Read Me

Jumat, 04 Oktober 2013

Tulang Rusuk Takkan Tertukar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Fitria yakin kalau semua orang pasti pernah ngerasain kegalauan karna asmara. Kalau kamu bilang nggak, pasti kamu belum pernah ngerasain apa yang namanya jatuh cinta, atau mungkin pernah ngerasa jatuh cinta tapi nggak pengen milikin dia dalam waktu deket, melainkan tuk masa depan.

Well, sebenernya yang mau Fitria omongin ini lebih mengarah ke kasus yang sering dihadapin oleh para jomblower. Tapi jomblower nggak selamanya galauwer, walau kebanyakan sih gitu. :D Nah, berhubung Fitria juga dalam keadaan jomblo, jadi pernah juga ngerasain apa yang kalian rasain, Mblo.

Selama dua tahun ngejomblo, Fitria juga pernah ngerasain apa yang namanya galau, sering malah. Tapi belakangan Fitria mikir setelah dalam masa jomblo itu Fitria deket sama beberapa cowok dan punya gebetan juga, apa sih arti semua itu. Toh endingnya yang halal adalah suami/istri kita kan?

Mblo, nggak usah sedih atau pun minder karna kamu nggak punya pacar. Soalnya disisi lain, sebenernya Allah melindungi kita dari mara bahaya yang dinamakan nafsu. Emang nggak munafik kalau orang bilang pacaran itu penting buat kita tau sifat dan watak sang pacar, tapi kalau berlebihan dan ujung-ujungnya putus kan nyesek dan bikin sakit ati.

Buat kamu pada yang udah punya pacar, bukan berarti Fitria nentang. Cuman kalau bisa, pacarnya dijagain ya, bukan malah dinodain. J Kan banyak tuh sekarang, bilang sayang ujung-ujungnya malah ninggalin luka. Masih mending kalau luka hati, kalau luka-luka yang lain? Na’udzubillah. Satu hal lagi, jagalah hubungan kalian. Belajarlah jadi orang yang bertanggung jawab, dimana ngelakuin semua tindakan harus komitmen, nggak asal.

Lanjut soal kamu, Mblo.. eh, kita aja, kan aku juga termasuk jomblo. Kadang kita kangen buat dapet SMS dengan panggilan atau pun ucapan sayang. Atau mungkin hanya sekedar ngasih perhatian kecil seperti, “Udah makan? Cepetan makan, ntar sakit lho/ntar maghnya kumat lho” atau “Bobok gieh, udah malem. Jangan lupa mimpiin aku ya”. Bisa juga, “Pagi, sayang..tidurnya semalem nyenyak? Ayo cepetan mandi, biar nggak ncut lagi. Kan hari ini kita mau jalan bareng. Udah kangeee..n.” Ada yang pernah dapet SMS atau malah ngirim SMS sejenis itu? Hehehe, jangan malah tambah galau lho karna kangen diperhatiin gitu.

Besides,kita dengan status jomblo ini dapet SMS aja udah syukur. Soalnya biasanya seharian nggak ada yang namanya ring tone nyala. Giliran ada SMS masuk malah dari operator. Nggak tau harus seneng karna sebagai customer kita diperhatiin atau harus marah karna nggak ada yang ngarepin dapet SMS darinya. Jadi nggak heran kalau para jomblowers pada doyan maenan sosmed (sosial media), kayak mig33, friendster, facebook, twitter, line, kakao talk, bbm, dsb.

Mblo, selagi kita mampu bersyukur, marilah kita bersyukur kepada-Nya. Toh karna kita jomblo, kita nggak harus lapor 1x24 jam ketika kita mau ngelakuin sesuatu. Selain itu, kita juga lebih bebas deket atau pun kenal banyak orang tanpa ada yang terlalu ngekang atau ngebatasin karna cemburu. Ada lagi, kita bisa sesuka mungkin hangout bareng temen-temen kapanpun yang kita mau tanpa pusing atur jadwal ketemuan atau ngedate.

Tapi Mblo, is oke buat mereka yang udah punya pacar. Kita sebagai jomblo yang bijak n’kece haarus ngedukung mereka n’selalu ngingetin mereka tentang batas-batas yang ada. Bukan mengecam atau pun ngelarang-larang nggak jelas tanpa alasan mendasar. Hak mereka kok, hidup-hidup mereka. So, nggak masalah buet kita, asal mereka nggak cari masalah sama kita.

Tulang Rusuk Dekat dengan Hati
Kalau pun suatu saat Allah telah berkehendak, kita pasti akan dipertemukan dengan orang yang udah dipersiapin Allah buat kita jauh sebelum kita lahir. Dan insyaAllah, dialah yang terbaik buat kita. Ingat, “Tulang Rusuk Takkan Tertukar”, jadi nggak usah khawatir kita nggak akan ketemu sama jodoh kita. Yang penting, kita jalani n’hadapi semua yang ada dulu. Ingat firman Allah, “Berdoalah seakan-akan besok kau akan mati. Dan bekerjalah seakan-akan kau akan hidup selamanya.”


Demikian dari Fitria, semoga bermanfaat. Jangan lupa buat saling mengingatkan ya, kan yang namanya manusia suka khilaf. Wassalamu’alaiku..

Rabu, 11 September 2013

Kalian Berharga, Bukan Hanya Dia

Persahabatan bagi ku adalah suatu hal yang sangat berharga dalam hidup. Tanpa sahabat mungkin hidup kita akan terasa hambar, hampa, dan kelabu, tak berwarna. Untuk itu aku sangat bersyukur punya banyak teman dan sahabat di sekeliling ku, yang senantiasa menyayangi ku. Fitria yakin, kalian pun demikian.

Jujur, Fitria pribadi sering ngerasa sepi ketika kemana pun aku sering sendiri. Sebenernya bukan karna aku nggak punya kawan, tapi mungkin aku susah menemukan momen yang pas buat masuk ke dalam suatu pembicaraan tertentu. Mungkin karna minat, atau mungkin pula karna pola pikir. Jadi terkadang, aku lebih memilih untuk diam.

Perasaan ini pertama kali muncul ketika aku duduk di bangku SMP kelas IX. Aku ngerasa pola pikirku terlalu dewasa dibanding temen-temen ku, tapi saat itu aku masih bisa berbaur dan punya 3 sahabat deket, sebut aja mereka  Mrs. S, Mrs. N, n’ Mrs. Y. Kemana pun kita selalu berempat dan bisa dibilang tak terpisahkan. Diantara kami berempat, aku sering jadi dokter cinta buat mereka. Tak hanya mereka, tapi temen-temen lain juga, cowok sekali pun. Sampai-sampai, waktu itu aku punya 2 sahabat cowok dari SMP lain. Kita sering banget SMSan dan mereka sering curhat gitu ke aku, terlebih soal cewek mereka. Tapi apesnya, kedua cewek sahabat ku itu ngira kalo aku adalah selingkuhannya. Setelah dijelasin panjang x lebar x tinggi dan dibantu cowok mereka, mereka pun percaya n’ngerti. Dan akhirnya, mereka juga temenan sama aku. Hehehe

Saat SMA, aku pun punya temen-temen yang baik hati. Sejak kelas X sampe kelas XII, Alhamdulillah anak-anaknya pada seru. Anak-anak pada suka manggil aku Mbak Yayah. Ya, Yayah adalah nama kecilku, diambil dari nama depanku, Dyah. Nama itu sampai sekarang sering dipakai sama teman-temenku SMA. Dan nama itu mulai muncul di kelas sejak temen sekelasku yang juga tetangga aku, terbiasa manggil aku begitu. So, anak-anak pada ngikut deh. Tapi jauh lebih baik lah daripada sebutan dulu pas SMP. Ngatmi, plesetan dari Atmi (Dyah Atmi Fittrias Tuti, yang merupakan revisi nama untuk kelengkapan dokumen negara, dimana namaku yang sebenernya adalah Dyah Atmi Fitri Astuti). Walau aku dulu dari IPA, dimana menurut anak IPS anak-anaknya nggak asik n’individualismenya tinggi, tapi menurut aku, itu nggak berlaku buat temen-temen ku. Tergantung pribadi orang masing-masing sih sebenernya.

You are the best, Ganks :*
Dan semenjak kuliah, dimana aku pertama kalinya jadi anak kos yang jauh dari rumah, balik sebulan sekali, aku takut kalau sifat minderannya aku kian menguat. Hingga aku putuskan buat belajar jadi seorang akivis, dengan harapan public speaking ku bisa bagus n’bisa jadi orang yang PD nggak minderan lagi, bukan kePDan apalagi sombong, pastinya. Awal-awal semester berjalan lancar, tapi kira-kira menjelang semester 4 aku mulai bosan dikelas. Serasa orang-orang sibuk dengan dunianya masing-masing, sahabat-sahabat dekat mereka, dan aku agak takut buat mengusik keceriaan mereka. Mungkin hanya pikiranku aja, karna sebenernya siapapun yang hadir ditengah canda tawa mereka akan diterima dan malah diajak ketawa bareng. Hingga akhirnya aku lebih memilih diem saat dikelas, hanya sesekali pada momen tertentu cerewet n’humoris ku keluar. Masalahnya, image ku di kelas atau dikampus, kecuali orang-orang yang udah bener-bener kenal aku itu adalah cewek seriusan dan pendiem. Jadi aku pun bingung kalau mau ngeluarin sisi cerewet n’ agak sedikit lucuku.


Thank alot for all, Guys :)
I'm be glad to know you
Thanks for your purity, Bro
Hingga belakangan aku deket sama seseorang dari kelas sebelah, dimana dia adalah cowok yang gokil, humoris, dan punya banyak temen. Karna kita sempet sering jalan bareng sama temen-temennya juga, aku mulai akrab dengan mereka. Meskipun mungkin kedekatan kita nggak berlanjut, tapi aku harap hubungan baik ini akan senantiasa terjalin. Sebenernya bukan setatus pacar, kekasih, dan sejenisnya yang sekarang ini aku butuh kan, tapi lebih ke sosok orang-orang yang selalu nganggep aku ada, bisa ngajak aku ketawa bareng, dan nggak pernah ngebiarin aku sendiri. Harapan aku simple, aku nggak ingin dilupakan. Berat memang kedengarannya, tapi aku harap, ada orang-orang yang selalu ngerasa ada yang hilang ketika aku nggak ada dalam kebersamaan itu, bahasa gaulnya, “Nggak ada loe nggak rame”. Aku nggak mempermasalahkan gender dalam pertemanan, karna aku udah biasa deket sama cowok sekali pun sejak aku baru lahir sekalipun. Ya, karna aku adalah anak terakhir dari tiga bersaudara dengan dua kakak laki-laki yang usianya jauh diatasku. Mungkin itu alasan terbesarnya. Terimakasih untuk semua orang yang menyayangiku, yang selalu menganggapku ada, yang mau mengajakku tertawa bersama, menangis bersama, dan mengisi hari-hari kalian bersama. Aku harap, semua nggak akan pernah berakhir, tapi malah bisa lebih dekat seperti Saudara. Merci..

Sabtu, 07 September 2013

Mahasiswa Bermuka Siswa SMP (Pujian vs Sindiran)

Berawal dari kepergian ku menuju tempat les. This Saturday, aku harus kembali mengikuti placement test setelah hampir setahun aku off dari tempat les ku. Soalnya terakhir kali, karna program tertentu di kampus, aku harus join ke lembaga les lainnya.

Siang itu aku berangkat seperti biasa, yaitu 1 jam sebelum jadwal tes dimulai, maklum Fitria kan super tepat waktu kalau ngapa-ngapain. Kecuali tepat waktu buat bayar utang, soalnya aku nggak punya utang. #ndak yo? Dengan modal motor pinjeman sahabat karibku, Fiky (bukan nama cowok lho, ntar kayak kakakku yang ngira si Fiky pacarku pas SMA. Emang aku lesbi? :D), aku menempuh kira-kira 25 km dari kosan. Aku pikir bakalan ngabisin waktu 30 menitan, eh ternyata cuman 15 menit karna lewat jalan pintas. Sesamapainya diruang ujian, aku sendirian. Belum ada satu orang pun yang dateng. Setelah kira-kira 15 menit menunggu, ada petugas yang nempelin kertas di pintu ruangan dimana aku duduk sendirian di dalamnya. Beberapa detik kemudian aku keluar buat ngeliat pengumuman apa yang ada dikertas.

Aku pikir itu kertas adalah nama-nama peserta ujian, tapi ternyata pengumuman kalau ruangannya pindah di ruang sebelah. Dan bagusnya lagi, di situ kumpul sama anak-anak SMP. Iya, soalnya akibat dari kurangnya jumlah pengawas yang pada ada kegiatan lain di luar, akhirnya si calon siswa program English for Teenager (EA) harus digabung dengan English for Adult (EA). Dari sinilah dimulai kembali suggestion that I’m a junior high school student, yang artinya aku dianggap sebagai anak SMP lagi, padahal kemarin-kemarin senggaknya aku dianggap anak SMA, dan walau sesekali, aku dianggap sebagai seorang mahasiswa. Padahal kan emang aslinya aku itu mahasiswa.( -_-“)

Tak hanya sekali dalam sehari waktu itu, tapi tiga kali. Pertama karyawasn yang nempel kertas pengumuman, kedua bapa-bapak yang nganterin anaknya yang masih SMP buat plasement test but in ET program, dan terakhir adalah anak SMA kelas  XI yang juga ikut placement test EA kayak aku. Dan kesemuanya akhirnya bilang maaf setelah mereka tanya, “Mbaknya SMA atau SMP? SMA mana?” Dan aku menjawab, “Udak kuliah”. Pas lanjut ada yang tanya semester berapa, bingung..mau jujur buat bilang semester 5, tapi kok unyunya nggak ketulungan? Ntar malah dikira bohong. :D Jadi inget waktu itu. ->

Malam itu aku udah janjian ama temen srombelku buat ngembaliin buku yang udah aku pinjem. Doi mau sekalian jalan sama pacarnya, panggil aja Mrs. S. Pas ketemu di gang depan kosan, aku langsung ngasihin bukunya dan nggak banyak bicara saat itu. Kan nggak enak sama cowoknya kalau kelamaan, orang doi mau jalan bareng. Dan keesokan harinya pas dikampus, Mrs. S bilang kalau semalem cowoknya mikir aku adalah adek temen kampus Mrs. S yang masih duduk di bangku SMP, yang disuruh sama kakaknya buat ngembaliin buku si pacar. #mak jleb

Jadi sebenernya aku harus seneng karna atinya aku masih keliatan muda dan nggak punya muka boros, atau sebeliknya? Aku harus dandan lebih keliatan kayak seorang mahasiswa? Emang dandanan seorang mahasiswa gimana sih yang bener? Emang selama ini aku nggak bener? Hehehe. Tapi menurut Fitria pribadi, yang terpenting adalah kebijaksanaan kita, intelektual kita, dan juga sikap kita udah sesuai sama usia kita. Bukan malah childist.. :)

Jumat, 26 Juli 2013

Sahabat, I Will Never Let You Go



Sahabat. Fitria yakin banget kalian semua punya definisi yang beda-beda soal arti sahabat. Aku sendiri mengartikan seorang sahabat adalah orang yang selalu ada, baik saat kita senang maupun sedih. Dia selalu ngertiin kita, meskipun saat itu kita dalam keadaan labil sekalipun. Ngambeg, marah-marah nggak jelas, bahkan judes. Iya, karna mereka bener-bener tau kita, dia bakalan ngerti disaat kamu kayak gitu, kehadiran mereka malah berarti banget buat kamu. Jadi, dia nggak bakalan ninggalin kamu sendiri dengan segudang masalah yang mungkin susah atau belum sempet kamu ceritain.

Sahabat. Sosok sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT dalam kehidupan kita. Meski pun nggak memiliki hubungan sedarah, tapi dia pantas kita sebut sebagai saudara. Saudara adalah sesosok manusia yang punya hubungan baik dengan kita. Lahir dari saudara keturunan pendahulu kita yang bahkan belum sempat kita kenal sebelumnya. Begitu pula sahabat, tiba-tiba datang dalam kehidupan kita dan tanpa kita sadari kita menemukan kecocokan dengan dia. Cocok nggak selamanya berarti sama sifat dan sudut pandang dalam menilai sesuatu, melainkan bagaimana kesinambungan dan kesinergian pola pikir mereka yang saling mampu menerima satu sama lain, bukan malah saling menjatuhkan atau pun menyela satu sama lain.

Pernahkah kamu menyadari betapa berartinya sahabat-sahabat kalian? Sering kita menyepelekan posisi seorang sahabat. Bahkan sering sekali kita mengacuhkannya, nggak meduliin dia, dan asik dengan gebetan atau pun pacar masing-masing. Padahal, sahabat kita hadir terlebih dulu dalam kehidupan kita jauh sebelum kita mengenal gebetan atau pacar kita sekali pun. Saat kamu menyadari pentingnya sahabat kita, kita mungkin telah kehilangan dia karna ada orang lain yang lebih menyadari pentingnya posisi dia dalam hidupnya. Tapi Teman, sahabat sejati tidak akan demikian. Mereka akan selalu ada buat kita, meski pun semua orang bilang waktunya udah abis n’semuanya udah terlambat. Waktu mereka untuk kita adalah selamanya, seumur hidup kita, n’kapan pun kita butuhkan.

Sadarilah, gebetan, pacar atau pun sejenisnya nggak begitu penting buat kalian. Istri/suami kalian lah nantinya yang patut buat kamu pentingkan dan jadikan suatu alasan buat menomor sekiankan seorang sahabat setelahnya. Mungkin buat kalian yang masih asik sama gebetan n’pacar kalian agak kurang setuju sama apa yang aku omongin barusan. Cuman ketika kamu kehilangan gebetan atau pacar kamu sekali pun, kamu bakalan nyadar kalau kebahagiaan kalian hanyalah semu. Besar banget kemungkinan buat kamu kehilangan semua masa-masa bersama kalian yang indah. Kekecewaan, penghianatan, n’kebohongan akan mudah menghancurkan semuanya, kapan aja tanpa bisa kita sadari. Sedangkan sahabat, dia bakalan jauh lebih setia buat selalu ada di sampingmu, semaumu, dalam keadaan apapun.

Jagalah persahabatan kalian, buat kalian pada yang punya sahabat. Jangan biarkan kamu nyesel dikemudian hari setelah kamu kehilangan sosok hangat mereka. Belajarlah setia kepadanya agar  mereka pun akan selalu setia sama kamu. Tapi buat kamu yang ngerasa belum nemuin sahabat yang cocok dan bener-bener srek, jangan lah pantang menyerah tuk mendapatkan mereka. Aku yakin, sebenernya kamu punya banyak sahabat, cuman terkadang kamu belum menyadari kehadiran mereka. Karna aku pun sempat mengalaminya. Tapi kini aku sadar, aku punya begitu banyak sahabat. Yang selalu terima aku apa adanya, selalu setia sama aku, selalu menghapus air mata ku ketika aku nangis, selalu minjemin pundak mereka disaat aku lemah, dan selalu nguatin aku disaat aku nggak mampu lagi berdiri, nemenin aku disaat aku ngerasa sepi, mengajariku hal yang dia tahu saat aku nggak ngerti, menuntun aku disaat aku tak tau arah, memapahku disaat aku terjatuh, menjagaku disaat aku dalam bahaya, memberiku cahaya saat aku dalam kegelapan, melemparkan senyuman disaat ku bersedih, dan senantiasa memaafkan ku disaat aku menyakiti hatinya.

Sahabatku tercinta, semua ini untukmu. Curahan hatiku, rasa terima kasih ku untukmu. Maafin aku yang dengan segala kekurangan ku sering membuat kalian kecewa. Maaf karna gampang marah, kadang jutek, judes, ngebetein, dan sering bikin jengkel kalian. Tapi aku yakin, kalian tau, aku selalu menyayangi kalian, nggak bermaksud buat kalian sakit, hanya saja kurang mampu meredam emosiku. Aku yakin, kalian udah cukup lama mengenalku, karna itu aku menyayangi kalian. Tanpa banyak hal yang bisa aku lakukan, aku hanya mampu membalas sejuta jasa kalian untuk ku dengan kesetiaanku buat ngedengerin semua keluh kesahmu, saran n’pendapat ku yang hanya sebatas sepengetahuan dan pengalamanku, perhatianku atas semua masalah yang kalian hadapin, telinga ku untuk mendengarkan curahan hatimu, pundakku tuk sekedar mengurangi beban dikepalaku, keusilanku tuk menghibur suasana sendumu, atau pun kebanyolan ku tuk ngembaliin tawamu.


Teman, jagalah sahabat-sahabat kalian. Jangan pernah biarkan mereka pergi dari kehidupan kalian. Atu menit dalam 24 jam yang kamu miliki sangat berarti untuk sekedar mempererat persahabatan kalian. Sebelum semuanya terlambat, lakukan semua hal terbaik yang bisa kamu lakukan tuk memaknai arti persahabatanmu itu.