hendaknya hanya untuk Allah. Nggak muna sih, hal itu emang nggak gampang, tapi cobalah sedikit demi sedikit untuk menerapkan pemikiran tersebut.
Hal ini serupa dengan, kita sebenernya nggak boleh percaya sepenuhnya sama seseorang, karena hal itu hanya akan membuat kita kecewa. Kita hanya boleh percaya kepada Allah yang nggak akan pernah ngecewain kita. Terus gimana sama orang-orang yang suka bilang Allah itu nggak adil pas lagi ngadepin masalah?

PicSource: www.mywordwizard.com
Sebenernya mereka itu hanyalah kebawa emosi, jadi dengan menutup mata hatinya mereka hanya bisa seperti itu. Yah doain aja moga orang-orang semacam itu cepet disadarin. Amin...
Balik lagi ke soal “Cinta Buta”. Mungkin buat para remaja hal ini masih sangat sulit dihindari, secara remaja identik dengan masa puberitas. Nah itu tugas kita yang udah lebih dewasa buat ngingetin dan bimbing mereka. Terlebih kamu yang berperan sebagai figur seorang kakak. Nggak mau dong adeknya kayak kakaknya yang dulu punya kehidupan kelam? Ya kali dulunya kamu banyak ulah pas masih muda. Eh, sekarang emang udah tua? Ehmmm....aku diem aja deh, emang udah mulai berumur kok. O..ooo...

Terlebih kita kan para calon orang tua, insyaAllah. Jadi harus mulai sejak awal belajar menularkan pola pikir yang bener. Tapi inget, jangan sok-sokan bener. Yang ada bukannya ngedengerin malah orang lain ngejauhin kamu.
Hidup itu penuh misteri. Kapan kita mati, siapa jodoh kita, hanya Allah yang tau. Buat para jomblo, nggak mesti kok ntar kamu  nikahnya lebih lama dari para mereka yang udah punya pacar. Ya kali aja besok yang sekarang punya pacar belum berjodoh sama pacarnya, jadi nggak jadi nikah deh. Pernah denger istilah, “Pacaran Tidak Mendekatkan Diri Pada Jodoh”? nah aku sependapat dengan istilah itu. Bukan berarti aku jomblo ato pengen jomblo lho, tap aku juga nggak tau sampe kapan aku bisa bersamanya dan bakalan sampe nikah nggak sama dia. Sebagai manusia aku cuman bisa usaha buat mertahanin hubungan kami. Selebihnya, kami serahkan kepada-Nya. :)


Selasa, 10 Maret 2015

DANAU BUATAN, BLINGOH, JEPARA

Pernah kamu berkunjung ke Jepara? Kalau pun kamu belum pernah ke Jepara dan sekedar tau, pasti kamu udah tau kalo Jepara itu banyak pantai yang keren kayak Pantai: Kartini, Goamanik, Kartini, Bondo, dll. Nah baru-baru ini ada tempat wisata baru, yaitu Danau Buatan.

Sebenernya sih mungkin beberapa orang menganggap tempat ini biasa aja, tapi lumayan bisa dijadiin referensi destinasi terlebih buat penduduk sekitar kayak orang Jepara sendiri atau Kudus dan Pati. Desa Blingoh sendiri berbatasan dengan Kabupaten Pati. Berikut foto-foto saya pas lagi di sana.

With My Beloved Mom



Warna biru agak kehijauan yang tercipta membuat keindahan danau tersebut terpancar. Sebutan danau buatan ini ada karena sebenernya danau itu adalah bekas tambang. Nah, tanah bekas kerukan alat beratnya ini yang menjadikan adanya genangan air hujan yang membentuk danau.

Minggu, 15 Februari 2015

Goa Pindul, Yogyakarta

Yogyakarta atau sering disebut dengan Jogja adalah kota yang masih kental banget sama budaya. Nggak cuman budaya yang dijaga tapi wisata alamnya pun senantiasa terjaga, bahkan dikembangkan. Goa pindul adalah salah satu tempat wisata yang ada di Wonosari. Kamu bisa milih wahana air apa aja yang kamu pengen mulai dari tubing atau bisa juga sekedar caving atau menelusuri goa. Buat kamu yang nggak bisa renang nggak usah khawatir, soalnya perlengkapan keamanan di sana udah cukup memadai kok kayak pelampung dan juga sepatu karet. Buat biaya cukup terjangkau kok. Di dalem goa kamu bakalan ngeliat berbagai bentuk-bentuk stalakmit dan stalaktit yang ada di sana. Banyak juga kelelawar yang bersarang di Goa Pindul, yach layaknya goa-goa pada umumnya sih. Kamu pas caving dan tubing bakalan ditemenin sama petugas kok, jadi nggak perlu khawatir.
Bedanya caving sama tubing itu kalo caving cukup menelusuri goa dengan arus yang tenang, tapi kalo tubing kamu akan menelusuri sungai Oya dengan ban yang kamu tunggangi. Dan buat memulai tubing itu kamu harus jalan kaki beberapa meter dari mobil yang nganter kamu dari abis caving sambil ngebawa ban gede yang bakal kamu tunggangin. Apesnya pas aku ke sana pas musim ujan, jadi jalannya licin gila. Alhasil aku beberapa kali terpeleset dan berlumpur L. But, is oke, aku menikmati tubing ku pada akhirnya.
Nah di tengah perjalanan, kamu bakalan nemuin semacam air terjun di sebelah kiri. Buat kamu yang ngaku berani sama tantangan apalagi soal ketinggian, kamu harus nyoba terjun sekitar hampir 10 meter yang sebelumnya harus naikin anak tangga yang melawan arus air yang ngalir dari atas. Sayangnya pas itu baterai kameranya lagi abis, jadi nggak bisa diabadikan deh. Yang pasti pas terjun dan nyampe ke air, aku keminum ma tu air sungai. Nggak masalah sih, yang pasti di situ aku ngebuktiin kalo aku cukup pemberani dan beneran suka ma hal-hal yang ekstrim. Yaps, permainan ekstrim maksudnya. Temen cowok ku aja ada yang nggak berani nyoba kok. Hahaha..

Ini beberapa foto caving  dan tubing nya aku....
Caving
Ini tangga yang aku maksud sebelum loncat

Di tengah perjalanan menuju awal lokasi tubing

Sungai Oya, lokasi tubing

Pulau Sempu, Malang

Stasiun Kota Batu
Malang emang salah satu kota di Indonesia yang punya banyak banget destinasi wisata. Mulai dari pantai, pegunungan, maupun di pusat kotanya. Walopun nama kotanya “Malang”, tapi kota itu tak semalang namanya. *ngomong apaan sih aku?? Abaikan sajalah. Yang pasti kamu nggak bakalan kecewa deh kalo jelong-jelong (dibaca: jalan-jalan) kesana.
Contohnya aja kota batu. SeBATU itu aja punya banyak banget tempat wisata, apalagi seMALANG. Tapi di sini aku bakalan cerita soal tempat-tempat yang udah aku kunjungin bareng temen-temen bolang aku sekitar 8 bulan lalu sih. Sebelumnya aku udah pernah ke Malang sebelumnya, tapi waktu itu pas acara rekreasi SMP gitu deh. Dulu akunya ke Coban Rondo sama Jatim Park 3 kayake. Duh, aku lupaaaa...kalo nggak 3 ya 1 deh.
Oke lupain aja cerita SMP aku di Malang, karena waktu itu aku masih amat polos dan cuman bisa follow guru-guru ku yang ntah melangkahkan kakinya kemana. Beda cerita sama jalan-jalanku 8 bulan yang lalu. Secara aku yang udah jadi seorang mahasiswa, nyoba buat ngebolang dengan duwit hasil tabungan aku selama ini. Semarang-Malang kita tempuh dengan kereta kelas ekonomi dengan harga tiket Rp 65.000 (*seinget ku). Rombongan kita yang hampir berjumlah 20 anak mendarat di kota Batu dan langsung nego-nego harga sama kendaraan pribadi yang kita sewa secara murah meriah, gratis tour guide (dibaca: angkot dan sopirnya) selama beberapa hari di Malang. Setibanya di sana aku bareng temen-temen langsung nyari penginapan. Banyak banget pilihan penginapan, tinggal pinter-pinter kita milihnya aja. Dan malam itu juga kita menemukan tempat yang pas banget buat kita. Pas di dompet, pas di hati, pas juga fasilitas dan lokasinya. Abis naruh barang-barang, kita pun berjalan manuju Batu Night Spectacular (BNS). Cukup menapakkan beberapa kaki dari penginapan, kita udah sampe di sana. Saking deketnya malahan bisa liat BNS dari balkon penginapan. :D Nih foto kita di BNS:
Batu Night Spectacular

Keesokan harinya pas lagi nyari sarapan di pasar deket sana, kita pun mampir ke Batu Sekret Zoo, Jatim Park 2. Gegara belum buka, kita mah bebas-bebas aja foto didepannya. Hehehe, baru siangnya kita ke sana bareng serombongan bolang. Mampir juga ke Masjid Turen yang katanya dibangun sama jin. tapi sebenernya sih nggak. ke Bakso Presiden juga lho kita. warungnya di pinggiran rel kereta. rasa dan suasanya, beuhhhhh....nagih!! Foto kita ada banyak nih...
 
Bakso President

Batu Secret Zoo

Masjid Turen (Tampak Atas)

Pulau Sempu adalah tujuan utama kita. Pulau Sempu sebenernya bukanlah tujuan wisata, karena Pulau Sempu merupakan salah satu cagar alam atau semacam tempat yang dilindungilah. Setiap orang yang mau ke sana harus melalui beberapa prosedur dan ngantongin ijin dari pihak berwenang. dan pada umumnya yang pasti diijinin buat ke sana adalah dalam rangka melakukan penelitian. Aku denger-denger juga mulai 2015, wisatawan nggak boleh ke sana lagi alias nggak di buka buat umum. Yah, dengan alesan perlindungan itu tadi.

Buat ke segara anakan, perlu sekitar sejam (tergantung orangnya juga sih) buat tracking menelusuri hutan. Terlebih kalo pas musim ujan, kamu patut ati-ati banget. Licin, cyiiiin. Tapi yang pasti nggak bakalan nyesel dan perjuangan kamu nggak bakalan sia-sia. Inget, jaga kebersihan, bawalah sampahmu pulang setelah kamu juga akan pulang. Kasihan sodara-sodara kamu di sana kalo makan sampah-sampah kamu itu (dibaca: kera). Hehehe, soalnya banyak banget kera disana. Ketenangan bakalan kamu dapetin di sana. Super deh suasananya. Dulu sih gegara ke sananya weekend jadinya pas rame banget. Tapi tetep asoy Cuy...:* Nih aku liatin foto-fotonya aku bareng temen-temen pas di Sempu.
Kadang ombaknya sampai naik tebing dan tingginya beberapa meter, so be careful

Perkemahan dari atas tebing
Swim..swim..swim..makin ke tengah makin dalem
Di tengah tracking nih

Baru turun dari kapal penyeberangan, siap tracking

Rabu, 27 Agustus 2014

KJAD (Kita Jalani Aja Dulu)

Picture by: achieprawira.blogspot.com
Fenomena dikalangan anak muda, yang intinya sama tapi istilahnya bedas, “KJAD”. Istilah lamanya adalah TTMan dan HTSan. Sebenernya sih sama aja, cuman kadang para penganut KJAD nggak terima kalo mesti disama-samain ama TTMan ato HTSan itu tadi.
Pada intinya maksud orang pacaran itu pengen nyari status yang jelas, yah walo sebenernya nggak resmi dan sah. Ya jelas kalo yang resmi dan sah itu apa yang ada di buku nikah. Nah kalo buat mereka-mereka yang cuman sekedar deket, sering jalan bareng, berduaan bareng yang ditemenin dengan orang ketiga yaitu setan (dibaca: kamu), bakalan nggak suka kalo kudu ngebahas masalah status. Dalam hati pengen status yang jelas menurutnya, cuman apa daya pihak bersangkutan masing bingung bahkan ragu buat ngambil keputusan buat pacaran.
Nah ada banyak alesan kenapa doi ragu buat jadiin kamu pacar. Satu, karna doi emang masih pengen bebas dan nggak terikat, soalnya kebanyakan mereka terutama para cowok sering ngerasa terkekang dan kebanyakan dilarang sama ceweknya tiap kali berhadapan dengan cewek lain. Jadi kondisi dalam “KJAD” menguntungkannya. Karna walo nggak punya pacar, doi tetep bisa ngerasain gimana punya pacar dari perhatian si cewek penganut “KJAD” itu tadi. Terliat egois mungkin emang, cuman itu adalah pola berpikir yang cerdas (dibaca: picik).
Kedua, karna belum siap dan meragukan si calon pacar. Dalam setiap hubungan pasti akan mengalami pertengkaran segala macem dimana melalui itu semua kemungkinan buat muncul rasa trauma pasti ada. Ini salah satu alesan yang mungkin bikin orang lebih suka “KJAD” daripada langsung pacaran. Komitmen yang udah dibangun selama ini, terlebih buat yang udah pacaran bertaun-taur seakan hilang percuma. Sehingga meskipun nantinya doi udah nemu sosok lain yang menarik hatinya bahkan mampu mengetuk pintu hatinya yang telah terkunci rapat dan berlapis-lapis itu, tetp aja dia takut bakal nggak mampu mertahanin dia dan takut bakal kecewa lagi. Mungkin terdengar dramatis, tapi rasa takut dan trauma itu muncul dari diri seseorang sendiri dan bakalan bisa ilang kalo dia sendiri mampu ngeyakinin dirinya buat mampu ngelawan rasa takut dan trauma itu sendiri. Mungkin butuh waktu lama, tapi bukannnya nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini? Selama Allah masih menghendakinya.
Ketiga, “KJDA” itu lebih asik, soalnya kalo kamu mau, kamu bisa jalanin itu semua dengan nggak cuman satu orang. Inget lagi, kalo mau. Soalnya nggak ada istilah selingkuh bukan? Pacaran aja nggak, gimana mau dibilang selingkuh coba? Jadiannya kapan? Ada hak apa buat marah? Paling ujung-ujungnya galau bahkan nangis.
Tapi Guys, dibalik itu semua sadarkah kamu (penganut KJDA) semua ini bisa jadi adalah awal kebahagiaanmu, bahkan sebaliknya. Bahagia kalo kamu jalani semuanya dengan niat baek agar lebih mengenalnya sebelum melangkah lebih lanjut ke tahap berikutnya. Ntah tahap tes tertulis, tes kesehatan, ato bahkan tes wawancara (ya kali ujian masuk kerja). Dan kepedihan karna awal adanya istilah PHP (Pemberi Harapan Palsu) muncul. Dalam hal ini jangan pernah nanya pihak mana yang salah antara pemberi harapan ato pengharap. Karna pada hakekatnya mereka berdua sama-sama salah. Harusnya kalo nggak niat ke arah yang lebih sama si pengharap, pemberi harapan nggak usah sok-sok kasih harapan lebih ke pengharap. Sedangkan buat si pengharap, Fitria ngerti, sebenernya pengharap itu udah tau resiko yang bakal dia terima. Cuman disisi laen, pengharap masih tetep nyoba buat percaya sama si pemberi harapan, membuka hatinya dan melihat ketulusan hati si pemberi harapan. Jadi kalopun apesnya kepercayaan itu disalahgunakan, pengharap kudu legowo (ikhlas) dan ngejadiin itu semua sebagai pelajaran hidup dalam percintaan.

Pesen Fitria sih, apapun pilihan kamu, mau kayak gimana kamu, pokoknya kudu tetep jaga perasaan orang laen, terlebih orang yang selalu ada, tulus, dan belajar menyayangimu. Nggak mesti kudu berakhir dengan pacaran, soalnya dengan menjaga perasaannya, meskipun hubungan kalian nggak diakhiri dengan kata jadian, kalian masih bisa sahabatan ato kakak-adekan (Eciecie....) dengan syarat nggak pake ngarep. :p

Sabtu, 24 Mei 2014

Dieng Plateu (Puncak si Kunir)

Pintu Masuk

Kalian semua yang doyang ngetrip terutama di daerah Jawa pasti tau yang namanya dataran tinggi Dieng. Daerah yang sangat sejuk ini adalah kawasan wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan. Selain Telaga Warna, Kawasan Kawah Sikidang, dan Candi Arjuna, di Dieng juga ada surga para pendaki gunung yang berburu golden sinerise. Tepatnya adalah di  Bukit Si Kunir.

Temen-temen cuman cukup buat jalan sekitar 30 menit buat bisa menikmati keindahan matahari terbit. Dan apabila Anda beruntung, kalian bisa melihat lautan awan dari puncak Si Kunir. Lokasi wisatanya cukup dengan menghabiskan waktu 1 jam dari Kota Wonosobo dengan kendaraan bermotor pastinya.
Batu Pandang, Dieng

Karna daerah pegunungan, Temen-temen juga harus ati-ati soalnya jalanan cukup menanjak tajam meskipun jalannya udah alus. Terlebih kalo kendaraannya udah berumur, resiko buat macet ato nggak kuat nanjak pasti lebih banyak. Menurut aku pribadi sih buat cewek nggak semengerikkan di cerita-cerita. Tapi kalo buat Kalian yang nggak begitu mahir naik motor ato masih takut di jalan kayak gitu, mending lebih milih ngebonceng aja.

Taman Bunga <3
Yang pasti jangan lupa buat para traveller sebelum berangkat ke lokasi wisata manapun, terutama Dieng kudu punya persiapan mateng dan cek semua peralatan termasuk kendaraan dan badan kalian biar fit saat perjalanan. Selain itu buat para pemburu golden sunrise jangan lupa persiapkan pakaian yang anget-anget. Terlebih yang belum biasa muncak. Soalnya temenku sendiri udah pernah ngalamin hipotermia di sana. Tapi emang dia baru sekali juga sih ke sana.

Selain itu ada juga taman bunga di depan Candi Arjuna yang W.O.W banget. Malah pas aku upload di istagram aku, ada yang komentar kalo cocok buat dibikin foto pre-wed. Nih fotonya:


Well, Guys.... enjoy your jorney.